
"Sedih banget yah, kalau melahirkan tidak di dampingi oleh orang tua," ucap Kania.
"Kamu tidak perlu khawatir, walaupun orang tua kita jauh, tapi mereka pasti akan datang kalau kamu melahirkan nanti."
Beberapa hari kemudian Minhui keluar dari rumah sakit. Setelah keadaan Minhui sudah pulih total akhirnya Jeki memenuhi janji nya akan menikahi Minhui.
Walaupun sampai sekarang orang tua Minhui belum menganggap nya, Minhui tetap bahagia bersama suami dan anak nya.
Jeki juga semakin hari semakin menyanyangi nya dan juga anak nya.
Satu Minggu setelah pernikahan mereka, Sarah dan Fadil ternyata sudah menikah. Jeki tidak bisa datang karena anak nya masih bayi.
Seiiring berjalan nya waktu kandungan Kania semakin hari semakin besar.
Di usia 7 bulan dia membuat acara untuk syukuran.
Omah dan Opah datang dari luar negeri, begitu juga dengan Bu Mona datang dari kota nya.
Kania dan Vincent sangat bahagia. Hubungan mereka juga semakin membaik dan harmonis.
Tidak bulan kemudian akhirnya Kania melahirkan anak laki-laki.
Tidak beberapa lama melahirkan dia juga wisuda, kini dia bergelar sarjana.
Vincent semakin mencintai istri nya. Kini Vincent dan Jeki bersahabat, begitu juga dengan Kania dan Minhui.
Sementara Saska sudah di terima di rumah Kania. Namun Saska masih sering di oper-oper karena rebutan.
Tidak terasa anak mereka sudah mau Masuk TK. Minhui dan Kania sedang berbelanja membeli keperluan anak-anak mereka untuk sekolah nanti.
"Wahh tidak nyangka yah mbak, mereka sudah besar sekarang," ucap Kania setelah selesai belanja dan mampir di taman.
Mereka melihat Saska yang mengasuh kedua adiknya.
Telpon Kania berdering Telpon Dari suami nya.
"Halo mas?"
"Kamu di mana? apa masih lama?" tanya Vincent.
"Anak-anak masih main di taman mas," ucap Kania.
"Aku sudah sampai di rumah, aku sangat merindukan anak-anak ku," ucap Vincent.
Karena sudah dua Minggu Vincent tidak pulang memenuhi panggilan kerja.
"Ya sudah kalau begitu, aku akan segera pulang," ucap Kania.
Dia membawa Saska dan Arka pulang.
Anak nya bernama Arkan, sementara Minhui memberikan nama anak nya Shela.
"Sampai jumpa besok yah," ucap Shela kepada Arka.
Sesampainya di rumah Saska membantu Kania membawa belanjaan ke dalam.
__ADS_1
"Anak papah..." Vincent langsung memeluk Saska dan Arka.
"Papah sangat merindukan kalian," ucap Vincent.
"Papah kenapa tidak bilang kalau pulang hari ini?" tanya Saska.
"Kejutan," ucap Vincent.
Mereka memeluk Vincent. Mereka berdua mau minta di gendong Vincent berfikir dia masih memiliki tenaga yang kuat namun kedua anak nya sudah berat-berat.
"Aduhh pinggang ku sangat sakit karena anak-anak minta gendong tadi," ucap Vincent mengadu kepada istrinya.
"Maka nya kalau sudah gak kuat jangan pura-pura kuat," ucap Kania.
Vincent menghela nafas panjang. "Kamu lagi buat apa?" tanya nya.
"Ini susu untuk anak-anak."
Vincent memeluk pinggang istri nya. "Semakin ke sini kamu semakin cantik saja, orang tidak akan percaya kalau kamu memiliki dua anak," ucap Vincent.
"Bagus dong kalau aku tambah cantik, aku awet muda," ucap Kania.
"Huff, justru aku malah takut. Kamu bosan dan meninggalkan aku," ucap Vincent.
"Aku bukan wanita seperti itu," ucap Kania.
Vincent mencium pipi istri nya. "Apakah kamu tidak mau mandi? Ini sudah sore," ucap Vincent.
