Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 177. Nervous


__ADS_3

Belum sempat Mpok Ria menulis maksud isyaratnya. Vefe datang dan langsung menerangkan maksud Mpok Ria, "Mpok Ria lama-lama pusing dan mual karena harus terus mengkonsumsi obat, Mommy."


"Ooo itu harus di tahan Dik Ria, harus diminum obatnya dan harus disiplin."


Mpok Ria menganggukkan kepala dan menunjukkan dua jempol. Bibirnya menyunggingkan senyum penuh semangat. Merangkul Vefe penuh kasih dan Mommy Astrid bergantian.


"Terima kasih telah mencitai putriku dengan tulus," kata Mommy Astrid.


Vefe memngulang ucapan Mommy Astrid dengan bahaasa isyarat. Diikuti Mommy Astrid belajar bahasa isyarat. Dijawab Mpok Ria dengan ucapan kata sama -sama dengan bahasa isyarat.


Disela-sela membantu Mpok Ria, Mommy Astrid mulai mempersiapkan segala sesuatu tentang acara ulang tahun Vefe. Mulai dari bingkisan untuk anak panti asuhan. Hadiah khusus untuk Vefe sampai baju yang dipesan khusus untuk Vefe, Khan dan baby Aaron.


Undangan untuk ketua anggota dewan sengaja atas nama Khan sebagai pemenang pebisnis tersukses tahun ini. Dengan di selipkan sedikit acara bersama anak panti asuhan.


Semua rencana berjalan lancar setelah satu hari sebelum hari H. Ketua anggota dewan menjawab kesediaannya untuk menghadiri undangan pengusaha terkenal apalagi dengan mengundng anak yatim piatu.


Hanya dalam waktu hanpir dua minggu Mommy Astrid sudah sangat mengenal putrinya. Dari selera makan, kesederhanaan penampilan dan selera dalam berpakaian. Hampir mirip dan tidak berbeda jauh ibarat kata hanya sebelas dua belas saja.


Bedanya hanya pada penampilan wajah saja. Jika Vefe lebih suka berdandan dengan minimalis saja. Sedangkan Mommy Astrid sering menonjolkan riasan mata dan rona pipi yang mencolok.

__ADS_1


Ternyata kosmetik yang kemarin diantar oleh Lee Kim Oen adalah berasal dari Mommy Astrid. CD dan Bra yang transparan dari Bunda Fatia dan lukisan dari Lee Kim Oen.


Daddy Kim Oen belum memberikan hadiah untuk Vefe. Rencana nanti saat ulang tahun baru akan diberikan. Isinya juga masih dirahasiakan dan tidak ada yang mengetahui hadiah spesial itu.


Semakin medekati hari H acara ulang tahun, Vefe semakin nervous. Bukan karena bahagia tetapi karena semakin dekat akan bertemu dengan kakek kandung. Ada rasa takut tidak diterima sebagai keluarga karena bukan berasal dari keturunan yang sah.


Di samping itu, yang menjadi pertimbangan Vefe adalah takut mencemarkan nama baik ketua anggota dewan atau kakeknyan sendiri, "Bagaimana ini ... Ve kok jadi bingung sendiri ya?" monolog Vefe sendiri sambil mondar-mandir di dalam kamarnya.


"Apa sebaiknya acara dibatalkan saja kali ya?" Vefe semakin ragu padahal acara tinggal besok siang.


Khan masuk kamar, Vefe masih bingung, mondar-mandir dan berbicara sendiri. Tidak menyadari suaminya kasuk kamar. Dia masih terus bermonolog sendiri.


Khan langsung menghadang langkah Vefe sambil merentangkan tangannya, "Jangan dibatalkan dong, Mami Sayang. Papi sudah siap nich tinggal menurunkan celana saja," jawabnya asal.


"Astagfirullah ... Ada acara apa celana diturunkan, Apakah Papi mau mencuci celana sendiri?"


"Idih Mami, celana diturunkan untuk tidak membatalkan senjata tomahawk beraksi."


"Hari ini dilarang modus!"

__ADS_1


"Eee kenapa?"


"Ada pengawas sedang bermain sendiri di sana!" Vefe menunjuk baby Aaron yang sedang bermain sendiri di box bayi sambil menggigit mainan yang dipegangnya.


"Putra Papi belum tidur?" tanya Khan langsung mendekati baby Aaron.


Khan mengajak berbinjang dengan Baby Aaron. Vefe kembali mondar-mandir teringat dengan kakeknya yang seorang ketua anggota dewan. Khan langsung menarik tangan Vefe dalam pangkuannya.


"Apa lagi yang Mami pikirkan?" tanya Khan sambil mengajak baby Aaron berbincang.


"Ketua anggota dewan itu," jawab Vefe jujur.


Khan tersenyum sudah menduga sebelumnya. Tadi siang untung sudah memerintahkan Asisten Satria untuk mencari profil keluarga angota dewan yang masih hidup sampai sekarang.


"Ini coba Mami baca profil dari keluarga ketua dewan yang bernama Pak Raharjanto!"


"Apakah komplit semua keluarga dan foto profilnya, Papi?"


"Iya sangat komplit, bahkan foto Almarhumah istri ketua anggota dewan juga ada."

__ADS_1


Yang pertama Vefe buka foto keluarga besar dari ketua anggota dewan yang bernama Raharjanto. Baru di foto urutan pertama Vefe sudah membuka mata dengan lebar, "Papi ... Mengapa ada Mami di sini, Eee ini bukan Mami tetapi siapa dia?"


__ADS_2