Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 225


__ADS_3

"Oke, baiklah-baiklah," ucap Shela sambil tersenyum.


"Kalau begitu aku tutup dulu yah, teman satu kamar ku sudah pada kembali."


"Iyah kak, selamat malam."


Telpon langsung di tutup membuat Shela jengkel karena ucapan selamat malam nya tidak di jawab.


"Berani-beraninya dia mematikan telpon ku begitu saja!" ucap Shela dengan sangat kesal sekali.


Pagi hari nya...


Shela bangun dia keluar dari kamar Saska setelah merapikan nya, namun ternyata Arka juga baru bangun mereka berdua sama-sama kaget.


"Kenapa kamu bisa tidur di kamar kak Saska?" tanya Arka. Shela mengatakan nya dengan jujur.


"Oohh, tapi sebaiknya kamu segera turun sebelum mamah sama Papah bangun." Shela langsung buru-buru turun.


Setelah selesai ujian bukan berarti libur, masih ada beberapa hari untuk masuk sekolah.


"Arka, kamu berangkat dengan Shela saja hari ini," ucap Vincent. "Loh kenapa Pah?" tanya Arka.


"Motor kamu Papah tahan," ucap Vincent.


"Ihh, Papah kok gitu sih?" tanya Arka.


"Alasannya apa Pah? Aku tidak melakukan kesalahan, aku juga tidak nakal, ada Shela saksi nya."


"Bukan itu! Motor kamu akan papah tahan sampai nilai kamu keluar. Kalau nilai kamu buruk papah akan menahan motor kamu selamanya, potong uang jajan selama satu bulan," ucap Vincent.


"Loh kok gitu sih Pah? Aku berangkat pake apa?"


"Di antar sama supir."


"Gak enak pah, gak bebas, apa-apa di awasi!" ucap Arka.


"Jangan banyak bantah kamu, ayo sarapan," ucap Kania.


"Gak mau, aku mau berangkat saja," ucap Arka Tampa salaman dia langsung pergi.


"Tante, Om, aku juga berangkat yah," ucap Shela karena suasana nya jadi kurang enak.


"Gak sarapan dulu?" tanya Kania. Namun Shela membuat alasan kalau dia belum lapar.


Dia menyalim kedua tangan orang tua Arka dan mengejar Arka ke dalam mobil nya karena supir nya sudah menunggu dari tadi di depan rumah.

__ADS_1


"Kamu kok gitu sih sama orang tua kamu sendiri?" tanya Shela. "Kamu sendiri bisa menilai lah kenapa aku seperti ini, mereka terlalu berlebihan!"


"Kan mereka buat keputusan seperti itu untuk kasih kamu pelajaran. Itu artinya kamu harus was-was dan berdoa agar nilai kamu bagus."


"Kalau kamu marah seperti ini, itu artinya nilai kamu tidak bagus dan juga kamu tidak percaya sama diri kamu sendiri. Semua ini kamu yang buat sendiri malah nyalahin Tante sama Om."


"Kamu selalu saja membela Mamah sama papah."


"Kamu sangat keras kepala itu sebabnya mereka selalu keras kepada kamu," ucap Shela.


"Iyah deh, Iyah, kamu yang paling tau."


"Orang tua ku juga sudah membuat perjanjian dari awal tentang nilai ku," ucap Shela.


"Apakah sama seperti mamah dan Papah? Mereka berteman pasti sudah diskusi tentang itu," ucap Arka.


"Humm sedikit berbeda sih, karena kalau nilai ku jelek Papah akan mindahin aku ke sekolah lama lagi, karena mereka berfikir aku kurang fokus belajar di sini."


"Loh, bukan nya mereka yang pindahin kamu ke sini? Kok malah mau di pindahin lagi?"


"Sebenarnya aku yang ingin pindah ke sini, kebetulan mamah sama papah pindah ke sini juga," ucap Shela.


"Humm, ternyata semua orang tua sama saja," ucap Arka.


Mita melihat kekasih nya keluar dari mobil Shela. Shela hanya tersenyum melewati Mita.