"Nanti saja mas, aku harus membersihkan rumah," ucap Kania.
Namun Kania mengabaikan suami nya.
Sementara di rumah Jeki. Minhui baru saja sampai di rumah.
Suami nya belum pulang bekerja dia segera memandikan anak nya.
"Mah, kenapa papah lama pulang?" tanya Shela.
"Papah di sini, apa kamu merindukan papah?" tanya Jeki yang ternyata sudah pulang.
"Papah...." Shela sangat senang dia langsung berlari memeluk papah nya.
"Hari ini kamu dari mana?" tanya Jeki kepada Shela.
"Aku beli persiapan untuk sekolah Minggu depan Pah."
"Wah anak Papah sudah besar saja, papah tidak sabar mau mengantar kan kamu Besok sekolah."
Minggu Depan kemudian...
Jeki dan Serli sudah sampai di sekolah TK, begitu juga dengan Vincent dan Kania, sementara Saska sudah berangkat ke sekolah SD Nya yang tidak jauh dari sana juga.
"Aku tidak sabar melihat mereka besar dan saling mencintai," ucap Vincent.
"Maksud kamu apa?" tanya Kania.
__ADS_1
"Kami berdua sepakat mau menjodohkan mereka berdua," ucap Vincent.
"Mereka sangat cocok bersahabat, bagaimana bisa mereka berpacaran?" ucap Kania.
"Apa kamu tidak ingin Hubungan kita ini turun juga kepada anak-anak kita nanti?" tanya Vincent.
"Tapi Shela lebih tua sayang," ucap nya kepada Jeki.
"Tujuh bulan tidak menjadi masalah," ucap Jeki.
Minhui dan Kania menghela nafas panjang.. Mereka sebelum nya tidak kefikiran tentang itu.
Namun tidak ada pilihan lain. Keputusan para suami mereka juga sangat bagus.
Tiga tahun kemudian....
Jeki dan Minhui terpaksa pindah ke luar provinsi karena pekerjaan Jeki yang harus di tetapkan di sana.
Di kelas dua SD Shela dan Arka berpisah. Namun bukan berarti perjodohan mereka di batalkan karena mereka yakin suatu saat nanti pasti bertemu.
"Saska...." panggil Kania.
"Iyah mah?" jawab Saska.
"Kenapa nilai kamu sangat jelek seperti ini? Kamu membuat Mamah marah saja kalau seperti ini!" ucap Kania.
"Ini karena mainan kamu itu kan? Kamu juga lupa belajar setelah punya handphone!"
"Maaf mah, nanti aku belajar lagi," ucap Saska. "Mamah kasih hukuman, kamu tidak boleh main handphone selama satu bulan dan jangan main robot-robot."
"Mamah...." ucap Saska kesal.
Arka tertawa mendengar kakak laki-laki nya di hukum.
"Kamu juga jangan ketawa! kenapa sampai sekarang kamu belum bisa menghapal ABC?" tanya Kania.
Arka langsung terdiam. "Kalian berdua di hukum berdiri di sudut!"
"Saska, sambil Ajarin adik kamu menghapal."
Mereka berdua sangat takut kepada Kania, tapi mereka juga sangat sayang kepada Kania.
Tidak beberapa lama Vincent pulang. "Assalamualaikum, Papah pulang, lihat nih papah bawa apa?" ucap Vincent.
"Ini lagi! Sudah tau anak nya tidak belajar karena mainan, sekarang malah di tambah lagi!" ucap Kania karena Vincent membawa pulang mainan baru.
Vincent kaget karena Kania marah kepada nya.
"Sayang.. kenapa kamu marah-marah?" tanya Vincent.
"Lihat ini! Nilai Saska sangat jelek sekali akhir-akhir ini, begitu juga dengan Arka, dia sangat sulit menghapal huruf."
"Namanya juga anak kecil sayang, gak apa-apa lah, nanti bisa bayar guru privat."
"Apa? Dulu waktu aku kecil aku selalu mendapatkan nilai yang bagus!"
__ADS_1
Vincent lupa kalau istri nya memiliki banyak penghargaan dan pintar juga, selain itu istri nya bukan hanya ibu rumah tangga biasa.