Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 81. Uji Kelayakan


__ADS_3

Vefe menutup mulutnya karena kaget hampir tidak bisa membaca jumlah uang yang dimiliki Khan. Itu jumlah saldo di salah satu bank saja belum bank yang lain. Di bank yang lain masih ada yang lebih besar lagi dari yang ditunjukkan pertama.


Khan meraih dua tangan Vefe, "Ve, Mas bukan bermaksud sombong atau yang lainnya, Maksud Mas adalah Ve adalah jodoh Mas jadi apapun yang Mas miliki akan menjadi milik Ve."


Vefe bingung harus menjawab apa ucapan Khan. Keseriusan hubungan yang di jalani oleh keduanya baru saja di mulai kemarin. Vefe merasa menjadi wanita yang beruntung sedunia.


"Sayang, Mas sangat serius dengan hubungan ini, setelah Ayah dan Bunda pulang haji. Mas akan segera memperkenalkan Ve sebagai calon istri."


"Apakah Mas sudah yakin?"


"Sangat yakin, Ve adalah jodoh Mas. Jangan ragukan ketulusan Mas lagi!"


"Insyaallah."


"Jadi Mas mohon jangan merasa rendah diri, jangan merasa tidak pantas. Manfaatkan uang Mas untuk membuat Ve menjadi yang lebih baik."


"Ve menjadi wanita yang sangat beruntung di dunia saat ini."


"Mas juga sangat beruntung bisa mendapatkan cinta Ve. Mulai dari sekarang berfikirlah Ve bukan gadis matre, kelebihan rezeki yang Mas milik anggap sebagai bonus dan nikmat dari yang maha kuasa yang bisa menambah kebahagiaa kita."


"Iya Mas."


"Ve juga boleh membelanjakan uang itu untuk keperluan adik-adik di panti. Jangan segan-segan menghabiskannya."


Vefe tergelak sambil mengangguk, keberuntungan yang dialami saat ini sangat di syukuri. Ketulusan cinta sang kekasih dianggap sebagai karunia yang tidak terbatas dari yang maha kuasa. Yang selama ini menganggap hidupnya tidak beruntung sekarang ini terjadi kebalikannnya.


"Hanya dengan Ve saja Mas tidak mengalami trauma seperti berdekatan dengan wanita lain."


"Mengapa bisa begitu, Mas. Apakah karena Ve gadis yang tidak cantik dan seksi seperti mereka?"


Khan meraih jemari Vefe dan di ciumnya berkali-kali. Pikiran kekasih hati selalu saja tidak sesuai ekspektasi, "Mas selalu berkeringat dingin dengan mereka yang berpenampilan seksi dan terlihat tidak alami. Ve itu cantik alami baik luar maupun hatinya itu bedanya, Sayang."


Khan mengantar Vefe ke Verin Olshop sebelum berangkat ke kantor. Hari ini ada rapat penting dengan Asisten Satria di restoran ternama di Jakarta. Khan berangkat setelah istirahat siang menuju restoran langsung.


Berita Khan memiliki calon istri saat ini sudah sampai di kafe Sanpar. Sania Parwati mendengar dari karyawan Khan yang sering nongkrong di kafenya. Emosinya mulai memuncak setelah mendengar kabar itu.

__ADS_1


Seluruh karyawan PT KURNIA tidak ada yang mengetahui identitas pribadi Vefe. Mereka hanya mengetahui jika bosnya sudah memiliki pasangan. Sania Parwati sengaja menyelidiki siapa kekasih dari laki-laki yang selama ini diidamkan menjadi suaminya.


Kebetulan saat Khan meeting di restoran bertemu dengan Sania Parwati di lobi restoram. Khan cuek dan pura-pura tidak mengenali Sania Parwati. Dia terus melenggang masuk restoran sendiri tapa didampingi oleh Asisten Satria.


Sania Parwati mengikuti Khan secara diam-diam. Khan langsung bergabung dengan Asistean Satria duduk di samping Asisten Satria. Ada dua wanita berhijab dan dua laki-laki yang berumur setengah baya duduk di depan mereka sambil tersenyum.


Hampir satu jam mereka membicarkan tentang pekerjaan secara serius. Sikap yang biasa dan profesional terlihat saat mereka membicarakan bisnis. Setelah selesai meeting, menu makan siang datang di letakkan di meja makan yang sudah bersih dari dokumen.


