Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 142


__ADS_3

Ulfa menghela nafas panjang.


"Kalau aku tau Akan seperti ini, aku tidak akan mengatakan aku bisa memasak," ucap Ulfa.


Yuda tersenyum. Dia mengendarai mobil nya ke rumah Ulfa yang tidak terlalu jauh.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai, dia membuka almet nya terlebih dahulu dan berjalan ke dapur.


Hanya ada beberapa bahan di dapur, dia membuat seadanya saja.


Yuda ternyata memiliki maksud tertentu mengajak Ulfa makan di rumah. Dia ingin berduaan, bermesraan dan mengganggu Ulfa.


Dia tidak berhenti mencium pipi Ulfa terus menerus. Ulfa hanya bisa pasrah.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Dia melihat Yuda malah ketiduran di sofa setelah puas mengganggu nya.


"Yuda.. Ayo bangun, semua nya sudah masak."


"Aku sangat ngantuk, jangan ganggu aku dulu."


"Bukan kah kamu yang tadi mau makan? Kalau kamu mau tidur nanti saja." ucap ulfa dengan kesal.


Yuda membuka mata nya. "Tadi aku tidak bisa tidur," ucap Yuda.


"Aku sudah bilang berhenti main game," ucap Ulfa.


Yuda tersenyum. Ulfa sangat jarang ngomel, namun ketika dia ngomel membuat Yuda tersenyum.


Mereka berjalan ke meja makan bersama.


"Humm Wangi nya enak banget," ucap Yuda.


"Ayo makan, kita harus pergi lagi."


Setelah pulang kuliah Kania langsung ke kantor suami nya.


"Kania kamu kapan sampainya?" tanya Tomi.


"Baru saja, apa kamu melihat mas Vincent?"


"Pak Vincent hari ini tidak ke kantor, dia memiliki urusan di luar."


"Oohh gitu yah, ya udah deh kalau begitu aku pergi dulu."


"Kenapa sangat cepat? aku tidak ada kerjaan lagi, ayo minum di luar."


Kania mengangguk. Tidak beberapa lama akhirnya mereka keluar dari perusahaan. Namun Fani yang sedang berbicara dengan staf lain melihat itu.


"Apa yang sedang kamu lihat?" tanya teman nya.


Fani langsung sad dia lanjut membahas pekerjaan nya. Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.


"Kania dan Tomi mau kemana yah?" batin Fani.

__ADS_1


Sementara di tempat lain Vincent sedang duduk menunggu seseorang di depan salon.


"Pak Vincent. Kenapa pak Vincent di sini?" tanya pemilik salon itu.


"Saya ingin bertemu dengan nama nya Titi."


"Iyah pak, saya sendiri. Apa yang bisa saya bantu?" tanya Perempuan itu.


"Saya ingin menanyakan tentang Sarah. Apa kamu tau dia dimana sekarang?"


"Sarah? Aku kurang tau pak karena kita kurang dekat."


"Apa anda pernah melihat dia dekat dengan seseorang?"


"Sarah anak yang cukup tertutup kata teman-teman yang lain nya pak, tidak ada yang cukup dekat dengan nya."


"Tapi ada satu laki-laki yang cukup dekat dengan nya, hanya saja saya tidak tau dimana dia tinggal sekarang."


"Kalau boleh tau siapa namanya? Apa anda memiliki sosial media nya?"


Titi memberikan media sosial nya. Ternyata Pria itu sangat tidak asing. Beberapa kali dia melihat Sarah bersama pria itu bahkan dia pernah cemburu kepada pria itu.


Akhirnya Vincent menemui pria itu.


Ternyata rumah nya cukup jauh membutuhkan waktu dua jam ke sana, di tambah jalanan macet.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana. Vincent melihat sudah jam empat sore.


"Aku tidak tau yang mana rumah nya? Di sini cukup banyak rumah yang sama."


Vincent turun dan bertanya kepada orang yang tidak jauh dari tempat nya berhenti.


Akhirnya dia menemukan rumah nya, dia mengetuk pintu ternyata hanya pembantu nya yang ada di rumah.


