Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 129. Peristiwa Langka


__ADS_3

Pak Gun mengerutkan keningnya melihat Khan dan Vefe tergelak bersama. Melihat Vefe sudah merendam kakinya di baskom yang berisi air hangat. Sepertinya mereka mengetahui siapa pelaku yang telah mengambil garam setengah kilogram dalam botol garam yang ada di dapur.


"Maaf ... Pak Gun, tadi Khan yang menumpahkan garamnya," jawab Khan sambil terus bergelak.


"Apa maksud Anda, Tuan?"


Khan menceritakan tentang aksinya di dapur saat menumpahkan garam tadi. Tanpa sengaja menumpahkan garam ke dalam baskom tanpa sisa. Terpaksa harus memakai sedikit air garam di baskom pertama karena kehabisan garam.


"Ooo Pak Gun kira ada orang maling garam."


Kembali Pak Gun tertegun, karena selama ini Khan tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur. Ini merupakan suatu peristiwa langka dia mau masuk dapur, "Apa Pak Gun mimpi ya, Tuan Khan mau masuk dapur?"


"Pak bisa wae, maafkan Mas Khan ya, Pak Gun." Vefe juga ikut merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, Nona. Pak Gun beli lagi deh ke supermarket."


Keesokan harinya tanpa diduga Khan mendapat kabar dari asosiasi perkumpulan pengusaha muda. Khan memenangkan lagi kategori pengusaha muda tersukses. Tahun lalu Khan juga mendapatkan penghargaan itu dan juara keduanya adalah Nyonya Maria.


Tahun ini Khan masih mempertahankan sebagai yang terbaik. Urutan yang kedua untuk tahun ini adalah Doni si kasavova sahabat Khan. Acara serah terima penghargaan akan dilakukan di sebuah hotel ternama.


Tahun ini penyerahan penghargaan dilakukan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun lalu langsung diserahkan kepada pemenang di panggung. Tahun ini setelah menyerahan pengharagaan akan ada wawancara yang akan di pandu oleh pembawa acar artis terkenal.


Undangan sudah diterima Khan pagi ini diantar di kantor. Undangan harus bersama pasangan jika sudah memilikinya.Sedangkan acara penyerahan dan wawancara akan dilakukan hari Sabtu besok setelah istirahat siang.


Pulang kerja Khan langsung menunjukkan prestasi yang di dapatnya kepada Vefe, "Sayang, lihatlah ... Mas mendapatkan pengusaha muda teerbaik lagi tahun ini!"


"Waaah selamat, Mas. Kok dapat lagi berarti tahun lalu Mas juga dapat?"


"Iya benar, tahun lalu Mas juga menjadi yang terbaik, Ve harus mendampingi Mas ya!"


Vefe tidak menjawab ajakan Khan. Dia membayangkan apa mungkin dirinya berada di antara orang-orang hebat dalam bebisnis. Akan berbincang tentang bisinis tidak mungkin faham dengan tamu yang akan hadir di sana.


Khan seolah bisa membaca pikiran Vefe. Dia langsung memeluk dan mengusap pipinya dengan lembut, "Jangan berpikir yang macam-macam, nanti Ve datang sebagai seorang istri pengusaha muda tampan dan juara."


"Eee malah narsis, Ve tidak percaya diri, Mas. Menghadri acara sebesar itu."

__ADS_1


"Ve harus yakin, tidak perlu menjawab pertanyaan yang Ve tidak faham, nanti Mas semua yang menjawabnya. Ve cukup ada di samping Mas, menjadi penyemangat dalam hal apapun."


"Nanti kalau ada orang yang menghina Ve bagaimana?"


"Tidak ada seorangpun yang berani menghina istri seorang pengusaha tersukses tahun ini."


"Baiklah ... Apa yang harus Ve persiapkan?"


"Gampang Mas akan mengantar Ve ke salon, membali gaun cantik, membeli tas yang bagus, sepatu dan apalagi ya?"


"Gaun Ve di lemari yang belum dipakai masih banyak, Mas. Tidak perlulah beli lagi."


"Eee harus dong, gaun yang di lemari tidak mungkin muat."


Vefe nyengir kuda sambil mengusap perutnya yang membuncit. Gaun yang ada di lemari sebagian besar gaun saat masih belum hamil. Sekarang ini tidak mungkin muat karena berbadan dua.


