Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 100


__ADS_3

Kania menghela nafas panjang.


"Pantesan saja dia sangat penasaran kehidupan pribadi ku dan juga hubungan ku dengan Paman Vincent."


"Sudah tidak perlu di hiraukan, sekarang kamu lihat lah ini pekerjaan yang harus kamu selesaikan sangat banyak."


"Aku heran kenapa sih seorang bos memiliki pekerjaan yang lebih banyak, bahkan aku tidak memiliki waktu untuk istirahat," ucap Kania.


"Jangan sampai Bu Mona mendengar keluhan mu."


Kania langsung duduk dengan benar dan mengembalikan senyuman nya yang manis.


"Demi restu calon mertua," ucap Kania membawa semua formulir ke dalam ruangan Vincent.


Hari berganti hari, Kania bertemu lagi dengan masa ujian, harus belajar ekstra.


Sudah hampir tiga bula dia tidak bertemu dengan Vincent, namun hubungan mereka sejauh ini baik-baik aja tidak ada yang menjadi masalah walaupun terkadang Kania membuat keributan sepele.


Kania duduk sendirian di luar perusahaan sambil membaca beberapa buku nya.


"Kania apa akhir-akhir ini Bu Mona menghubungi kamu?" tanya Tomi.


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Enggak ada, emang nya kenapa?" tanya Kania.


"Bu Mona bilang kalau kamu bisa berhenti dari perusahaan untuk sementara demi ujian kamu," ucap Tomi.


Kania menghela nafas panjang dia memegang kepala nya sambil menatap Tomi.


"Bagaimana bisa seperti itu Tomi, kamu tau sendiri kan kalau klien tau dan banyak orang tau aku tidak konsisten seperti itu mereka akan marah."


Tomi menghela nafas panjang. "Tapi ujian kamu jauh lebih penting," ucap Tomi.


"Tidak perlu khawatir kan aku, aku bisa mengatasi nya kok."


Bukan karena tidak memiliki waktu, hanya saja Bu Mona takut Kania tidak fokus dengan ujian nya.


"Oh iya Tomi, apa kamu jadi ke kota Paman Vincent?" tanya Kania.


"Jadi, emang nya kenapa?"


"Aku hanya bertanya saja, kapan kamu akan berangkat?"


"Seperti nya besok pagi," jawab Tomi.


"Oohhhh bagus deh kalau begitu," ucap Kania.


"Bagus kenapa? Justru kamu kesusahan sendiri di sini."

__ADS_1


"Aku memiliki banyak staf membantu ku, kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku."


"Aku salut sih sama kamu yang selalu bisa menghadapi masalah mu. Semoga kamu betah dan berhasil," ucap Tomi.


Fani melihat Tomi yang semakin hari semakin dekat dengan Kania. Dia tidak tahan lagi dengan kedekatan mereka, akhirnya dia memutuskan untuk tidak perduli dengan Tomi.


Keesokan harinya Tomi berangkat sendirian.


Sementara Kania setelah selesai dari kampus dia memanfaatkan waktu nya sebelum ujian untuk ke sesuatu tempat.


Sudah sangat lama dia ingin mencari tau tentang Minghui dan juga direktur Je namun karena beberapa kali di larang Tomi dia tidak bisa bergerak mencari tau apa yang terjadi.


Dia sampai di depan rumah direktur Je. Dia melihat rumah yang sangat sepi tidak ada siapapun di dalam sana.


"Apa tidak ada orang di dalam sini? kenapa sangat sepi sekali," ucap Kania yang berdiri di pagar rumah itu.


Namun dia sangat kaget karena ada seseorang membuka pintu, Kania langsung masuk ke dalam mobil nya dan melihat mobil direktur Je keluar dari rumah itu, sebelum dia pergi dia mengunci kembali gerbang itu.


Kania memastikan Jeki pergi dan turun lagi ke sana.


"Apa benar Direktur Je menyekap Minhui di dalam sana? Tapi kenapa dia melakukan hal itu kepada pasangan nya sendiri?" batin Kania.


