Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 162. Cerita Nyonya Astrid


__ADS_3

Vefe tidak bisa langsung pulang ke panti auhan. Di samping jarak antara Jakata Pusat dan Jakarta Timur lumayan jauh. Pasti akan macet dan tidak mungkin bisa bertemu atau bertanya langsung kepada Nyonya Astrid.


Vefe hanya bisa berpesan kepada Umi Maryam. Untuk menanyakan ada misteri apa dibalik tangisan beliau di kamar. Sikap wanita itu dari kemarin selalu membuat penasaran.


Umi Maryam perlahan masuk kamar memperhatikan Nyonya Astrid. Dia duduk bersimpuh dibawah tempat tidur dengan memeluk figura foto Vefe. Air matanya terus mengalir membasahi pipi bak air hujan yang membasahi bumi.


"Nyonya ...?"


"Maafkan saya, Ses."Nyonya Astrid langsung memeluk Umi Maryam dengan menangis tersedu-sedu.


Lebih dari sepuluh menit Nyonya Astrid menangis dalam pelukan Umi Maryam. Hanya bisa memberikan dukungan dengan mengusap pundaknya. Untung Lee Kim Oen sedang berbincang dengan anak-anak panti yang ada di halaman belakang.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Umi Maryam setelah Nyony Astrid melepaskan melukannya.


"Maaf ...." Nyonya Astrid berkali-kali menghapus air mata.


"Tidak apa-apa, katakanlah ada apa?" Kembali Umi Maryam bertanya.

__ADS_1


Nyonya Astrid mengeluarkan tiga foto dalam tasnya. Foto yang pertama adalah foto seorang laki-laki muda yang wajahnya persis seperti Vefe. Jika diperhatikan sepereti melihat Vefe versi laki-laki.


"SIapa dia?"


Nyonya Astrid kembali terisak memandangi foto yang dipegang Umi Maryam. Sambil mengambil napas panjang dan menghembuskan perlahan. Nyonya Astrid bercerita, "Dia kekasih saya sebelum menikah dengan Daddy-nya Lee."


"Di mana dia sekarang?" tanya Umi Maryam.


Nyonya Astrid bercerita dulu setelah lulus SMA memiki kekasih. Kekasihnya adalah kakak kelas dan menjalin hubungan selama dua tahun. Berencana akan menikah setelah kekasihnya diterima bekerja disebuah perusahaan ternama.


Hanya sayangnya dalam berhubungan Nyonya Asttrid dan sang kekasih terlalu jauh. Dia hamil sebelum janur kuning melengkung di depan rumah. Padahal hubungan keduanya belum direstui oleh orang tua.


Saat itu orang tua Nyonya Astrid menjodohkan dengan putra sahabat mereka dari Korea Mr. Kim Oen. Pengusaha yang mulai bersinar pada waktu itu. Pilihan jodoh orang tua sudah mapan dibanding kekasihnya.


Sampai umur kandungan tujuh bulan belumjuga terungkap. Tanpa di duga saat mereka sedang berjalan berdua menggunakan mobil pribadi. Mereka mengalami kecelakan di pertigaan lampu merah.


Kekasih Nyonya Astrid meninggal dunia di tempat. Nyonya Astrid terpaksa melahirkan prematur. Sangat membuat kaget keluarga karena melahirkan sesaat setelah kecelakaan.

__ADS_1


Saat itu orang tua sangat marah karena kehamilan di luar nikah. Sesaat setelah melahirkan orang tua mengatakan bayi perempuan yang dilahirkan meninggal dunia. Dan lebih parah lagi ayah kandung dan Mr. Kim yang telah membuang bayi tiga hari setelah lahir.


Tiga tahun setelah peristiwa itu akhirnya Mr. Kim berhasil meyakinkan Nyonya Astrid menerima perjodohan. Di samping karena mengetahui latar belakang kejadiann itu. Mr. Kim sangat mencintai Nyonya Astrid sejak pandangan pertama.


Satu bulan lalu Mr. Kim mengaku telah membuang putrinya di sebuah kontrakan dekat panti asuhan Bunda. Mr. Kim itu mengaku setelah melihat tayangan wawancara Khan dan Vefe saat menjadi pemenang pengusaha muda terbaik. Bayi yang baru berumur tiga hari itu di letakkan di teras.


Mr. Kim merasa bersalah karena melihat wajah Vefe yang sangat mirip dengan ayah kandungnya. Dia mengaku kepada istri dan putranya akan membantu mencari tahu kebenaran putri yang dibuang itu dengan cara memberikan kesempatan untuk bertemu langsung.


Selama sebulan kemarin juga Nyonya Astrid dan putranya Lee Kim Oen mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang Vefe dan Khan. Setelah merasa yakin baru mereka terbang ke Indonesia untuk bertemu. Hanya sayangnya karena merasa sangat bersalah keluarga itu tidak ada yang berani berterus terang kepada Vefe.


"Mengapa Anda tidak berani berterus terang kepada putri Anda sendiri?" tanya Umi Maryam setelah Nyonya Astrid selesai bercerita.


"Saya tidak berani karena takut dia tidak mau memaafkan kami, kesalahan kami terlalu besar."


"Kemudian siapa lagi dua foto ini?" tanya Umi Maryam.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa mambir shobat di novel teman author yang rekomen banget ini, sambil menunggu KKJ up lagi besok



__ADS_2