Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 82. Khan Pingin Nikah, Bun!


__ADS_3

Keesokan harinya Doni Prawira datang berkunjung ke perusahaan Khan. Bertemu dengan Khan dan Asisten Satria. Ingin menceritakan tentang yang di lakukannya kemarin bersama Sania Parwati.


"Apa yang terjadi setelah saya pergi, Tuan Doni?" tanya Asisten Satria.


"Aku melakukan uji kelayakan pada pemilik kafe Sanpar itu."


Khan membelalakkan matanya kenal betul siapa Doni Prawira. Laki-laki casanova yang sering berganti pasangan. Apalagi saat bertemu wanita karir yang cenderung hidup bebas, "Maksudnya kamu membawa Dia ke tempat tidur?" tanya Khan.


Doni Prawira mengangguk sambil tersenyum devil. Asisten Satria ikut kaget dan bingung. Doni Prawira langsung menjelaskan dengan detail karena melihat wajah Asisten Satria yang merasa bersalah.


"Kamu jangan merasa bersalah Satria, aku bisa menilai wanita seperti apa Sania sebelum aku menguji kelayakan dia."


"Saya tidak faham maksud Anda, Tuan?"


"Dari pertama bertemu aku sudah bisa menilai dia adalah wanita bebas, dari lingkungan pergaulan dan konsep kafe saja itu sudah bisa di tebak."


"Bagaimana cara kamu mengajak di ke tempat tidur?" tanya Khan.


"Aku hanya memberikan obat sedikit di minuman dia."


"Maksud Anda, obat untuk menambah ...?" Asisten Satria belum sempat melanjutkan ucapannya langsung dipotong oleh Doni Prawira, "Jangan berpikir negatif dulu, Satria!"


Asisten Satria masih bingung dengan pola pikir sahabat dari tuannya. Pasti akan merasa sangat berdosa jika karena dirinya Sania Parwati terperdaya oleh Doni Prawira. Walaupun ucapannya pedas tetapi Asisten Satria orang yang memiliki pendidikan agama yang kuat.


"Obat yang aku berikan hanya akan menambah daya tahan tubuh lebih fit saja, jika orang yang minum mempunyai iman yang kuat dia masih bisa menahan keinginnya untuk tidak melakukan itu." Doni Prawira memberikan keterangan lagi.


"Jadi apa yang terjadi kemarin malam, Don?" tanya Khan penasaran.


"Ya aku terus terang bahwa aku tertarik padanya, aku sudah memberikan kesempatan untuk dia meninggalkan kamar yang aku pesan tetapi ...!" Doni Prawira tidak melanjutkan ucapannya,


"Tetapi apa, Tuan?" tanya Asisten Satria juga ikut penasaran.


"Dia sendiri yang menarikku dalam pelukannya, bahkan dia yang tidak bisa menahan diri dan mengajak bercinta sampai tiga ronde."


"Tiga ronde, gila benar. Berarti kamu yang mengmbil virginnya dia?" tanya Khan lagi.


"Enak aja, kagak Khan. Dia sudah bolong los dol saat kami melakukan pertama kali."


Asisten Satria membelalakkan matanya karena kaget. Bayangannya Sania Parwati salah satu wanita yang bisa menjaga kehornatan sendiri. Ternyata prediksinya salah, berarti Sania Parwati seperti kebanyakan wanita yang hidup bebas diluar sana.


"Jadi kalian melakukan suka sama suka?" tanya Khan lagi.

__ADS_1


"70% ya dan 30% karena obat itu." jujur Doni Prawira.


Pikiran Khan jadi terkontaminasi oleh kelakuan Doni Prawira. Dia tersenyum devil sendiri membayangkan berdua bersama kekasih hati. Hanya saja yang di pikiran Khan ke MP bukan yang lain.


Asisten Satria bisa membaca pikiran tuannya. Dia bergegas berbisik di telinganya, "Tuan, di halalkan dulu baru boleh berpikir macam-macam,"


Khan tergelak dan memukul pundak Asisten Satria, "Kamu tahu aja!"


"Ingat dosa, Tuan."


"Iya aku tahu, aku tidak membayangkan seperti yang dilakukan Doni."


"Apa yang Anda pikirkan, Tuan?"


"MP ...." Khan hanya nyengir kuda sambil menjawab dengan jujur.