Vincent menunggu sampai jam lima sore namun tetap saja pria yang di tunggu tidak datang.


Akhirnya Vincent memutuskan untuk pulang karena istri nya sudah menghubungi nya, dia menitipkan pesan kepada pelayan itu dan tidak lupa meninggalkan kan nomor handphone nya.


Karena Bibik tidak berani memberikan nomor telpon bos nya kepada orang lain.


"Mas, kamu sudah pulang?" tanya Kania menghampiri suami nya.


Vincent tersenyum dia mencium kening istrinya dan memeluk nya.


"Kamu baru selesai mandi?" tanya Vincent.


Kania mengangguk. "Oh iya mas, malam ini aku boleh kan nongkrong bersama teman-teman ku?" tanya Kania.


Vincent melihat penampilan istri nya. "Kalau mas mau ikut juga boleh kok," ucap Kania.


Vincent tersenyum. "Boleh kan malam ini kamu tidak perlu pergi?" tanya Vincent.


"Aku sudah rapi mas, teman-teman ku sudah menunggu."

__ADS_1


"Kalau kamu tidak datang, bukan berarti teman-teman mu berhenti nongkrong, ayo masuk."


Vincent menarik tangan istrinya masuk ke dalam rumah.


"Mas.. Mas..." Kania menjerit karena di paksa masuk ke dalam kamar.


Vincent menduduk kan Istri nya di kasur. "Aku akan mandi, kamu jangan kemana-mana."


Kania menghela nafas panjang. "Huff seharusnya aku langsung pergi tidak perlu ijin kepada nya."


Kania mengirimkan pesan kepada teman-teman nya.


Sementara Ulfa masih sibuk bekerja melayani para pembeli. Yuda memandanginya sampai tidak sadar banyak pelanggan yang mau bayar.


"Kak Yuda seperti nya benar-benar mencintai Ulfa, lihat saja dari tadi tatapan nya tidak lepas dari Ulfa."


"Humm benar banget, padahal kalau dilihat kita jauh lebih cantik."


"Tapi kalian semua harus menyadari kalau Ulfa memiliki kelebihan di balik kekurangan nya."


"Dia sangat pintar masak, dia ramah, manis dan juga sangat pandai memikat pelanggan."


"Sangat banyak sekarang pelanggan kita yang tetap karena dia," ucap staf laki-laki."


"Aku heran deh sama kalian yang laki-laki, apa cantik saja tidak cukup?"


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Ulfa. Semua nya langsung diam dan lanjut bekerja.


Tidak beberapa lama akhirnya Ulfa Istirahat, Yuda meminta Staf lain mengganti kan nya.


"Apa kamu lelah?" tanya Yuda. Ulfa tersenyum sambil minum kopi dingin.


"Kalau kamu tidak kuat, kamu bisa berhenti, aku tetap akan memberikan uang kepada mu."


Ulfa menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau, aku sangat suka pekerjaan ini."


Yuda tersenyum dia mengelus kepala Ulfa. Dia mau mencium Ulfa namun tiba-tiba ada Staf datang untuk istirahat.


Yuda menghela nafas panjang. "Ulfa nih untuk kamu," ucap teman laki-laki nya sambil memberikan air putih.


"Terimakasih Sobri."


Yuda menatap tajam ke arah pria itu, karena dia seperti nya mau mendekati kekasih nya itu.


Di rumah Kania. Tidak beberapa lama akhirnya Vincent selesai mandi, dia melihat istrinya sudah mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur yang cukup mini.


Vincent mendorong Kania ke tempat tidur..Kania kaget namun dia tidak berontak.


"Kenapa tidak mengeringkan rambut dulu?" tanya Kania.


Vincent tidak menjawab dia langsung mencium bibir Kania.


Kania membalas nya dengan baik, Vincent dengan cepat melepaskan handuk di pinggang nya dan langsung melepaskan pakaian Kania.

__ADS_1


Namun baru saja berhasil melepaskan nya, tiba-tiba dia teringat dengan foto bayi itu. Dia menatap wajah Kania.


__ADS_2