
Khan dengan sigap membantu Vefe membersihkan pup putranya. Dari mengambil celana, pupur dan menyimpan celana yang kotor. Bahkan Khan menggendong putranya saat Vefe ke kamar mandi untuk cuci tangan.
Menggendong dan bersenadung ternyata Khan bisa juga menina bobokkan putranya. Mengikuti cara Bunda Fatia ketika menggendong cucucnya. Dengan mudah Khan bisa mengikuti trik ibunya.
Saat Vefe keluar kamar mandi, Khan meletakkan jari telunjuk di bibir. Agar Vefe tidak bersuara karena baby Aaron mulai terlelap. Vefe tersenyum, mengangguk dan mengangkat dua jempolnya.
Vefe langsung duduk di sofa mengambil alat kosmetik yang berada di tas. Membersihkan wajah dan memakai krim malam. Tidak ingin mengganggu kedekatan putra bersama papinya.
Khan meletakkan putranya di tempat tidur dengan perlahan. Baby Aaroon terlihat tenang dan tidur nyenyak. Tidak lupa diberikan guling kanan dan kiri agar lebih hangat dan aman.
Khan tersenyum duduk di samping Vefe sambil mengedipkan mata. Otaknya mulai ngeres lagi seperti semula, "Semoga tidak ada gangguan lagi kali ini."
Vefe hanya diam dan tidak menjawab ucapan Khan. Dia masih asyik dengan krim malam yang dioleskan ke wajah. Menyembunyikan perasaannya padahal dari tadi otaknya sudah terkontaminasi otak suaminya.
"Mami Sayang," bisik Khan dengan suara manja.
"Hhmm ...."
"Sudah siap untuk beraksi satu episode?"
"Memang Papi sanggup?"
"Mengapa meragukan kemampuan senjata tombak tomahawk Papi?"
__ADS_1
"Bagaima tidak meragukan? Pasti senjata tombak tomahawk Papi sudah bangun sempurna padahal belum beraksi," kata Vefe sambil melirik ke bawah diantara dua sela kaki.
"Khan langsung membuka dan menunjukkan langsung senjata itu pada Istrinya, "Iya ... Coba lihat dia sudah siap beraksi, tetapi jangan salah karena kali ini tidak akan mengecewakan Mami."
Vefe tergelak dan hanya meliriknya saja. Tangannya masih mengoles krim malam di wajah. Tidak ingin ketahuan jika otaknya juga sudah ingin beraksi.
Khan mulai bisa membaca pikiran Vefe. Matanya sudah bisa dibaca jika dia juga mulai ikut terbawa suasana, "Mami ... Ayolah! Papi tahu Mami juga menginginkan ini, 'kan?" Khan menunjuk ke bawah dengan menganggukkan kepala.
"Papi sih otaknya ngeres terus, Mami jadi ketularan deh," gerutunya asal.
Khan kembali tergelak dan menarik Vefe dalam pelukan. Mulai beraksi melakukan pemanasan perlahan saja. Dengan mencium bibirnya dengan penuh penghayatan.
Mulai dari bibir sampai mengabsen seluruh rongga yang ada didalamnya. Dilanjutkan Memberikan tanda kepemilikan di leher jenjang. Dan menysuri tengkuk bahkan di belakang telinga dengan lembut.
Kali ini Khan benar-benar membuktikan durasi satu episode full. Beraksi saling memberi dan menerima aksi tanpa jeda. Sampai keduanya di puncak nirwana bersamaan.
"Apakah boleh Papi bersambung ke episode kerdua setelah beristirahat sebentar?" tanya Khan setelah dia tumbang di samping Vefe.
"Istirahat dulu, Pi. Takutnya baby Aaron nanti terbangun."
"Jangan bilang Mami sudah capek baru satu episode saja!"
"Apa sih, Papi ini. Coba lihat sebentar lagi waktunya bangun baby Aaron!"
__ADS_1
Baru saja Vefe menduga sebentar lagi putranya bangun. Terdengar suara melengking dari tempat tidur. baby Aaron waktunya minum ASI.
"Nah ... Benarkan?"
Khan bergegas bangun dan turun dari tempat tidur, "Mami tidak perlu turun. Papi yang akan menggendong baby Aaron ke sini"
"Hhmm ...."
Pagi harinya Khan, Asisten Satria dan Mr. Kim Oen kembali mengadakan meeting. Tanpa diduga Umi Maryam mengirim pesan WA dan foto kepada Vefe. Ada tamu seorang wanita paruh baya yang berkunjung mengaku teman Vefe.
Tamu membawa sembako, peralatan sekolah dan ingin langsung bertemu dengan anak-anak. Tamunya di temani satu pemuda yang terlihat keturunan Korea campuran Indonesia.
Vefe langsung menghubungi Umi Maryam saat itu juga menggunakan ponsel. Dari kemarin Vefe masih curiga dan penasaran maksud dibalik kunjungan Nyonya Astrid.
"Sekarang Nyonya Astrid di mana, Umi?"
"Dia baru saja minta izin masuk kamar Nak Ve, sebenarnya siapa wanita itu. Umi jadi bingung karena dia menangis di kamarmu, Nak?"
BERSAMBUNG
jangan lupa mampir di novel teman author yang rekomen banget ini ya, seru lo ceritanya sambil menunggu KKJ up besok
__ADS_1