Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 135. Ngidam Dewi


__ADS_3

Gio hanya nyengir kuda saat dicurigai oleh Khan mengikuti mereka. Dalam hati sebenarnya penasaran dengan teman satu kelas yang dulu di bully habis-habisan. Namun sudah diwanti-wanti oleh pamannya yaitu Pak Bowo dilarang mengusik istri dari tuannya.


"Apakah perlu bantuan untuk memenuhi kebutuhan Nyonya, Tuan?" tanya Gio agar bisa bebincang dengan Vefe.


"Tidak perlu alasan, aku tahu kamu dulu satu sekolah dengan istriku, tidak perlu gede rasa dan sok kecakepan. Istriku ilfil sama kamu."


Gio hanya nyengir kuda saat mendengar suara tegas Khan. Awalnya masih penasaran dengan gadis yatim piatu itu yang sangat beruntung nasibnya. Dulu dia sangat memujanya walaupun selalu di bully sampai dia rendah diri.


Sekarang nasibnya seperti diputar bak roda vespa yang dipakainya. Hanya bedanya gadis itu tidak mau membalasnya. Ingin berbincang dan meminta maaf agar tidak merasa bersalah.


"Saya hanya mau minta maaf, Tuan."


"Tidak perlu ... Sana kamu pergi, jangan sekali-kali kamu menemui istriku!"


Khan langsung naik mobil dan menutup pintu mobil dengan suara keras. Langsung melajukan mobilnya meninggalkan Gio yang masih berdiri terpaku. Niatnya ingin menyapa gadis yang dulu pernah menyukainya.


"Maaf ya, Mas. Ve membuat Mas kesalkah?"


"Bukan Ve yang membuat Mas kesal, tetapi si security itu."

__ADS_1


"Kalau tidak marah tersenyum dong, jangan cemberut begitu hilang gantengya!"


Khan langsung menunjukkan deretan gigi yang putih dan bersih. Sambil mengusap kakinya yang di pangku dan diurut memakai tangan kiri, "Ve jangan temui si security itu ya?"


"Iya ... Mas."


Sampai rumah hampir pukul sebelas malam. Pak Gun dan Mpok Ria sudah menyambut dengan air hangat yang sudah dipersiapkan di ruang keluarga, "Di rendam sebentar kakinya, Nona. Jangan sampai besar bengkaknya!"


"Terima kasih, Pak Gun."


Baru Vefe duduk dan memasukkan kakinya di dalam baskom yang berisi air hangat ditambah sedikit garam. Ada suara pintu di buka oleh Pak Bowo dengan dua laki-laki mantan bujang lapuk. Mereka datang tanpa membawa istri masing-masing.


"Walaikum salam."


"Jam segini ngapain kalian ke sini?" tanya Khan dengan jutek.


"Santai dong, Bro. Aku ada perlu sedikit," jawab Wahono sambil duduk di ruang tamu.


"Perlu apa?"

__ADS_1


"Dia datang dengan misi khusus dari istrinya," cetita Aan.


"Katakan tidak perlu berbelit-belit!" perintah Khan lagi.


"Istriku Dewi sekarang sedang hamil lima minggu, dia sedang ngidam sekarang," cerita Wahono.


Khan mengerutkan keningnya tidak memahami ngidam istrinya dengan berkunjung malam-malam ke rumah, "Apa hubungannya ngidam istrimu dengan bertamu ke rumahku hampir tengah malam begini?"


Wahono bercerita sudah hampir tiga hari ini Dewi istrinya selalu mempunyai keinginan yang aneh-aneh. Kemarin dia ngidam pingin mengusap kepala seorang laki-laki yang tidak memiliki rambut alias gundul. Bisa dituruti karena ada anggota yang sedang berlatih tinju rela diusap oleh Dewi.


Yang kedua, Dewi ngidam ingin melihat dan berfoto dengan ikan lumba-lumpa. Wahono mengajak Aan dan Kak Mur untuk berwisata di Ancol. Mereka melihat pertunjukan ikan lumba-lumba dan bisa berfoto bersama.


Yang ke tiga ini yang paling sulit di penuhi oleh Wahono. Ibu hamil muda itu mengingnkan Wahono mengusap perut Vefe. Dewi beralasan agar bayi yang dalam kandungan nasibnya akan beruntung jika sudah mengusap perut Vefe.


Wahono meminta izin kepada Khan untuk mengusap perut Vefe. Harus di foto sebagai bukti jika tangan Wahono memegang perut Vefe, "Tolong izinkan ya, Bro!"


Khan langsung kesal dan emosi, tadi kesal gara-gara si security Gio dan pacarnya Merry. Sekarang Wahono membuat Khan tambah emosinya naik sampai ubun-ubun. Jangankan dielus perutnya oleh laki-laki, dipandang oleh Gio saja di larang.


Dulu dengan Daniel yang dianggap saudara oleh Vefe, Khan cemburu. Sekarang laki-laki yang hanya berstatus sahabatnya ingin menyentuh perut. Pikiran dan otak Khan sudah berpikir jika Wahono akan berpikir macam-macam.

__ADS_1


"Kamu mau mati ditanganku berani menyentuh perut istriku?" teriak Khan tidak terima.


__ADS_2