Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 110


__ADS_3

Yuda menghela nafas panjang. "Seperti nya kamu lupa kalau kamu memiliki pacar banyak uang dan juga memiliki ladang usaha untuk mu."


"Maksud nya?" tanya Ulfa.


"Kamu bisa tinggal di salah satu rumah yang di sewakan oleh Tante ku, kamu tidak perlu mengkhawatirkan biaya nya. Kalau tentang pekerjaan kamu bisa bekerja di salah satu Cafe ku."


"Kamu seriusan bisa?" tanya Ulfa. Yuda mengangguk.


"Aku tau kalau aku memberikan uang kamu pasti tidak menerima nya, aku akan membantu dengan cara ini," ucap Yuda.


Ulfa sangat senang dia kembali tersenyum.


"Kapan kamu akan mulai bekerja?"


"Sepertinya masih dua Minggu lagi, aku harus mendampingi Kania juga. Apa aku boleh datang ke Cafe kamu?"


"Oke baik lah, berhubung kita sudah di sini, kita langsung saja ke sana," ucap Yuda.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka berdua sampai di depan Cafe milik Yuda.


"Kok udah tutup sih?" tanya Ulfa.


"Sudah waktunya tutup karena sudah habis," ucap Yuda.


"Lalu kenapa kamu membawa ku ke sini? sebaik nya kita pulang saja," ucap Ulfa.


"Ayo ikut aku, kata nya mau lihat Cafe ku seperti apa," ucap Yuda.


Setelah masuk ke dalam Ulfa sangat suka dengan semua desain Cafe itu.


"Wahh aku baru tau kalau ternyata Cafe seperti ini ada." ucap Ulfa.


"Kamu suka?" tanya Yuda. Ulfa mengangguk.


Mereka mulai membuat minuman agar Ulfa bisa langsung belajar karena itu adalah pertama kalinya di bekerja di Cafe.


Setelah beberapa lama akhirnya minuman yang mereka Buat. "Wahh buatan kamu enak banget sih," ucap Ulfa.


Keesokan harinya....


Kania menunggu Ulfa pulang karena ingin bercerita banyak hal dan meminta tanggapan Ulfa juga, namun sudah jam sembilan malam dia tidak juga pulang.


"Sudah dari tadi malam dia tidak pulang ke rumah, kemana dia?" ucap Kania karena hari ini hari Minggu jadi tidak ke kampus.


"Kamu nungguin siapa? Kenapa belum tidur?" tanya Vincent.


Kania menoleh ke arah Vincent. "Hum aku lagi nungguin Ulfa, dia belum pulang dari kemarin."


"Kenapa tidak menelpon nya?" tanya Vincent.


"Aku sudah menelpon dia, tapi gak di angkat."

__ADS_1


"Sudah tidak perlu mengkhawatirkan dia, mungkin dia sedang bersama Yuda."


"Aku harus menelpon Yuda," ucap Kania, dia langsung menelpon Yuda tidak beberapa lama langsung di jawab dan ternyata Ulfa kembali ke rumah nya.


Yuda juga bilang kalau Ulfa akan pindah dan bekerja di tempat nya.


Kania tidak setuju sebelum Ulfa datang kepada nya.


"Dia yang memintaku menikah cepat, namun sekarang dia malah menjauhii aku," ucap Kania dengan kesal.


"Kenapa lagi sayang? Apa yang membuat kamu sangat kesal seperti ini?" tanya Vincent.


"Ulfa mau pindah, dia juga mau kerja di Cafe Yuda.


"Bagus dong, dia menjadi lebih mandiri."


"Huff ini semua karena Paman, coba saja paman tidak bersikap seperti kemarin."


"Saya juga yang salah di mata kamu," ucap Vincent.


Kania masuk ke dalam kamar nya dia melihat kado-kado yang belum sempat dia buka.


"Apa sebaiknya aku membuka kado ini? Dari pada aku kesal sendiri," ucap Kania.


Dia mulai membuka kado itu satu persatu, dia melihat kado dari direktur Je namun tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar nya.


