
"Iyah gak apa-apa kok, santai aja."
"Humm aku juga mau ijin sama kakak mau menemui mbak Minhui boleh kan?"
Jeki terdiam sejenak. "Kalau gak boleh gak apa-apa kok kak, aku tidak memaksa."
"Kamu boleh pergi kok, saya akan mengabari Minhui."
Kania terlihat sangat senang sekali.
"Terimakasih banyak kak."
Jeki langsung permisi, Kania menemui teman-teman nya lagi setelah pulang kampus dia langsung menuju ke rumah Jeki.
Sesampainya di sana dia sangat heran kenapa gerbang di kunci dari dalam.
Tidak beberapa lama satpam keluar. "Non Kania, silahkan masuk."
"Sejak kapan rumah ini ada penjaga nya?" ucap Kania heran. Dia masuk ke dalam ternyata ada juga security satu orang menunggu di depan rumah.
Dia masuk ke dalam.
"Permisi...." Kania mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam, namun sudah lima menit menunggu tidak ada yang datang.
Akhirnya dia memutuskan masuk ke dalam. Dia melihat rumah yang penuh dengan mainan, semua nya berserak di lantai.
"Mbak Minhui...." panggil Kania berulang kali.
Namun tiba-tiba Saska datang dari arah dapur sambil memegang di kedua tangan nya mainan.
Kania mendekati nya. "Apa ini anak yang kemarin itu? Seperti nya iyahh," batin Kania.
"Tante nya mana sayang?" tanya Kania sambil menggendong Saska.
Saska seperti paham dia menunjuk ke arah dapur. Kania masuk ke dapur dan benar saja Minhui di sana sedang masak.
"Mbak Minhui?" panggil Kania.
Minhui menoleh ke arah Kania yang berdiri tidak jauh dari pintu.
"Kania. Kamu di sini?" tanya Minhui kaget.
"Aku sudah dari tadi di sini, aku pikir mbak tidak di rumah."
"Maaf, aku tidak mendengar nya, aku minta maaf."
Minhui tersenyum. "Kamu duduk sebentar yah, aku sedang masak bubur untuk Saska, dia sudah merengek mau makan, dia sudah tidak mau makan bubur sun lagi."
Kania mengangguk. Kania melihat rumah yang sangat berantakan tidak nyaman, melihat Minhui kelelahan dia akhirnya membantu untuk merapikan semua nya sampai Minhui selesai.
__ADS_1
"Maaf yah jadi ngerepotin kamu, Saska lagi sangat aktif itu sebabnya semua mainan nya berserak."
Kania tersenyum. "Mbak sangat kuat lagi hamil tapi masih bisa mengurus Saska."
"Justru ini sangat menyenangkan sekali Kania, aku tidak lagi kesepian, aku tidak lagi sedih seperti biasa."
Kania tersenyum, melihat badan Minhui semakin berisi dan wajah semakin cerah dan sangat mudah tersenyum.
"Nanti kamu pasti merasakan seperti ini, memang sangat lelah sih, hanya saja ada kebahagiaan."
"Tampa aku bertanya keadaan mbak, melihat mbak sangat sehat sudah membuat aku senang," ucap Bela. Minhui tersenyum.
"Terimakasih sudah perduli Kania," ucap Minhui.
Cukup banyak yang di bicarakan oleh mereka berdua, karena asik bermain dengan Saska Kania sampai malam di sana.
Jeki sudah pulang dia melihat Minhui masih dengan Saska.
Dia terdiam sejenak melihat itu. "Kak Jeki sudah pulang?" ucap Kania.
Jeki tersenyum sambil mengangguk. "Humm mbak Minhui baru saja masuk ke kamar karena pinggang nya sakit."
"Kakak sudah pulang, aku titip Saska. Aku mau pamit pulang," ucap Kania karena tidak nyaman Jeki sudah pulang.
Jeki mengangguk. "Saska, Tante pulang dulu yah, besok kita main lagi."
Setelah Kania pergi Jeki duduk sejenak.
