Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 43. Juara Satu dan Dua


__ADS_3

Senyum Vefe langsung mengembang sempurna saat melihat Khan berdiri di tribun penonton. Tangannya mengepal menunjukkan semangat membara. Yang disemangati adiknya yang bahagia kakaknya.


Vefe terpana melihat Khan berpenampilan beda hari ini. Biasanya dia menggunakan celana kain dan kemeja lengan yang di lipat sampai siku. Terkadang menggunakan setelan jas dengan dengan rapi.


Saat ini Khan memakai celana jeans dan kaos distro yang pas di badan. Dia terlihat atletis dan tampan. Wajah orientalnya semakin menyempurnakan penampilan dan enak di pandang mata.


Vefe langsung berlari menuju tribun penonton mendekati Khan, "Mas ...!"


"Maaf Ve, Mas terlambat karena rapatnya molor."


"Tidak apa-apa, Mas. Apakah sekarang sudah selesai semua?"


"Alhamdulillah, hari ini Mas akan menghabiskan waktu bersama Vefe sampai kita pulang ke Jakarta."


"Ke mana Mas?"


"Ke Pasar Turi, cari oleh-oleh."


"Kemarin sudah beli kaos, Mas."


"Itu beda dong, Ve. Apakah pertandingan sudah di mulai?"


"Belum sih, Mas. Sepuluh menit lagi."

__ADS_1


Vefe berpamitan turun ke arena lagi teselah panggilan persiapan para peserta. Vefe harus mendampingi Gi dan Ji yang akan bertanding. Persiapan dilakukan lima menit sebelum bertanding.


Yang pertama bertanding adalah Ji. Dia mendapatkan lawan yang tangguh. Saling menunjukkan kemampuan masing-masing demi meraih yang pertama.


Dalam tertandingan Ji tanpa menyerah. Terus saja menyerang dan menangkis lawan. Pertandingan berlangsung selama setengah jam.


Juri mengumumkan Ji menang dengan pebedaan angka tipis dari lawannya. Hanya berselisih tiga angka Ji unggul. Ji menjadi juara umum di kategori yang diikutinya.


Gi bertanding setelah Ji selesai dan beristirahat. Kali ini lawan Gi lebih berat lagi. Kemampuan dan tendangannya sangat kuat.


Gi tetap berusaha mengimbangi lawan. Tanpa menyerah dan tanpa putus asa. Pertandingan terus berlangsung.


Setelah setengah pertandingan lebih. Saat mengimbangi pertarungan lawan, Gi terkena tendangan kaki lawan di bawah mata kaki. tepatnya kaki bagian kura-kura kaki.


Vefe mendekati Gi, "Bagaimana Gi?" tanya Vefe.


"Kaki Gi sakit sekali, Kak."


Petugas medis yaitu dokter olah raga memeriksa kaki Gi. Ada yang terkilir di kura-kura kaki. Pertarungan dihentrikan oleh dokter.


Gi ditetapkan menjadi juara dua oleh juri. Lawan Gi di tetapkan menjadi juara pertama. Walau kecewa, tetapi sudah di putuskan oleh dewan juri.


Kaki Gi masih sakit setelah diperiksa oleh dokter. Dokter memberikan obat penghilang rasa nyeri. Untuk di minum sehari dua kali pagi dan sore.

__ADS_1


Khan ikut khawatir saat melihat Gi meringis kesakitan. Penonton atau keluarga di larang mendekati sampai selesai pertandingan. Khan hanya menunggu sampai semua selesai.


Setelah selesai dan tinggal menunggu penyerahan medali dan hadiah. Khan berlari mendekati Vefe, Gi dan Ji. Mereka duduk di pinggir arena sambil menunggu penyerahan hadiah.


"Gi, coba Mas lihat!" Khan meraba kaki Gi yang terkilir.


"Anak laki-laki kuat nahan rasa sakit, 'kan?" tanya Khan sambil memegangi kaki Gi dengan kedua tangannya.


"Apa maksud Mas Khan?" tanya Gi sambil meringis.


"Kaki Gi ini ada yang ketarik uratnya, akan Mas tarik, tetapi Gi harus menahan sakit, berani?"


Gi memandang Vefe sejenak seolah hanya bertanya lewat tatapan mata. Vefe mengangguk dan tersenyum, "Iya Mas berani."


Dalam sekali gerakan menarik ke depan ada suara tulang yang tertarik. Bersamaan dengan teriakan Gi. Khan meletakkan kaki Gi perlahan di bawah.


"Coba kamu berdiri!" perintah Khan.


Gi berdiri sambil tersenyum, "Waaah Mas. Kaki Gi tidak sakit lagi!" teriaknya.


"Terima kasih, Mas." Vefe mewakili adiknya.


Khan tersenyum dan mengangguk. Gi berjalan mondar-mandir dengan riang, Tidak merasakan lagi nyeri kaki seperti tadi.

__ADS_1


Khan dan Vefe berdiri menunggu di pinggir panggung. Saat Gi dan Ji menerima medali dan hadiah juara satu dan dua, "Selamat atas kerja keras Ve. Gi dan Ji berhasil."


__ADS_2