"Selamat pagi sayang, kamu sudah menunggu ku dari tadi?" tanya Arka.


"Jelaskan kenapa kamu bisa berangkat ke sekolah bersama Shela?" tanya Mita.


"Oohh itu tadi. Karena Shela menginap di rumah ku."


"Motor kamu di mana? Tumben-tumbenan banget kamu mau bareng. Atau jangan-jangan karena gak ada kak Saska?" ucap Mita.


"Enggak lah, lagian dia sudah jadi pacar kakak ku. Motor ku di tahan sama Papah sampai nilai ujian Keluar."


Wajah Mita tetap saja cemberut. "Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh deh, ayo kita masuk ke dalam," ucap Arka menarik tangan Mita.


"Selamat pagi cantik, tumben banget nih kurang bersemangat?" tanya Dewi duduk di samping Shela.


"Gak apa-apa kok," ucap Shela. "Pasti belum sarapan kan? Nih aku bawain bekal masakan Ibu ku."


"Tumben banget," ucap Shela.


"Iyah, hari ini ibu buka usaha kecil-kecilan di depan rumah. Dia jual miso, kamu cobain deh rasanya enak atau enggak. Kalau kurang bilang aja."

__ADS_1


Shela langsung mencicipi nya, "wah.. rasanya enak banget, kuah nya pas, mie nya lembut, daging nya juga enak pokoknya enak banget deh."


"Humm bagaimana dengan garam, atau rasa yang lain nya?"


"Ini sih udah enak banget, aku mau belajar dari ibu kamu deh," ucap Shela. Dewi tersenyum sambil mengangguk karena tau Teman nya itu sangat suka memasak.


Karena tidak ada pelajaran lagi, anak-anak lebih asik bermain, guru-guru fokus dengan nilai ujian di ruangan kantor.


Tidak beberapa lama akhirnya pulang sekolah. "Arka, aku gak bisa nganterin kamu pulang yah, akan harus cepat ke rumah soalnya," ucap Shela kepada Arka yang sedang kumpul sama teman-teman nya.


"Iyah gak apa-apa, aku bisa naik taksi atau bus," ucap Arka.


Shela melambaikan tangan nya dan pergi.


"Bro, sejak kapan loe dekat dengan Shela SE akrab itu?" tanya teman-teman nya langsung kepo.


"Kalau boleh aku jujur yah, sebenarnya Shela itu jauh lebih baik bro. Dari anak orang kaya raya sama seperti kamu, dia ramah, baik, cantik, putih dan juga sederhana."


"Bukan kah Mita seperti itu juga?" tanya Arka.


"Mita menang hanya di fisik doang, tuh lihat dia jadi ketua geng nya dan sangat sering menghina teman-teman nya yang lain," ucap teman Arka lagi.


"Jangan aneh-aneh deh kalian, Mita adalah pacar ku jadi jangan berbicara yang tidak-tidak."


"Jangan nyesel deh nanti, aku takut Mita hanya mau memanfaatkan kamu saja."


"Oh iya Mita itu di sukai banyak orang, jadi hati-hati aja deh," ucap mereka lagi.


Arka yang tidak mudah terpancing kata-kata teman nya hanya bisa menghela nafas panjang.


"Humm mereka semua mengatakan hal seperti itu karena tidak bisa mendapatkan Mita. Tapi kalau mereka tau sebenarnya Mita itu sangat baik," batin Arka.


Mita memang menjadi ketua geng nya, hanya saja dia tidak sejahat itu, hanya saja teman-teman nya yang sangat toxic.


"Mita," panggil nya saat melihat Mita sendiri.


"Eh, kamu kok belum pulang?"


"Ini mau pulang..Kamu sendiri mau kemana?"


"Nih, mau buang sampah dulu sampai ke toilet,"


"Ya udah sini aku bantuin, setelah itu kita pulang bareng."


"Bukan nya kamu gak bawa motor?" tanya Mita.

__ADS_1


__ADS_2