Dia membawa Saska ke kamar dia melihat Minhui baru saja keluar.
"Minhui apa kamu sakit?" tanya Jeki melihat wajah Minhui pucat.
"Pinggang ku tiba-tiba Sakit, kepala ku juga."
Jeki tidak tau mau melakukan apapun, dia meminta Minhui istirahat terlebih dahulu.
Jeki selesai mandi dia ke kamar Minhui. "Sini," Jeki duduk di Atas kasur di belakang Minghui yang menemani Jeki.
"Apa yang mau kamu lakukan? Jangan macem-macem yah!" ucap Minghui.
Jeki menghela nafas panjang. "Buka baju mu, aku akan memijit pinggang mu dan juga kepala kamu."
Minhui menginyakan dengan sedikit malu dia membuka baju nya membiarkan Jeki memijit kepala dan seluruh punggung dan pinggang nya.
Setelah selesai tidak lupa mengoleskan minyak di perut Minhui.
"Sayang... jangan nakal-nakal yah di dalam sana, kasihan mamah nya kesakitan kalau kamu nakal di sana," Jeki mencoba mengajak berbicara bayi di dalam perut Minhui.
"Papah... Papah..." Saska merengek mau tidur karena sudah ngantuk.
__ADS_1
"Kamu istirahat saja, aku akan membawa Saska tidur di kamar ku."
Minhui menahan tangan Jeki. "Hum sebaiknya Saska tidur di sini saja sama aku."
"Kamu lagi gak enak badan."
"Kamu juga boleh tidur di sini," ucap Minhui.
Jeki mengangguk dia membuat susu untuk Saska, dan menukar pakaian Saska jadi pakaian tidur.
Minhui juga tidak tau dari mana Jeki belajar bisa menjaga anak dengan baik seperti ini.
Tidak beberapa lama selesai minum Saska menangis karena belum tidur.
Jeki harus menimang-nimang terlebih dahulu baru dia bisa tidur.
Minhui sebenarnya kasihan kepada Jeki yang sudah lelah bekerja sesampainya di rumah harus menjaga dia dan Saska.
Tidak beberapa lama akhirnya Saska tidur. Dia membaringkan Saska di box tempat bayi.
"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Jeki kepada Minhui. Minhui mengatakan kalau dia belum bisa tidur.
"Aku bisa menidurkan Saska yang susah tidur, sementara Minhui, aku tidak tau caranya," batin Jeki.
Minhui menepuk tempat tidur di samping nya. "Seperti nya bayi yang di dalam perut aku pengen di peluk."
Jeki jadi sedikit gugup, namun dia mengikuti apa yang di katakan Minhui.
Minhui mendekati Jeki dan tidur di lengan Jeki.
Jeki mematung. Namun perlahan tangan nya menyentuh perut Minhui mengelus nya sampai pada akhirnya kedua nya tidur.
Di rumah Kania baru saja selesai berbicara dengan Vincent. Sudah malam tapi dia belum bisa tidur sama sekali.
"Kenapa sih aku selalu memikirkan mas Vincent, semua nya baik-baik saja, tapi aku kefikiran."
Kania sangat pusing dengan pikiran nya yang tidak jelas. Karena sedikit stres dia memesan makanan dari luar dan makan.
Mertua nya sudah tidur dari tadi. Dia hanya sendirian.
Di tempat lain Vincent tidur di sofa rumah sakit. "Arrghh!!! aku sangat merindukan Kania, biasa dia selalu memeluk ku sebelum tidur, malam ini terasa sangat dingin sekali," batin Vincent.
Namun tiba-tiba Sarah memanggil nya. "Vincent... "
"Iyah, kenapa?" tanya Vincent."
"Kamu pasti tidak bisa tidur di sofa kecil itu, ayo tidur di sini sama aku."
"Gak apa-apa, aku bisa tidur di sini, aku gak mau membuat kamu tidak nyaman."
__ADS_1
"Kamu tidak mau tidur bareng aku karena aku bau obat yah? Kenapa kamu jahat banget sih?" ucap Sarah ngambek.