Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 126


__ADS_3

Sudah satu jam dia menunggu namun Fani tak kunjung keluar, dia menghela nafas panjang karena telpon nya tak kunjung di jawab oleh Fani.


"Ya ampun ni anak lama banget sih siap-siap nya seperti mau kemana saja, apa dia tidak tau kalau aku sudah bosan menunggu nya di sini," ucap Tomi.


Tidak beberapa lama akhirnya Fani datang. "Maaf yah aku sangat lama yah? kamu pasti bosan. Seharusnya kamu naik saja ke atas tadi."


"Aku tidak tau nomor berapa apartemen kamu."


"Oh iya yah, maafin aku. Aku harus mandi, aku juga menggosok pakaian dan masih banyak yang lain nya."


"Huff ya sudah kalau begitu ayo berangkat."


"Kamu gak marah kan?"


"Siapa yang marah? saya tidak marah," ucap Tomi.


Fani tersenyum.


"Pantesan saja sangat lama dia cantik dan Wangi banget," batin Tomi tapi sang gengsi untuk mengatakan nya langsung.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka.


Fani melihat cafe yang sangat cantik ketika di malam hari penuh lampu sehingga Cafe itu terlihat sangat bersinar.


"Wahh bagus banget Cafe nya,," ucap Fani.


"Dulu aku sering ajak kamu mau ke sini, namun kamu selalu membuat alasan. Sampai pada akhirnya kita tidak jadi ke sini."


Fani terdiam dia menatap Tomi. "Apa kamu belum bisa melupakan nya?" tanya Fani..Tomi Diam.


"Kalau aku tidak mencintai kamu, mungkin sekarang aku sudah melupakan kamu," batin Tomi.


"Aku minta maaf, aku akan minta maaf berulang kali atas semua kesalahan yang aku perbuat dulu. Sekarang aku akan menebus nya."


"Aku akan membayar dinner kita malam ini."


Tomi menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu, aku hanya perlu waktu kamu saja, saya akan menghabiskan uang ku untuk kamu."


Fani tertawa kecil. "Tidak bisa! Pokoknya malam ini aku yang bayar karena aku baru saja Gajian, aku rasa ini adalah gaji terakhir ku dari perusahaan."


Mereka masuk ke dalam di tarik oleh Fani.


Memesan meja di pinggir agar bisa melihat sungai yang begitu bagus karena di hiasi oleh lampu-lampu.


"Dingin juga yah di sini," ucap Fani. Tomi membuka jas nya dan membuat di punggung Fani.


"Humm apa kamu mau melakukan apa yang aku mau?" tanya Tomi. Fani mengangguk.


"Aku mau apa pun itu."


"Jangan keluar dari perusahaan, perusahaan membutuhkan kamu, setelah keluar dari perusahaan kamu juga pasti bingung mau melakukan apa."


"Aku akan kembali ke kota orang tua ku dan membantu orang tua ku di sana."

__ADS_1


Tomi menghela nafas panjang. "Kamu akan meninggalkan aku?"


Fani menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak meninggalkan kamu, tapi hanya LDR sebentar, kalau kita jodoh pasti di pertemukan lagi."


Mendengar itu perasaan Tomi sangat sakit, dia menatap Fani dengan tatapan dalam.


"Aku tidak bisa kehilangan kamu, aku tetap akan di samping kamu, begitu juga kamu harus tetap di sini bersama ku."


Fani memegang tangan Tomi. "Baiklah aku akan tetap di sini kalau itu yang kamu mau."


Tomi tersenyum. Fani tersenyum ketika melihat wajah Tomi yang sangat serius sekali.


"Ya sudah kalau begitu ayo lanjut Makan."


Kania di balkon rumah nya termenung sambil memikirkan keadaan Minhui sekarang seperti apa.


"Huff kenapa sih aku tidak berhenti memikirkan dia? Padahal dia dulu sangat aku benci," batin Kania.


"Sayang... Sayang..." panggil Vincent yang baru saja pulang namun Kania tidak menghiraukan nya. Vincent memegang pundak Kania.