Sania masih mengawasi Khan dan Asisten Satria tanpa berkedip. Sampai dua wanita muda yang berhijab secara bergantian mengambilkan menu makan pada dua laki-laki paruh baya, Sania masih belum beraksi.


Saat dua wanita berhijab mengambilkan menu makan untuk Khan, Sania Parwati langsung mendekati Khan dan berteriak, "Mas tega banget ya mengkhianati Nia dan akan menikah dengan wanita lain!" teriaknya


Khan dan yang lain kaget melihat Sania datang sambil bertolak pinggang dan mendongakkan wajahnya, "Apa yang kamu lakukan ha ... !"


Sania Parwati yang merasa lebih cantik dari wanita yang berhijab itu, sehingga dia merasa percaya diri, "Dia lebih cantik saya, Mengapa Mas Khan memilih dia dibandingkan aku?"


Asisten Satria tergelak dan berdiri sambil melipatkan ke dua tangannya kepada dua wanita berhijab yang ada di depannya. Kemudian dia menarik tangan Sania Parwati keluar restoran.


"Kamu mau aku laporkan ke kantor polisi atau meninggalkan restoran ini secepatnya?"


"Jangan ikut campur dengan kehidupan Tuan Khan, apakah kamu tidak mendapatkan pesan dari Nyonya Bunda Fatia?"


Asisten Satria terus menarik tangan Sania Parwati sampai di luar restoran, "Pergi kamu dari sini!"


"Satria ...!"


"Apa lagi, pergi sana!"


"Aku masih pingin berjuang mendapatkan cinta Mas Khan!"


'Kamu sudah mendengar jika Tuan Khan sudah memiliki tunangan dan sebentar lagi menikah?" tanya Asisten Satria kesal.


"Itu tidak penting bagiku, sebelum janur kuning melengkung, dan tanpa restu Bunda Fatia, aku akan tetap berjuang!" teriak Sania Parwati dengan keras.


"Kalau kamu masih tetap nekat tidak segan-segan aku merobohkan kafe kamu dengan bulldozer!"

__ADS_1


Sahabat bisnis Khan berlari mendekati Asisten Satria, "Bro akapah rapatnya sudah selesai, maaf aku terlambat!" teriaknya.


"Sudah ... Tetapi mereka masih ada di dalam, masuklah!"


Doni Prawira memandangi wajah Sania Parwati dengan tersenum devil, mendekati Asisten Satria, "Dia pemilik kafe yang menyukai bosmu itu ya?" Asisten Satria mengangguk.


Doni Prawira kembali berbisik sambil melirik Sania yang terdiam terpaku, "Buat aku saja, Bro. Aku jamin dia tidak akan mendekati bosmu lagi."


"Dengan senang hati silahkan ambil, aku tinggal dulu." Asisten Satria langsung meninggalkan Sania Parwati bersama Doni Prawira.


"Kamu ingin mendapatkan bosnya Asisten Satria?" tanya Doni sambil tersenyum devil.


"Iya .... " Sania Parwati menjawab singkat,


"Ayo ikut aku, aku berikan tipsnya!"


Doni Prawira menarik Sania Parwati dan mengajak duduk di pojok restoran dan tidak terlihat oleh rombongan Khan yang sedang makan siang.


"Tunggu sini sebentar aku akan memesan minum, kamu mau apa?"


"Jus jeruk," jawab Sania Parwati singkat.


Doni Prawira mendekati salah satu pelayan restoran meminta dua jus jeruk. Dia memilih menunggu pelayan itu sedang membuatnya tanpa meninggalkan tempat, "Ini pesanan Anda, Pak!"


"Terima Kasih."


Dalam perjalanan mendekati Sania Parwati Doni memberikan sesuatu dalam jus jeruk tanpa di ketahui siapapun, "Aku uji kelayakan dulu ya sebelum memiliki kamu wanita seksi," monolog Doni Prawira tersenyum devil.


"Nona cantik ... Silahkan di minum dulu sebelum aku ajari cara mendekati bosnya Asisten Satria!"


"Terima Kasih." Sania Parwati langsung menenggak jus jeruk tanpa sisa.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL TEMAN YA SHPBAT. Ini rekomen bangetr lo sambil menunggu KKJ up lagi.

__ADS_1



__ADS_2