Doni Prawira yang mendengar obrolan Khan dan asistennya langsung bertanya, "Kamu sudah mendapatkan jodoh seperti yang kamu idamkan, Bro?"


"Ya aku sudah menemukan bidadari langsung datang dari surga," jawab Khan sekenanya.


"Beruntung sekali, apakah masih ada stok satu untukku?" tanya Doni Prawira.


"Tidak ada, kalau kamu ingin gadis baik-baik jangan kamu cari di club malam seperti yang kamu lakukan saat ini, pergilah ke tempat ibadah atau tempat orang bekerja keras." Khan yang berani memberikan nasehat.


"Nanti saja, Bro. Aku masih pingin bebas."


"Ingat umur, Bro."


Doni Prawira hanya terkekeh umurnya yang lebih tua dari Khan dua tahun, tetapi masih ingin bebas. Apalagi setelah bercinta dengan Sania Parwati. Ingin rasanya beremu dengan dia lagi.


"Aku masih ingin kembali bersama pemilik kafe itu, oya ... Jangan khawatir mulai saat ini tidak mungkin dia akan mengganggumu lagi, Bro."


"Kamu bisa menjamin itu?" tanya Khan penasaran.


"Aku selalu mempunyai dokumen pribadi tentang aksiku bersama seorang wanita, jika dia bertingkah katakan saja jika kalian mengetahui."


"Gila kamu, Bro!" teriak Khan.


Khan termenung sendirian setelah Doni Prawira berpamitan pulang. Asisten Satria berada di kantornya sendiri. Khan masih teringat aksi Doni Prawira dan Sania Prawira.


Sekarang ini sangat merasa bersyukur tidak berjodoh dengan wanita itu. Khan baru mengetahui kehidupan pribadi dia dari Doni Prawira. Jika dia sudah los dol berarti selama ini benar selalu menghindar darinya.

__ADS_1


Khan tersentak kaget saat ada suara nitifikasi ponsel masuk. Bunda Fatia menghubungi langsung dari Mekah. Bunda Fatia mengabarkan tiga hari lagi akan pulang dan langsung menuju Jakarta.


Mereka melakukan VC bertiga, bersama Ayah Jose, "Bun ... Cepat pulang!" teriak Khan penuh semangat.


"Ada apa, Nak?" tanya Ayah Jose.


"Apakah Khan merindukan Bunda?"


Khan menggelengkan kepala sambil tersenyum, "Khan pingin nikah, Bun!"


Ayah Jose dan Bunda Fatia tergelak mendengar ucapan putranya, "Alhamdulillah, doa Bunda terkabul."


"Khan sudah yakin dengan gadis yang kemarin itu?" tanya Ayah Jose.


"Sangat yakin, Ayah. Khan hanya akan menikah dengan Vefe saja, selain dia Khan tidak mau."


"Baiklah ... Tunggu Bunda dan Ayah datang, Khan pingin dibawakan apa dari Mekah?"


Khan teringat dengan Mbah Kakung guru besar di pondok yang ada di desa. Ayah kandung dari Bunda Fatia yang sering dipanggil Kung Haji. Sebelum beliau meninggal dunia dulu pernah bercerita ingin sekali memegang atau memiliki kain Kiswah saat naik haji.


Kain penutup ka'bah yang bersulamkan benang emas. Yang setiap tanggal 9 Zulhijah atau Idul Adha akan diganti. Khan ingin mewujudkan keinginan beliau walaupun sekarang beliau sudah tidak bersamanya lagi.


"Khan ingin mendapatkan kain Kiswah untuk mewujudkan impian Kung Haji, apakah bisa Bunda mendapatkan itu?"


"Itu sangat sulit, Nak biasanya kain Kiswah akan di potong dan dibagikan untuk sovenir petinggi negara yang berkunjung ke Mekah," jawab Bunda Fatia.


"Ayah punya teman keluarga kerajaan yang berprofesi sebagai pengusaha, coba nanti Ayah tanyakan pada beliau."


"Terima kasih, Ayah. Semoga berhasil."


"Aamiin."


"Apalagi selain itu, Bunda ingin membelikan untuk calon istri Khan, apa kira-kira?"


"Apakah bisa belikan perhiasan emas dari sana untuk mas kawin, Bun?"


BERSAMBUNG


Yok mampir di novel teman, ini seru lo, sambil menunggu KKJ up lagi


__ADS_1


__ADS_2