Kania kaget. "Kamu lagi apa? kenapa dari tadi kamu melamun? apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Vincent.


Kania menggeleng kan kepala nya dia langsung menyalim tangan suami nya dan Vincent mencium kening, pipi dan bibir Kania seperti biasa.


"Aku buatin Air mandi dulu yah mas," ucap Kania masuk ke dalam kamar.


Vincent melihat Kania dengan ekspresi wajah yang kebingungan.


"Apa sebaik nya aku kasih tau sama mas Vincent? Tapi kalau mas Vincent marah bagaimana? Dia pasti tidak suka aku berhubungan dengan mereka lagi."


"Aarrhhh!!! aku pusing," ucap Kania.


Kania keluar dari kamar mandi namun sangat kaget Vincent sudah di depan pintu, Vincent membawa Kania masuk ke dalam.


"Mas Vincent.."


"Saya ingin kamu membantu menggosok punggung saya," ucap Vincent.


Kania tersenyum dia mengangguk. Namun Vincent malah membuka baju Kania.


"Mas aku belum bisa, aku takut rasanya akan sakit,"


"Saya tidak melakukan apapun." ucap Vincent.


Kania akhirnya pasrah.


Setelah selesai mandi Kania memasak makan malam. Dia melihat dari kejauhan Vincent yang sedang sibuk dengan game nya.


"Mas, makanan nya sudah siap." ucap Kania. Vincent mengangguk dia menghentikan game nya.


"Ada apa sih sayang? Kenapa dari tadi kamu memerhatikan saya seperti itu?" tanya Vincent.


Kania menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Vincent karena dari tadi istri nya sangat aneh.


"Oh iya saya mendapat laporan kalau kamu menggunakan uang kamu untuk membayar rumah sakit, kamu sakit?" tanya Vincent.


"Deg!" Kania sangat bingung mana menjawab apa, dia lupa kalau kartu yang dia gunakan terhubung kepada handphone suami nya.


"Oohh itu aku memeriksa kesehatan tubuh saja."


"Tapi kenapa begitu mahal?" tanya Vincent.


"Humm itu, itu aku gak tau kenapa sangat mahal."


"Lain kali kalau kamu mau periksa kesehatan jangan lupa ajak saya." ucap Vincent.


Kania mengangguk.


"Huff hampir saja ketahuan," batin Kania.


Setelah selesai makan malam Vincent mencari Kania yang dari tadi langsung hilang setelah selesai makan.


Ternyata Kania sedang belajar di ruangan belajar nya.


"Kenapa mas Belum tidur?" tanya Kania.


"Besok hari Minggu," ucap Vincent.


Kania menatap Vincent. "Humm boleh gak aku minta honey moon kita ke London?" tanya Kania.


"Tentu boleh dong," ucap Vincent.


Kania tersenyum.


"Saya akan mengurus semua nya besok, secepatnya kita akan berangkat."


"Bagaimana dengan pekerjaan mas Vincent?"


"Jangan memikirkan pekerjaan saya, kita harus memikirkan kebahagiaan kita berdua."


Kania tersenyum dia memeluk Vincent. Namun Vincent langsung menggendong nya membawa ke kamar.


Kania sudah sangat takut kalau Vincent melakukan nya lagi, namun ternyata Vincent memeluk nya sangat erat dan tertidur begitu pulas.


Minhui tidak bisa tidur karena terasa badan nya panas. Terpaksa dia harus mengompres badan nya sendiri.


Jeki baru saja pulang, dia melihat Minhui ketiduran di sofa dan kain tertempel di dahi nya, memakai baju yang begitu tebal.


"Apa yang dia lakukan di sana?" tanya Jeki.


"Heh! Heh bangun!" Jeki membuat Minhui kaget. Dia Langsung bangun.


"Kamu sudah pulang?" tanya Minhui.


Jeki menatap Minhui.

__ADS_1


"Sudah ku bilang untuk menggugurkan anak itu agar kamu tidak seperti ini, tapi kamu sangat keras kepala."


__ADS_2