
"Nanti di acara itu Kalian harus menjaga jarak satu sama lain! Jangan sampai orang berpikir kalau kalian pasangan." ucap Bu Mona.
"Iyah Mih." ucap Vincent.
Kania senyum-senyum sendiri, karena dia memiliki ide baru agar Bu Mona sadar kalau Vincent cocok dengan nya saja.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Semua orang melihat Vincent yang lagi-lagi membantu Kania keluar dari dalam mobil.
"Wahh bukan nya itu pak Vincent yah? apa itu pacar nya? Mereka sangat cocok. Pacar nya juga sangat cantik."
Bu Mona yang mendengar itu sangat kesal sekali.
"Vincent ayo masuk cepat!" ucap Bu Mona.
Vincent menggenggam tangan Kania sambil berjalan masuk ke dalam Restoran yang sudah di sewa khusus untuk acara itu saja.
Semua keluarga Heni sudah menunggu kedatangan mereka.
"Maaf semua nya sudah buat lama menunggu," ucap Bu Mona.
"Tidak apa-apa, ayo silahkan duduk, masih ada juga kok yang belum datang."
Semua nya melihat ke arah Kania yang duduk juga di samping Vincent.
"Oh iya kenalin ini Kania."
"Oohh ini yang namanya Kania, cantik juga yah."
Mereka semua memuji Kania membuat Bu Mona menyesal mengajak Kania.
Sepanjang acara Vincent dan Heni tidak ada interaksi apapun karena keluarga nya saja yang berbicara.
Kania mau mencari minum dia tidak sengaja melihat Heni yang baru saja keluar dari toilet.
"Haii..." apa Heni.
Kania tersenyum.
"Hai juga." ucap Kania.
"Kamu cantik banget malam ini."
"Kamu meledek ku kalau aku tidak cantik biasanya yah?" tanya Kania berusaha untuk akrab.
"Enggak kok, gak seperti itu, kamu cantik banget sehingga banyak yang berfikir kalau kamu pacar nya Vincent."
Kania tersenyum. "Apa kamu tidak cemburu sama sekali?" tanya Kania.
"Kenapa aku harus cemburu sama Keponakan Vincent? Justru aku sangat senang melihat Vincent sangat dekat dengan kamu, itu arti nya dia bisa menjaga perempuan dengan baik."
__ADS_1
Cukup banyak yang mereka bicarakan, seketika saja mereka jadi akrab karena Heni juga bukan perempuan yang sombong.
Tidak beberapa lama akhirnya acara selesai.
"Vincent kamu membuat mamih malu tau gak?" tiba-tiba Bu Mona marah kepada Vincent setelah sampai di rumah di depan Kania.
"Kenapa mih?"
"Kamu masih bertanya? Kamu kenapa mengatakan kalau kamu tidak ingin menikah?" tanya Bu Mona.
"Bukan kah yang aku katakan jujur? aku tidak ingin mereka berharap kami bisa menikah dengan cepat sementara aku sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Heni dan juga Aku tidak mencintai nya."
"Lalu kamu mencintai siapa? apa kamu mencintai wanita murahan? apa kamu mencintai mantan-mantan kamu?" tanya mami nya sudah terlanjur emosi sehingga tidak bisa mengontrol pembicaraan nya lagi.
"Mamih ingin tau aku mencintai siapa?" tanya Vincent.
"Katakan! Mamih akan meminta perempuan itu menjauhi kamu!"
"Aku mencintai Kania!" ucap Vincent sambil menoleh ke arah Kania yang sangat terkejut dengan pengakuan Vincent.
Tiba-tiba Bu Mona tertawa.
"Jangan bercanda Vincent! Mamih sedang emosi."
Vincent mendekati Kania menggenggam tangan nya.
"Percaya atau tidak kami sudah pacaran diam-diam."
"Jangan bercanda Vincent, ini semua tidak mungkin."
"Aku ingin menikah Kania, tidak orang lain."
"Kania katakan kalau ini hanya bohong, ini tidak mungkin kan? mana mungkin kamu pacaran dengan Paman mu sendiri."
