
Minghui menggeleng kan kepala nya. "Huff bau alkohol nya ternyata bukan dari aku, tapi dari wanita ini. Apa dia mandi alkohol?" batin Minhui.
Minhui tidak perduli dia berjalan ke dapur mencari sesuatu yang bisa di makan. Dia duduk sendiri sambil melihat terus kepada wanita itu.
Dia mengingat dulu saat dia bersama Vincent, dia selalu di istimewakan, selalu di hargai namun ternyata dia salah memilih. Walaupun dia sudah terlebih dahulu bersama Jeki, namun dia merasakan kebahagiaan bersama Vincent saja.
"Huff apa sih yang aku pikirkan? Mana mungkin wanita seperti aku menikah dengan Vincent." ucap Minhui.
Dia mengelus perut nya. "Seandainya mamah kuat nak, kita sudah pergi dari sini," ucap Minhui.
"Pokoknya mamah tidak akan membiarkan kamu mengetahui bapak kamu adalah pria yang begitu jahat," ucap Minhui.
Di siang hari nya Sasya bangun, dia berusaha bangun sambil memegang kepala nya yang pusing sekali pengaruh alkohol.
Dia melihat Minghui di dapur. Masak dengan ceria. Dia bangun. Minhui sangat kaget melihat Sasya sudah berdiri tidak jauh dari nya.
Namum dia tidak memperdulikan nya. "Apa-apaan ini! Apa maksud kamu mengabaikan aku seperti itu?" tanya Sasya.
Minhui menghela nafas dia menoleh ke arah perempuan itu.
"Seharusnya kamu membuat kan saya minum, kamu harus menyiapkan saya makanan sebelum saya bangun," ucap Sasya.
Sementara di kamar Minghui, Jeki baru saja bangun karena mendengar suara Sasya yang begitu kuat.
Dia heran kenapa dia bisa di kasur, dia sangat ingat jelas kalau dia memilih tidur di lantai karena sangat panas.
Jeki melihat selimut yang menyelimuti badan nya dan sepatu serta jas nya sudah di buka.
"Apa Minhui yang melakukan nya?" tanya Jeki, namun dia harus segera keluar karena Sasya tidak berhenti marah-marah.
"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya nya.
Mereka berdua menoleh ke arah Jeki.
"Ini loh sayang, pembantu kamu benar-benar tidak tau cara nya melayani dengan baik."
"Emang nya kenapa?"
"Seharusnya dia harus menyiapkan minuman dan juga makanan sebelum kita bangun."
Jeki menoleh ke arah Minhui yang sangat pucat, namun Jeki melihat Minhui sedang masak kue, tidak biasa nya.
"Aku berfikir kamu sudah pulang, sebaiknya kamu pulang saja," ucap Jeki. Jawaban yang membuat Sasya kaget. Karena dia sudah berharap Jeki marah kepada Minhui.
__ADS_1
"Sayang! Kenapa kamu gak negur dia sih? seharusnya kamu bela aku, bukan ngusir aku seperti ini!"
"Sebaik nya kamu pulang saja," ucap Jeki menarik tangan nya keluar.
Sasya terlihat sangat kesal sekali, dia benar-benar marah karena Jeki malah menarik nya keluar.
Setelah beberapa lama akhirnya Jeki kembali masuk ke dalam dia melihat Minhui yang kembali masak kue.
Jeki tidak mengatakan apapun dia melihat makanan dan kopi di atas meja.
"Perasaan tadi ini tidak ada," dalam hati nya namun Jeki Langsung minum agar lebih segar.
Minhui melihat kue buatan nya, dia sangat senang karena dia ternyata sangat pintar membuat kue.
Namun setelah semua nya masak dia tidak memakannya melainkan langsung meninggalkan nya begitu saja.
Minghui hanya ingin membuat saja, bukan ingin memakannya.
Jeki masuk ke dapur.
"Untuk apa dia masak kue begitu banyak Kalau tidak di makan?" batin Jeki.
