Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 194. Pulang ke USA


__ADS_3

Khan bisa diam setelah di cium sekilas bibirnya oleh Vefe. Yang awalnya dia nyerocos karena emosi gara-gara melihat postingan di media sosial. Kini dia hanya tersenyum mendapatkan satu kecupan mesra.


"Jangan khawatir semua berita di media sosial itu hanya di satting saja, Ve dan Aaron tadi sudah bertemu dengan Kakek."


"Maksudnya apa, Mami Sayang?"


Vefe bercerita pertemuan dengan Kakek Raharjanto di restoran bersama Bunda Fatia. Pura-pura tidak kenal hanya akan dilakukan sampai paripurna tugas saja. Nanti jika sudah pensiun semua akan diungkap kebenarannya.


Vefe selesai bercerita, Bunda Fatia ikut bergabung dan duduk disamping Khan, "Bunda saja awalnya juga salah faham dengan si kakek yang sok cool itu, tadi saja Bunda ingin menggeplak kepalanya."


Vefe jadi tergelak mendengar ucapan Bunda Fatia. Dirinya sendiri juga sempat salah faham dan tidak mengenal sama sekali kakek yang misterius. Ternyata semua demi menjaga nama baik keluarga besar.


"Jadi kita tetap diam sampai satu bulan ke depan tentang kakek itu?" tanya Khan lagi.


"Iya ... Untuk sementara kita tutup mulut saja."


Mommy Astrid dan Daddy Kim Oen datang dari mengantar Lee Kim Oen daftar kuliah. Ikut duduk di samping Vefe, "Mommy dan Daddy juga harus segera pulang ke USA, Nak."


"Kok cepat sekali, Mom?" tanya Vefe.


"Daddy tidak bisa meninggalkan pekerjaan terlalu lama, Nak. Bagaimana kalau sekarang gantian Khan dan Ve yang berkunjung ke San Fransisco?"


Vefe memandang Khan sambil menggelengkan kepala. Ada Mpok Ria yang sedang hamil muda yang butuh perhatian lebih. Walaupun pembantu di rumah di tambah saat ini, tetapi Vefe tetap tidak tega meninggalkan ibu angkatnya.


"Maaf ... Dad, nanti kalau Mpok Ria sudah melahirkan pasti Ve akan berkunjung ke sana."


"Baiklah, Daddy tunggu."

__ADS_1


Ayah Jose dan Bunda Fatia mengajak Mommy Astrid dan Daddy Kim Oen untuk ikut pesawat pribadi. Walau tujuannya berbeda namun masih satu wilayah Amerika Serikat. Setelah sampai di sana mereka akan berpisah untuk melanjutkan perjalanan lewat darat.


Setelah Kedua orang tua Vefe dan kedua orang tua Khan pulang. Rumah terlihat sepi dan lengang. Apalagi Lee Kim Oen lebih memilih untuk tinggal di apartemen dekat kampus.


Kemarin sering tersita waktu untuk berdua dengan istri. Sekarang ini Khan leluasa merayu Vefe tanpa ada yang mengganggu. Hanya baby Aaron saja yang terkadang terbangun saat tengah malam.


Vefe sedang konsentrasi melihat tayangan televisi. Ada siaran langsung serah terima jabatan. Jabatan antara ketua anggota dewan yang lama. Menyerahkan kepada ketua anggota dewan yang baru.


Pak Raharjanto di dampingi oleh kedua putrinya yaitu Darwati dan Suprapti. Serah terima dengan predikat sebagai mantan anggota dewan yang bersih dan jujur. Pihak audit tidak menemukan hasil kekayaan yang di curigai.


"Itu Kakek sudah pensiun, berarti sudah bisa dong Mami berkunjung ke rumah beliau, kalau Mami mau besok Papi antar ke sana?"


"Tidak perlu, Papi. barusan Tante Darwati kirim pesan WA pada Mami."


"Pesan apa, Mi?"


"Tentu dong, Mami Sayang. Tidak mungkin Papi akan membiarkan Mami berangkat ke makam sendirian. Kita bertiga dengan baby Aaron juga diajak."


Belum selesai membicarakan rencana akan pergi ke makam. Tante Darwati Raharjanto mengirim pesan WA lagi kepada Vefe, "Nak, Tante mengirim seragam untuk kita ke makam besok, seragam itu simbol anggota keluarga Raharjanto, tolong jangan menolaknya ya!"


Vefe langsung menunjukkan pesan WA kepada Khan, "Coba Papi baca pesan dari Tante Darwati!"


Khan membaca sekilas pesan itu, "Jawab iya dong, Mami. Kita menghormati keluarga Mami!"


"Baiklah ...."


Vefe menjawab pesan Tante Darwati dengan sesuai perintah Khan. Bersamaan pesan terkirim ada pintu di ketuk dari luar, "Ya ... Tunggu!" teriak Khan.

__ADS_1


"Ada apa Pak Bowo?"


"Tuan, ini ada paket untuk Anda dari Nyonya Darwati Raharjanto."


"Ooo terima kasih."


"Sama sama, Tuan."


Paket langsung dibuka oleh Khan setelah duduk disamping Vefe kembali. Ada baju seragam games untuk Vefe dan baju koko untuk Khan dan baby Aaron. Dan satu sarung untuk Khan.


"Mami ... Apakah harus pakai sarung ke makam?"


"Pakai saja Papi, katanya menghormati keluarga Kakek!"


"Baiklah, coba Papi pakai dulu deh, anggap saja sedang fitting baju."


Khan memakai sarung dan baju koko yang yang baru di terima, "Mami ... Papi ganteng tidak pakai sarung?"


"Papi selalu ganteng," jawab Vefe sambil memperhatikan baju games tanpa melihat Khan.


Dengan usil dan tersenyum devil Khan membuka sarung dan baju koko dan mendekati Vefe, "Kalau begini Papi ganteng tidak?"


Tanpa melihat Khan, Vefe menjawab, "Lebih ganteng lagi kalau begitu Papi."


"Asyik ... Berarti siap beraksi ya?"


"Eeee ... Papi Bule!"

__ADS_1


__ADS_2