"Baiklah terserah Mas Khan saja."


"Pasti Ve akan menjadi yang tercantik di sana besok."


"Benar dong, Sayang. Istri Mas ini paling cantik sedunia, apalagi tidak memakai ...?" Khan tidak melanjutkan ucapannya, mulutnya sudah di tutup dengan jemari Vefe.


"Jangn katakan itu, nanti ada yang mendengar!"


"Siapa ... tidak ada yang mendengarnya kok?" tanya Khan setelah jemari Vefe tidak lagi mendekap mulutya.


"Itu ada Mpok Ria dan Pak Gun sedng masak di dapur."


Khan tersenyum sambil menggandeng Vefe menuju kamarnya yang ada di lantai atas. Waktunya membersihkan diri setelah seharian bekerja. Untuk menyegarkan badan setelah seharian berkutat dalam pekerjaan yang melelahkan.


Setelah makan malam, Khan mengajak Vefe ke butik langganan Bunda Fatia. Sudah membuat janji sebelum makan malam tadi. Di temui langsung oleh pemilik owner butik di depan pintu masuk.


"Selamat malam, Tuan dan Nona. Selamat datang di butik kami."


"Selamat malam, apakah sudah dipersiapkan pesanan kami?" tanya Khan.

__ADS_1


"Sudah ... Tuan. Silahkan dipilih. Ini koleksi edisi khusus sesuai yang Anda minta."


Khan menggandeng tangan Vefe mendekati gaun khusus ibu hamil yang menggantung dan berjajar rapi. Dengan model, warna dan ukuran yang berbeda-beda. Dari model yang sederhana sampai model yang ramai atau mewah, semua terlihat sangat elegan.


"Ayo silahkan, Sayang. Ve pilih sendiri!"


Belum sempat memilih gaun yang ada didepannya dia ingin buang air kecil, "Mas Ve mau ke kamar mandi sebentar ya."


"Oooo ya sebentar Mas tanyakan dulu kamar mandinya."


Khan mendekati owner yang sedang memerintahkan pegawainya untuk menambah koleksi gaun sesuai selera Vefe, "Bu di mana kamar mandinya, istri saya ingin ke kanmar mandi?"


"Ooo sebelah kiri kasir, Tuan."


"Terima kasih."


Sementara Vefe ke kamar mandi. Khan duduk di sofa dekat deretan etalase baju santai. Dia memilih memeriksa pekerjaan yang ada di email yang di kirim oleh Asisten Satria.


Saat umur kandungan mendekati hari melahirkan terkadang ibu hamil sering buang air kecil. Seperti Vefe saat ini, dia terkadang bisa satu jam sekali ke kamar mandi jika dalam ke adaan suhu dingin.


Hanya lima menit Vefe keluar dari kamar mandi. Jarak kamar mandi tidak terlalu jauh dari Khan duduk. Saat Vefe keluarpun Khan bisa melihatnya dengan jelas.


Baru saja keluar dari pintu kamar mandi bertemu dengan seorang wanita cantik dan seksi. Wanita memakai seragam karyawan butik. Wajahnya tidak asing bagi Vefe.


Wanita itu adalah teman SMA Vefe yang pernah menjadi idola di kelas. Wajahnya yang cantik, perpenpilan mewah. Dia termasuk anak orang kaya saat itu.


Wanita itu juga yang dulu sering membully Vefe karena Vefe anak yatim piatu. Kekasih wanita itu juga yang dulu pernah di taksir oleh Vefe. Cinta dianggap tidak sepadan karena drajat sosial yang berbeda.


Wanita itu langsung menatap tajam ke arah Vefe. Rupanya dia juga masih mengenal Vefe, "Kamu Ve, Kan?"


"Iya benar aku Ve, kamu Merry bukan?"


"Iya saya Merry, ngapain kamu di sini, kamu mau melamar pekerjaan di sini dalam keadaan hamil besar?"


"Tidak ... Saya mau belanja gaun di sini."

__ADS_1


Wanita yang bernama Merry langsung tergelak sambil bertolak pinggang, "Kamu mau beli gaun di butik ini, apakah kamu mampu?"


__ADS_2