Dia mencoba satu lumayan enak, namun tidak mungkin dia menghabis kan semua nya itu.
"Tok!! tok!! tok!!" Jeki mengetuk pintu kamar Minhui yang terbuka, Minhui sedang mengganti sprei kamar yang sudah bau alkohol.
"Kenapa kamu tidak memakan kue yang sudah kamu buat? Apa kamu hanya ingin membuang-buang makanan? Membeli itu semua pakai uang."
Minhui terdiam sejenak. Dia tidak berani menjawab, namun di sisi lain entah mengapa dia sudah tidak terlalu takut lagi kepada Jeki.
"Apa kamu tidak mendengar ku?"
"Aku tidak makan kue, aku hanya ingin membuat nya saja."
Minhui langsung membawa sprei kotor ke luar melewati Jeki.
Minhui langsung mencuci karena baju Jeki juga sudah banyak yang kotor.
Seharian Jeki di rumah, Minhui mencoba mencari kesibukan agar tidak ada kesempatan Jeki marah kepada nya, dia juga tidak ingin melihat Jeki.
Malam hari nya di villa tempat Kania dan Vincent.
"Hufff aku sangat lelah sekali mas, aku ingin istirahat," ucap Kania langsung melemparkan tubuhnya ke tempat tidur.
__ADS_1
"Sayang.. mandi dulu sana, aku akan merapikan barang-barang ini."
"Aku sangat malas sekali, bisa besok saja kan mandi nya?" tanya Kania.
Vincent menggeleng kan kepala nya, dia memaksa Kania bangun.
Kania tidak bisa menolak dia masuk ke dalam kamar mandi.
Vincent memiliki pelayan di sana namun barang-barang itu bukan lah hal yang sulit di atur. Karena itu semua belanjaan Kania dan juga barang-barang mereka berdua.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Vincent masuk ke dalam kamar mandi.
"Aaaa!!! ngapain mas masuk?" tanya Kania.
"Apa yang salah? lagian kita sudah menikah, aku sudah melihat semua nya," ucap Vincent.
Mereka berdua merendam tubuh nya di dalam bathtub berdua sambil menikmati viu yang terlihat dari dalam namun tidak tembus pandang dari luar.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai mandi, Vincent membantu istri nya mengeringkan rambut nya. Kania dengan manja nya menyenderkan kepalanya sambil menutup mata nya.
Vincent hanyut dalam pikiran nya sendiri sehingga tidak sadar istri nya sudah tertidur begitu pulas di paha nya.
Vincent terpaksa menggendong tubuh Kania ke atas tempat tidur.
"Hummm seperti anak kecil saja, seperti nya dia benar-benar kelelahan," ucap Vincent.
Vincent mengelus rambut nya, dan mencium kening istrinya.
Vincent tidak bisa tidur akhirnya dia memeriksa laptop nya yang sudah beberapa hari tidak di buka oleh nya.
Ternyata di laptop nya ada Gmail istri nya. Dia melihat beberapa pesan masuk dari pekerjaan, kuliah dan yang menarik perhatian nya adalah nama perusahaan Jeki.
Dia penasaran, tanpa ijin langsung membuka nya.
Vincent menghela nafas panjang. "Apa maksud Jeki mengirimkan foto bayi kepada Kania seperti ini? Apa hubungan bayi itu dengan Kania,"
"Tunggu seperti nya ini bukan Kania, tapi dengan ku," ucap Vincent dia memerhatikan foto bayi yang sangat menggemaskan itu.
Namun tiba-tiba Kania bangun, dia melihat Vincent.
"Mas, kenapa belum tidur?" tanya Kania.
"Sebentar lagi," ucap Vincent, dia langsung menghapus foto itu dan menutup laptopnya, setelah itu dia langsung naik ke tempat tidur.
__ADS_1
Kania memeluk suaminya. Vincent juga tertidur berada di pelukan istri nya itu.
Begitu juga di tempat Jeki, di juga tidur setelah selesai makan malam, perut nya kenyang dan tidur di sofa.