Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 166. Berdiskusi Sambil Beraksi


__ADS_3

Khan tersenyum melihat Vefe bingung sendiri. Dia melihatnya tidak memakai kemeja dan jas. Mudusnya hampir berhasil karena sesaat Vefe hampir percaya.


"Tunggu dulu, Papi!" teriak vefe.


"Ada apa sih, Mi?"


"Tidak mungkin deh Mami membuka baju Papi."


"Megapa tidak mungkin?"


"Otak Mami tidak ngeres seperti Papi, apalagi Mami sedang mikirin teman bisnis Papi tadi."


Khan tergelak menarik Vefe dalam pelukannya. Menciumi kening dan pipinya berkali-kali. Tujuan agar dia tidak melamun dan termenung berhasil.


"Tidak ada bedanya siapa yang buka baju, yang penting Mami mendapatkan hak, dukungan dan kasih sayang senjata tomahawk Papi."


"Eee tunggu dulu, Mami tidak meminta hak itu, Papi jangan memutar balikkan fakta ya, dasar modus!"


Sambil mengedipkan mata, Khan memandangi wajah Vefe dengan penuh cinta. Berusaha keras agar dia melupakan sejenak kesedihan karena identitas telah terkuak.


"Sudah tenang sekarang?" tanya Khan mulai mengajak bicara dengan serius.


"Vefe masih syok, Papi. Semua serba mendadak."


"Papi juga baru tahu sekarang ini, Mami Sayang. Namun Mami harus mulai berpikir di sisi mereka."


"Maksudnya apa, Pi?"

__ADS_1


"Menurut cerita dari Mr. Kim Oen tadi, Nyonya Astrid juga korban, Beliau tahu tentang Mami setelah mereka melihat tayangan kita saat wawancara waktu itu."


"Jadi Mami harus bagaimana dong, Pi?"


"Mami harus ini dulu deh," Khan langsung membimbing tangannya untuk bermain pada senjatanya.


"Aaaagh ... nanti dulu tentang ini. Dilarang modus sebelum memberikan solusi."


Kembali Khan menarik dan membawa tangan Vefe untuk bermain di sana, "Ini yang Papi maksud, Mami. Ini terapi yang paling ampuh untuk Mami agar tidak bersedih, hati puas apalagi Mami yang memimpin permainan."


"Eee arahnya ke situ lagi!" protes Vefe dengan kesal.


"Sekarang ini waktunya untuk ikhlas, Mami Sayang. Ada mereka ataupun tidak yang pasti kita tetap bahagia, apalagi ada mereka, keluarga kita akan semakin bahagia karena di kelilingi keluarga yang sangat menyayangi kita."


"Tetapi Mami rasanya belum siap untuk bertemu mereka, Papi."


"Eeee ...."


Khan terus saja menghubungkan semua pestiwa dengan senjata tombak tomahawk. Tidak nyambungpun terus di usahakan agar seolah ada hubungannya. Jadinya berdiskusi sambil beraksi berhasil Khan lakukan.


Khan berhasil beraksi sekali walaupun seolah Vefe melakukan dengan setengah hati. Rasa dan indanya saat sampai puncak nirwana sama. Hanya saja Vefe seolah pikirannya tidak sejalan dengan aksinya.


Sampai tengah malam telah berlalu. Vefe tetap gelisah dan tidak bisa memejankan mata. Cerita Mr. Kim Oen selalu terbayang dipelupuk mata.


Khan hanya bisa megajak Vefe bercerita bercanda atau memeluknya. Hatinya terus saja resah dan gelisah tanpa akhir. Saat berada di tempat tidur Vefe menjadi serba salah dan mencari posisi yang enak, tetapi tidak mendapatkannya.


"Papi ...!"

__ADS_1


"Ya Mami, Sayang."


"Apakah Mami boleh menghubungi Bunda Fatia?"


"Tentu saja, di sana pasti pagi hari, Mami bisa leluasa curhat dengan Bunda."


Khan langsung menghubungi Bunda Fatia dengan VC saat itu juga. Saat VC tersambung Khan memakai baju tidur, tetapi kencing tidak ada yang di pasang. Sengaja menunjukkan kemesraan pada Bunda.


"Khan menghubungi Bunda mau pamer kemesraan?"


Vefe langsung melihat ke kamera dan memandangi wajah Bunda Fatia. Bunda kaget melihat mata Vefe terlihat sebab dan bengkak karena menangis, "Nak Ve habis menangis?"


Vefe hanya mengangguk dalam pelukan Khan. Bunda Fatia mengira Khan yang membuat Vefe menangis, "Khan, kamu apakan putri Bunda sampai matanya bengkak karena menagis begitu?"


Khan mengerucutkan bibirnya kesal, "Bunda ini main tuduh aja, mana ada menyakiti tetapi terus dipeluk begini!"


"Terus kenapa Nak Ve menangis?"


Khan menceritakan tentang kemunculan orang tua Vefe. Mendadak mereka datang dan meminta maaf. Menunggu sampai Vefe mau memaafkan dan mau menerima mereka kembali.


"Nak Ve harus ikhlas, jangan berpikir macam-macam."


"Ve mohon Bunda datang ke sini, Ve sangat membutuhkan Bunda!"


BERSAMBUNG


yok mampir di novel teman author yang rekomen banget ini sambil menunggu KKJ up lagi besok, terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2