"Siapa?" tanya Kania.


"Ini aku," ucap Ulfa.


"Aku minta maaf, aku pikir kamu tidak akan mengkhawatirkan aku."


"Aku marah! Kamu tau aku selalu menelpon kamu."


"Maaf, aku belum memeriksa handphone ku."


"Jangan terlalu galak kepada Ulfa," ucap omah.


"Ya lagian dia bikin aku panik Omah, aku tidak bisa tenang karena dia."


"aku minta maaf, Lagian aku sudah di sini."


"Sudah jangan marah lagi." ucap Omah.


Kania menghela nafas panjang.


"Aku dengar dari Yuda kamu akan pindah ke rumah kontrakan dan juga akan bekerja di Cafe Yuda, apa itu benar?" tanya Kania.


Ulfa mengangguk. "Setelah ujian selesai aku akan pindah," ucap Ulfa.


"Kamu gak nyaman lagi yah tinggal di sini sehingga kamu mau meninggalkan aku seperti ini?" tanya Kania.

__ADS_1


"Ihhh Bukan seperti itu," ucap Ulfa.


"Terus bagaimana? Kamu tau kan kalau aku sangat kesepian kalau kamu tidak ada, aku sangat ingin kamu di sini," ucap Kania.


Ulfa tersenyum. "Sebentar lagi kamu sudah menikah, aku tidak nyaman karena mengganggu kamu nanti nya."


Kania menghela nafas panjang, "Kamu takut sama Paman Vincent?"


"Bukan Kania, jangan berfikir seperti itu," ucap Ulfa.


"Lalu seperti apa?" tanya Kania.


Ulfa terdiam. "Ya sudah deh kalau kamu mau pindah, tapi sering-sering lah datang bermain ke sini, kamu juga jangan mengabaikan aku."


"Ya ampun Kania, tidak mungkin aku mengabaikan kamu, yang ada aku yang seharusnya takut karena di abaikan oleh kamu karena tidak memiliki waktu kepada ku."


"Tidak perlu berfikir seperti itu," ucap Kania.


"Aku sangat mencintai kamu, kita sudah seperti saudara."


Mereka berpelukan. Vincent yang melihat itu tersenyum.


"Apa kamu mau Mami mencarikan pasangan untuk Ulfa?" tanya Bu Mona yang duduk di samping Vincent.


"Jangan Mi, Yuda akan marah besar," ucap Vincent. Bu Mona tertawa kecil.


"Mami hanya bercanda." ucap Bu Mona.


Kania dan Ulfa belajar di ruang tamu sambil menikmati cemilan yang ada.


Vincent istirahat di dalam kamar nya sambil membuka-buka aplikasi di handphone nya.


Namun tidak sengaja dia melihat kabar tentang direktur Je dan juga Minghui.


"Apa mereka sudah putus? kenapa tidak ada kabar-kabar terbaru tentang mereka?" batin Vincent.


Vincent sangat bosan di kamar nya dia mau mencari Kania ke kamar nya, namun ternyata di kamar Kania tidak ada siapapun.


Vincent melihat kado yang belum selesai di buka oleh Kania, namun satu kado berhasil mengambil perhatian nya.


"Bukan kah ini kado dari Jeki," ucap Vincent.


"Ini sangat tidak penting," ucap Vincent mau membuang nya namun dia sangat penasaran dengan isi nya.


"Sebaik nya aku melihat dulu apa isinya," ucap Vincent.


Dia membuka dan ternyata di dalam ada beberapa foto dalam satu kotak.


Vincent sangat kaget ternyata di sana ada foto Jeki bersama wanita yang cantik yang sangat tidak asing di mata Vincent.


Vincent tampak terkejut melihat nya, namun tiba-tiba dia mendengar suara jejak kaki naik ke atas dan berjalan ke arah kamar.

__ADS_1


Dia sangat panik dan berusaha mencari teman untuk bersembunyi, namun percuma saja Kania sudah menyadari dia di dalam sana.


"Apa yang paman lakukan di dalam kamar ku?" tanya Kania.


__ADS_2