Karena tidak memiliki akses mau masuk ke dalam dia memilih untuk mengikuti Jeki.


Mengikuti mobil Jeki sampai ke perusahaan nya.


"Huff untuk apa aku mengikuti dia ke sini?" ucap Kania dengan kesal.


Di malam hari nya Kania sangat pusing di rumah, dia juga sendirian di rumah karena Ulfa kembali dua hari ke rumah lama nya untuk bersih-bersih.


"Tumben banget kamu datang ke sini?" tanya Yuda sambil meletakkan minum di depan Kania. Kania mendatangi Cafe Yuda.


"Aku sangat bosan di rumah sendirian."


"Kamu di sini sendirian?" tanya Yuda.


Kania menoleh ke arah pintu dan sangat kaget melihat direktur Je ada di sana.


"Kenapa direktur Je di sini? Apa di tau kalau aku mengikuti dia?" gumam Kania.


"Kak Jeki..." sapa Yuda langsung memeluk Jeki.


Kania kaget melihat itu.


Jeki menyadari Kania ada di sana. "Kania kamu di sini juga, apa kabar?" tanya Jeki duduk di depan Kania.


"Loh Kakak kenal sama Kania?" tanya Yuda.


Jeki mengangguk.

__ADS_1


"Wahh kebetulan banget,"


"Kalau boleh tau, apa hubungan kamu dengan Direktur Je?" tanya Kania.


"Dia kakak sepupu ku, kami cukup dekat, Kak Jeki juga sering ke sini kok," ucap Yuda.


Kania sangat kaget dengan apa yang dia dengar.


"Kamu belum menjawab, bagaimana kabar kamu?" tanya Jeki.


Kania menjawab dengan singkat dan seadanya saja.


Sangat canggung sekali, walaupun Jeki terlihat sangat ramah sekali.


Kania melihat Yuda dan Jeki sangat dekat sekali. "Huff ternyata dunia Nini begitu sempit sekali," ucap Kania dalam hati.


Tidak beberapa lama akhirnya dia memilih untuk pergi dari sana.


"Kemana lagi aku harus mencari tempat yang nyaman? aku ingin tenang sekarang," ucap Kania setelah sudah keluar dari Cafe.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Jeki membuat Kania yang berdiri di depan terkejut karena Jeki sudah ada di samping nya.


"Direktur Je!" ucap Kania kaget.


"Maaf saya membuat kamu terkejut, saya tidak bermaksud seperti itu," ucap Jeki.


"Tidak apa-apa," jawab Kania.


"Kamu mau pulang?" tanya Jeki. Kania mengangguk.


"Kalau begitu saya permisi dulu," namun Jeki menahan Kania.


"Kenapa kelihatan nya kamu sangat takut? apa saya melakukan kesalahan kepada kamu?" tanya Jeki.


"Kamu tidak perlu canggung seperti ini, anggap saja kejadian sebelum nya tidak terjadi, urusan saya dengan paman kamu bukan dengan kamu, jadi kita masih bisa berteman."


Kania tersenyum sambil mengangguk.


"Tapi aku harus pulang," ucap Kania.


"Kenapa sangat terburu-buru?"


"Ini sudah malam, aku harus pulang." Kania permisi dan langsung meninggalkan Jeki.


Sesampainya di rumah Kania sangat kaget karena handphone nya yang baru saja di hidupkan banyak notifikasi dari kekasih nya.


"Ada apa Paman Vincent menelpon ku sebanyak ini?" batin Kania, dia menelpon kembali.


"Kania! Kamu dari mana saja?" tanya Vincent dengan nada yang sangat datar.

__ADS_1


"Aku baru dari Cafe Yuda, aku tidak melakukan apapun, aku sangat bosan di rumah sendirian."


Vincent menghela nafas panjang. "Sudah berapa kali saya katakan, agar kamu aktifkan handphone mu ketika sedang di luar, apa kamu tidak mengerti dengan maksud saya?" tanya Vincent.


__ADS_2