
Bunda Fatia dan Umi Maryam yang paling tenang saat baby Aaron terus saja rewel. Suhu badannya mencapai 38 derajat panasnya. Diberikan ASI menolak, selalu mewel dan tidak turun dari gendongan.
Berpindah dari gendongan satu ke gendongan yang lain. Khan dan Ayah Jose selalu mengikuti gerakan orang yang menggendong baby Aaron. Mereka bertujuan menghibur dan mengajak berbincang bayi yang lagi rewel.
AyahJose masih memeluk guling sambil berbincang dengan baby Aaron. Khan terkadang mengelus kepala putranya saat dia sedang rewal. Selalu mengikuti siapapun yang menggendongnya.
Setelah setengah jam baby Aaron tidak kunjung tenang. Bunda Fatia baru menyadari jika Ayah Jose hanya mengenakan celana pendek saja. Setelah baby Aaron berpindah gendongan ke Umi Maryam.
"Opa mengapa dari tadi tidak menyadari hanya memakai kolor saja?" tanya Bunda Fatia dengan suara yang sedikit keras.
Dengan ajaib baby Aaron berhenti merengek dan menengok Bunda Fatia, "Eee cucu Oma mau lihat Opa pakai kolor saja ya, Tuuuh lihat peluk guling segala lagi!" Cerita Bunda Fatia berbincang dengan cucunya.
"La iya ya ... Papi juga tidak memperhatikan penampilan Opa, semua panik karena putra Papi sakit. Opa sana pakai baju dulu!" Khan juga ikut mengajak berbincang dengan putranya.
Seolah baby Aaron mengerti apa yang diucapkan oma dan papinya. Matanya melihat sekeliling dan memperhatikan orang yang mengelilinya. Bibirnya menyunggingkan senyuman yang membuat keluarga lega dan bahagia.
Mpok Ria datang dengan membawa air hangat dan handuk kecil. Untuk membantu menurunkan suhu tubuh yang harus di kompres sesuai petunjuk dokter. Baby Aaron dikompres sambil diajak berbincang dengan riang.
Hampir satu jam berlalu mereka menghibur baby Aaron. Sedikit demi sedikit suhu tubuhnya turun. Apalagi setelah dia mendapatkan asupan gizi dari ASI yang sebelumnya Vefe minum obat penurun panas.
__ADS_1
Saat ini Keluarga berkumpul di ruang keluarga. Mereka semua masih terjaga berbincang sambil menemani baby Aaron yang masih belum bisa terlelap. Padahal waktu menunjukkan hampir sepertiga malam.
"Tidak ngantuk, Nak. Kasihan para Oma dan Opa sudah mulai mengantuk, yuk bobok!" ajak Vefe pada putranya.
Tangan baby Aaron meraih pipi Vefe dan membuka mulutnya sambil sedikit menjulurkan lidahnya, "Sayang haus lagi. Ayo kita bobok!"
"Ayo semua bobok lagi, terima kasih Oma dan Opa, Aaron mau bobok dulu," pamit Khan kepada semua.
Sampai menjelang pagi baby Aaron baru bisa terlelap. Bahkan sang papi yang terlelap terlebih dahulu. Sedangkan baby Aaron dan Vefe masih berbincan sambil menikmati ASI.
Saat matahari mulai mengintip dibalik mega. Vefe dan baby Aaron masih terlelap dalam mimpi indah mereka. Mulai Khan mandi berganti baju dan memakai baju sendiri tanpa bantuan istri. Istri dan putranya masih belum terjaga dari mimpi indahnya.
"Aaron dan maminya belum bangun, Nak?" tanya Umi Maryam.
"Belum Umi, mereka menjelang pagi baru bisa tertidur."
"Bagaimana dengan suhu tubuh Aaron?"
Khan menepuk jidatnya sendiri. Lupa tidak memeriksa suhu tubuh putranya. Hanya melihat putranya tertidur lelap merasa tenang dan bersyukur, "Auuuh ... Khan tidak memeriksa Aaron, Umi."
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Nak. Kalau dia sudah terlelap dengan tenang kemungkinan besar suhu tubuhnya sudah normal."
Bunda Fatia yang baru keluar dari kamar mendengar perbincangan Khan dan Umi Maryam langsung menyahut, "Sebaiknya di periksa dulu, Khan. Bunda tidak akan merasa tenang jika belum memeriksa langsung!"
"Baik ... Ayo Bunda kita ke kamar saja, Umi ayo ikut juga!"
Mereka bertiga masuk kamar Khan perlahan. Agar tidak membangunkan Vefe dan baby Aaron. Bunda Fatia langsung memeriksa suhu tubuh baby Aaron dengan memegang dahi dan tangannya, "Sudah dingin," kata Bunda Fatia dengan berbisik.
Ayah Jose datang dengan suara keras memanggil Bunda Fatia sambil berlalari masuk kamar Khan, "Bunda ....!" teriaknya.
Dengan spontan baby Aaron kaget dan langsung terbangun dan menangis dengan kencang. Vefe juga langsung bangun dan terduduk seketika. Membuat Bunda Fatia dan Khan berteriak juga memarahi Ayah Jose, "Ayaaah ...!"
"Maaf ... Ayah kira sudah terbangun semua."
BERSAMBUNG
Jangan lupa mampir ya shobat, di novel teman author yang rekomen banget ini, sambil menunggu KKJ up besok, terima kasih.
__ADS_1