
Vefe sampai membelalakkan matanya melihat ada Khan di tribun penonton. Seolah dia tidak percaya dan seperti mimpi. Antara Jakarta dan Surabaya bukan jarak yang dekat jika hanya sekedar untuk menonton pertandingan.
Vefe sampai menggosok matanya berkali-kali hampir tidak percaya. Saat melihat laki-laki berwajah oriental yang tersenyum dengan mengepalkan tangan tanda semangat.
Setelah memeluk Gi dan Ji sambil memberikan semangat. Mereka bergabung dengan peserta yang lain. Vefe langsung berlari menuju tribun menemui Khan. Tangannya melakukan tos khas perguruan silat.
"Mengapa Mas ada di sini?" tanya Vefe duduk di samping Khan.
"Ve lupa Mas asli arek Surabaya?"
"Ooo ... Jadi Mas Khan sedang pulang kampung?"
"Tidak juga, Mas sedang bertemu teman bisnis."
Ada panggilan peserta yang akan segera bertanding di perempat final. Vefe harus segera bergabung dengan peserta. Harus mempersiapkan meereka untuk pertandingan.
"Maaf Mas, Vefe tinggal dulu ya, mereka akan segera bertanding, doakan yang terbaik untuk mereka!"
"Tentu Ve. Semoga menjadi juara dan pulang membawa nama harum perguruan dan panti asuhan."
__ADS_1
Terima Kasih."
Vefe berlari turun dari tribun penonton. Kembali bergabung dengan peserta yang akan segera bertanding. Mempersiapkan mereka sesuai arahan dan peraturan. Sambil mengawasi jalanya pertandingan.
Sampai jam istirahat tiba, Khan masih setia dan duduk menunggu Vefe. Siang ini Gi dan Ji masuk semi final. Pertandingan akan di lakukan besok lagi. Setelah istirahat siang ada pertandinga di kelas dan cabang yang berbeda.
Vefe, Gi dan Ji bisa beristirahat dan kembali ke penginapan. Mereke mendekati Khan untuk bermapitan, "Mas Khan, untuk saat ini kami akan beristirahat, karena pertandingan semi final akan dilanjutkan besok pagi."
"Penginapan kalian di mana?" tanya Khan.
"Ada di belakang stadion ini, Mas."
"Bagaimana kalau kita makan dan jalan-jalan dulu baru beristirahat?"
Khan langsung berdiri dan mengajak keluar dari stadion. Untung Khan membawa mobil perusahaan, "Kita mau ke mana, Mas?" tanya Gi dengan antusias.
"Terserah sang Pelatih, hari ini kita mengikuti perintahnya." Khan menjawab sambil melirik Vefe.
Vefe juga melirik Khan, pandangan mata beradu sejenak. Netra mereka saling menatap tanpa kata. Tidak ada yang tahu artinya kecuali hati yang bicara.
__ADS_1
"Kak Ve, kita mau ke mana?" tanya Ji.
"Ikut Mas Khan saja, Kak Ve tidak faham daerah sini."
"Baik ... Mas berikan pilihan silahkan pilih salah satu, Bonbin, Tugu Pahlawan, Water Park atau pantai?"
Gi dan Ji kompak menjawab, "Water Park."
"Ok sepakat kita ke Water Park."
Sampai di parkiran Khan membukakan pintu mobil bagian depan untuk Vefe. Membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Gi dan Ji. Khan langsung melajukan mobilnya menuju Water Park Kenjeran.
Sampai di sana Khan membeli tiket masuk untuk empat orang. Gi dan Ji langsung tersenyum melihat water park dengan konsep istana di negeri dongeng. Memiliki berbagai macam wahana permainan air yang seru.
Gi dan Ji langsung mencoba wahana dari kolam arus. Vefe hanya melihat mereka dengan tersenyum. Khan lebih memilih mencuri pandang Vefe berkali-kali.
"Ve mau ikut mereka bermain atau duduk di sana ada gazebo?" tanya Khan saat ketahuan dia mencuri pandang.
"Duduk saja yok, Mas. Panas banget!"
__ADS_1
"Baiklah ayo!" Tanpa sadar Khan mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Vefe menuju gazebo.
Dan anehnya Vefe menerima ukuran tangan Khan bergandengan tangan. Vefe baru sadar setelah sampai depan gazebo, "Eee mengapa Mas menggandeng tangan Vefe?"