Khan, Kamulah Jodohku

Khan, Kamulah Jodohku
Bab 136. Menyelesaikan Masalah tanpa Masalah


__ADS_3

Khan tetap tidak rela istrinya di sentuh oleh Wahoono. Jangankan di sentuh dilihat dengan tatapan kagum saja tidak rela. Dengan alasan ngidam dan jika tidak dituruti nanti bayi ileranpun tetap tidak mengijinkan.


Wahono sudah berkali-kali memohon kepada Khan. Demi istri dan calon bayi yang masih di dalam perut rela melakukan apapun. Bahkan ibaratnya dia rela mati di tangan Khan.


Keduanya tidak ada yang mau mengalah. Sampai Aan mengambil jalan tengah, "Tunggu ... sebaiknya diambil jalan tengah!" teriak Aan.


"Apa maksudmu ambil jalan tengah?" tanya Khan.


"Lebih baik tanyakan langung kepada Nona Ve," jawab Aan.


Khan langsung tersenyum devil sambil melirik Vefe. Tidak mungkin dia mau di sentuh oleh mantan bujang lapuk. Dari sejak pertama bertemu dingan Wahono, Vefe tidak menyukai penampilannya yang yentrik.


Vefe yang dari tadi diam saja dan hanya mendengarkan suami dan sahabatnya berdebat. Sebenarnya berkali-kali dia sudah memberikan kode dengan menggelengkan kepala. Namun mereka sibuk dengan mempertahankan ego dan keinginan masing-masing.


"Nona ... izinkan aku mengelus perut Anda, please!"


Vefe langsung melipatkan kedua tangannya di dada, "Maaf ... Cak, bagi Ve ridho suami adaah segalanya. Jika Mas Khan tidak mengizinkan, Ve juga tidak."


"Istri sholeha, Alhamdulillah." Khan mendekati Vefe langsung mengecup keningnya.


Suasana semakin panas saat Wahono tetap memohon kepada Khan. Pak Gun mulai khawatir saat melihat Wahono semakin frustasi. Takut Wahono tidak terkendali karena tidak berhasil meyakinkan Khan dan Vefe.


Pak Gun berlari memanggil Asisten Satria yang ada di rumah sebelah. Dia sudah tertidur pulas saat di gedor pintunya oleh Pak Gun. Berharap Asisten Satria bisa mengatasi masalah tanpa masalah.

__ADS_1


Sambil berjalan setengah berlari, Pak Gun menceritakan masalah Dewi yang ngidam. Khan yang tidak mengizinkan istrinya di sentuh oleh orang laki-laki. Sampai Wahono yang terus memohon agar diizinkan permohonannya.


Sampai di ruang tamu, mereka melihat Khan semakin emosi. Khan bahkan sudah mengangkat tangannya. Untuk memberikan bogem mentah kepada Wahono yang terus memohon.


"Tunggu ... Tuan!"


Khan menarik tangannya tidak jadi menukul Wahono yang pasrah, "Ada apa?"


"Saya punya solusi untuk menyelesaikan masalah ini, sebainya silahkan Anda duduk dulu, Tuan!"


"Cepat katakan sebelum aku mencincang dia!" perintah Khan.


"Mas Bule, tahan emosinya!" Vefe juga ikut berteriak.


"Cak Wah ... Apakah Dewi itu tipe ibu-ibu rempong yang melek teknologi?" tanya Asisten Satria.


"Dewi menggunakan semua media sosial yang ada, tetapi diasering tertipu oleh oknum yang memanfaatkan keluguan dan ke-soktahuan dia."


"Berarti dia tidak bisa membedakan foto editan dan foto asli?" tanya Asisten Satria lagi.


"Tidak bisa ...."


"Ok, Tuan mohon izin mengambil foto Nona!"

__ADS_1


Khan melihat Vefe sambil memeluknya dari samping, "Bagaimana, Sayang?"


"Silahkan asal Ve didampingi sama Mas."


"Silahkan ambil foto kami berdua, Sat!"


Asisten Satria mengambil foto vefe dan Khan dai depan tetapi posisi pojok kiri. Dia mengarahkan agar mata mereka terfokus pada perut Vefe. Tidak lupa memberikan senyuman yang manis agar terlihat natural.


"Sekarang gantian Cak Wah silahkan berpose berdiri!" perintah Asisten Satria.


Asisten Satria memerintahkan Wahono untuk berdiri. Tangannya seolah mengusap sesuatu padahal hanya mengusap udara. Asisten Satria mengambil foto Wahono berkali-kali.


Hanya dalam kurang dari sepuluh menit Asisten Satria bisa mengedit dua foto menjadi satu. Yang awalnya dua foto terpisah sekarang di gabung dan tangan Wahono terlihat tepat di perut Vefe.


"Sudah jadi, ini mau di cetak atau saya kirim lewat WA?" tanya Asisten Satria.


"Kirim saja," jawab Wahono.


"Sini aku lihat sebentar!" perintah Khan.


Khan melihat foto seolah Wahono mengusap perut Vefe. Didampingi oleh Khan yang tersenyum bahagia. Wahono terlihat tersenyum bahagia tanpa ada beban.


"Sudah selesai sono minggat, ingat setelah Dewi melihatnya cepat dihapus, jangan kamu sebar luaskan, kalau itu terjadi aku cincang tubuhmu dan aku berikan untuk makanan buaya!" ancam Khan.

__ADS_1


"Eee Mas Bule!"


__ADS_2