Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 160


__ADS_3

Minhui mengangguk. "Oh iya hari ini kita harus ke rumah sakit."


"Ngapain?" tanya Minhui. "Wajah kamu sangat pucat, sebaik nya kita periksa, aku takut terjadi apa-apa sama kandungan kamu."


Minhui menghela nafas panjang. "Aku tidak apa-apa, nanti pasti baikan."


Jeki tidak bisa melawan keras kepala Minhui. "Kalau kamu tidak kuat menjaga Saska, aku akan membawa nya."


"Kamu mau membawa nya kemana? Apa kamu tega membiarkan Keponakan mu di urus oleh orang lain, bagaimana kalau mereka sangat jahat kepada Saskia?"


"Tapi kamu pasti kelelahan mengurus nya. Kalau begitu aku akan mencari baby sister mengurus nya."


"Tidak perlu, aku bisa mengurus nya sendiri. Kamu fokus saja dengan pekerjaan kamu."


Jeki menatap Minhui. "Baiklah kalau itu yang kamu mau, tapi aku mohon jangan terlalu kecapean, kamu harus memikirkan kandungan kamu."


"Aku sudah terbiasa capek, aku sudah terbiasa sendirian, kamu tidak perlu memperingati aku."


"Aku memberikan saran yang baik, apa kamu tidak bisa mendengar kan ku?" tanya Jeki.


Minhui menatap wajah Jeki. "Aku tau apa yang terbaik untuk ku."


Jeki berusaha untuk sabar menghadapi Minhui, mau bagaimana pun Minhui seperti itu karena sifat nya yang sebelumnya kepada Minhui seperti apa.


"Kalau kamu tidak mau ke rumah sakit hari ini, aku tidak akan pergi bekerja."


"Terserah kamu saja," Minhui langsung pergi meninggalkan Jeki dan Saska.


Seharian Jeki menghabiskan waktu di rumah. Dia merapikan tempat tidur Saska.


Saska mencoba tidur di tempat tidur baru nya, namun dia sama sekali tidak suka. Akhirnya Jeki memindahkan nya ke kasur dan di peluk oleh Minhui.


"Humm kalau seperti ini, sangat sulit memisahkan dia tidur dengan kamu."


"Tidak apa-apa, biarkan saja dia tidur di sini bersama ku."


Jeki melihat jam. "Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan keluar, kamu pasti sangat bosan di rumah saja."


"Tumben banget kamu ngajak, apa kamu sedang kesambet?"


"Aku serius Minhui, kalau kamu tidak mau aku akan pergi bersama Saska.


Minhui mengangguk. "Aku ikut, aku sangat bosan di rumah saja."


Jeki tersenyum. Mereka siap-siap keluar.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di mall. Namun tidak sengaja bertemu dengan Vincent dan Kania yang sedang jalan-jalan juga.

__ADS_1


"Mbak Minhui," panggil Kania. Vincent sangat kaget dan gugup melihat Jeki ternyata di mall itu juga.


"Akhirnya kita ketemu lagi mbak, bagaimana keadaan mbak? Perut mbak semakin kelihatan," ucap Kania.


"Iyah, kamu sendiri bagaimana?" tanya Minhui. "Alhamdulillah baik-baik saja."


"Mamah... Mamah..." Saska minta di gendong oleh Minhui.


"Tunggu dulu deh, ini siapa? kenapa aku baru melihat nya?"


"Ini adalah anak dari adek Jeki, di sedang sakit itu sebab nya aku yang merawat nya."


Kania menatap wajah anak itu. Sangat tidak asing hanya saja dia bodoh amat dia sangat gemes kepada Saska.


Vincent mendekati Jeki. "Kenapa kau tidak bilang kalau kalian Akan ke sini juga?"


"Biarkan saja mereka bertemu," ucap Jeki.


"Sialan kau Jeki, kau ingin menghancurkan hubungan keluarga ku!"


"Ini semua adalah kesalahan mu!"


Mereka bergumam di belakang Minhui dan juga Kania.


"Mas lihat deh, Saska sangat ganteng dia juga menggemaskan," ucap Kania.