"Vincent bukan kah Paman kandung ku, Apa salah nya aku berpacaran dengan pria yang aku cintai?"
"Tidak mungkin! Tidak mungkin! Kalian sudah salah langkah."
"Mih, aku tidak bisa menerus kan hubungan dengan Heni karena kami tidak saling mencintai."
"Vincent, kamu kenapa lebih memilih perempuan ini dari pada mamih?"
"Mamih mau tau alasan nya?"
"Karena Kania saja yang bisa mengerti aku, Kania yang selalu ada untuk ku, mengurus ku sampai sekarang, sementara Mamih Sibuk dengan urusan Mamih sendiri dan sekarang mamih kembali mau menjodohkan aku dengan orang lain."
"Vincent kamu harus mendengar kan mamih nak, ini demi kebaikan kamu."
Vincent menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Aku sudah cukup mendengar kan mamih selama ini sehingga aku berkorban, untuk sekarang aku sudah tidak mau lagi mamih."
"Mamih juga kan yang membuat ini semua, kalau bukan karena kesalahan Papi yang sudah mencelakai kedua orang tua Kania mana mungkin aku dengan Kania sekarang?" ucap Vincent.
"Maksud nya apa?" tanya Kania.
Vincent keceplosan, dia tidak sadar kalau Kania masih di samping nya.
"Kania apa kamu masih mau bersama Vincent? Dia adalah anak yang sudah membuat orang tua kamu meninggal dunia."
"Mih aku mohon jangan berbicara seperti itu," ucap Vincent.
"Mamih tidak akan setuju dengan hubungan kalian berdua. Masih banyak perempuan di luar sana, kenapa harus Kania? Mamih sangat kecewa kepada kamu Vincent." ucap Bu Mona dan pergi ke kamar nya.
Vincent menghela nafas panjang. Tiba-tiba Kania menepis tangan Vincent dari nya.
"Sekarang jelas kan apa yang terjadi sebenarnya." ucap Kania.
"Yang di katakan oleh mamih benar, Papi yang membuat orang tua kamu kecelakaan namun itu tidak lah sengaja, pada saat itu Orang saya sedang ada masalah rumah tangga."
"Keesokan harinya papi saya memiliki bisnis di luar bersama orang tua kamu dan pada saat itu papi saya yang menyetir membawa kedua orang tua kamu, namun papi saya kurang fokus sehingga dia menabrak pembatas jalan tol."
Mendengar itu Kania sangat sakit. Dia tidak bisa menerima kenyataan, sekarang perasaan nya sangat sakit tidak tau harus apa selain menangis.
"Kenapa paman tidak jujur dari awal? Kenapa paman harus berbohong?" tanya Kania.
"Saya tau kalau hal ini tidak mudah kamu terima begitu saja Kania."
"Sampai kapan paman akan menyembunyikan semua nya seperti ini? Sampai kapan paman Akan berbohong? Aku sudah lelah paman."
Vincent terdiam dia tidak bisa mengatakan apapun.
"Aku mohon jangan ganggu aku, aku tidak ingin di ganggu dan aku tidak mau melihat wajah paman."
Kania langsung pergi ke kamar nya, Vincent tidak berani mengejar nya.
"Aaarrggghhh!!!! Kenapa harus terjadi seperti ini? Apa tidak cukup semua masalah yang aku alami? Kenapa harus bermasalah lagi sekarang?"
Vincent sudah sangat muak dengan permasalahan hubungan mereka yang tak kunjung selesai.
Sementara di tempat lain Ulfa sedang membuat teh untuk Yuda yang datang ke rumah nya malam-malam.
"Nih minum dulu teh nya." ucap Ulfa.
"Terimakasih."
"Oh iya lain kali kalau kamu mau ke sini jangan malam-malam yah, aku takut orang yang melihat nya salah paham."
"Emangnya gak boleh yah?"
__ADS_1
"Boleh sih, hanya saja aku di sini tinggal sendiri, berdua dengan laki-laki di malam hari bisa menimbulkan fitnah."
"Oohhhh, ya udah kalau begitu aku minta maaf yah." ucap Yuda.