"Seandainya kamu tau Kania, dia adalah anak ku dari wanita lain, apa kamu masih mau menerima nya?" batin Vincent.


"Yahh, aku masih mau main sama Saska."


Namun Vincent membawa istri nya pergi.


"Maafin Papah yah Saska, untuk sekarang papah harus jauh dari kamu, walaupun sebenarnya papah sangat ingin merawat dan membawa kamu bersama papah.


"Mas, aku ke toilet dulu yah," ucap Kania. Berhubung istri nya ke kamar mandi dia mencari Jeki dan kebetulan Minhui juga sedang mencari barang-barang di dalam Toko.


"Berikan anak ku," ucap Vincent dia langsung menggendong Saska.


"Apa kabar kamu sayang? apa kamu baik-baik saja tinggal dengan paman kamu itu?" tanya Vincent.


"Tentu saja, dia lebih nyaman dan aman bersama ku dan Minhui."


Vincent menghela nafas panjang. "Aku ingin kau tetap merahasiakan ini sampai keadaan membaik, jangan sampai Kania tau apalagi Minhui."


"Selagi kau menjaga adik ku dengan baik, aku akan menjaga rahasia mu dengan baik."


Vincent menghela nafas panjang. "Aku akan menjaga Sarah sampai dia benar-benar sembuh, setelah itu aku harus kembali kepada istri ku."

__ADS_1


Jeki tidak merespon lagi, dia mengambil Saska dan mengusir Vincent karena Minhui sudah kembali.


"Sudah selesai?" tanya Jeki. "Perasaan aku tadi melihat Vincent, kok sekarang sudah tidak ada?"


"Apa kamu masih menyukai nya? Kamu sudah mengandung anak ku, tapi kenapa kamu masih memikirkan dia?"


"Jangan ngaco deh, aku hanya bertanya, kamu membuat ku kesal saja."


Jeki mengikuti Minhui yang kesal. "Oh iya hari ini aku mau mengajak kamu membeli sesuatu."


Jeki menarik tangan Minhui masuk ke toko handphone.


"Ngapain? kita ngapain ke sini?" tanya Minhui.


"Kamu pilih lah salah tau yang kamu mau."


"Untuk apa?" tanya Minhui Heran.


"Selama Saska tinggal bersama kita, aku akan lebih sering menghubungi kamu, dan ketika ada masalah seperti kemarin kamu harus menghubungi ku."


Minhui mengingat beberapa bulan lalu, Jeki tidak mengijinkan nya memiliki handphone, Jeki membakar handphone dan laptop nya.


Minhui menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau, sebaiknya menggunakan telpon rumah saja."


"Kenapa?"


"Aku tidak mau karena aku tau kamu akan membakar dan melukai aku lagi."


Jeki terdiam, dia melihat Minhui pergi membawa Saska.


Dia mengikuti nya.


Setelah selesai mencari sesuatu yang perlu dan mereka memutuskan untuk pulang. Namun sebelum Pulang mereka berbelanja keperluan dapur Terlebih dahulu.


Minhui sama sekali tidak mau berbicara dengan Jeki sama sekali, dia terus mengabaikan Jeki.


Setelah selesai belanja mereka pun langsung pulang. "Apa kamu marah kepada ku?" tanya Jeki.


"Aku sedang tidak mood untuk membahas itu, aku juga tidak mau membahas itu, sebaiknya kamu pergi, aku mau merapikan semua ini."


Jeki membawa Saska ke depan. Dia menunggu Minhui sampai selesai makan, mereka makan bersama.


Sebelum lanjut makan, dia memberikan handphone yang jadi dia beli.


"Terserah kamu mau pakai atau tidak, aku sangat Sibuk bekerja, bagaimana kalau kejadian yang sama terulang lagi, aku ingin kamu menghubungi aku."


Jeki memberikan handphone itu ke depan Minhui.

__ADS_1


"Aku minta maaf sudah melakukan hal yang benar-benar sangat jahat kepada kamu, aku minta maaf, aku akan menebus semua kesalahan ku perlahan," ucap Jeki.


Setelah selesai berbicara itu Jeki langsung pergi, dia tidak makan karena sangat tidak nyaman dengan suasana nya.


__ADS_2