
Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan.
"Bukan kah paman mengajak ku keluar mau berbicara? Apa yang ingin Paman bicarakan?"
Vincent memegang tangan Kania namun Kania langsung melepaskan nya.
"Paman ini di luar."
Vincent diam sejenak dia menunduk kan kepala nya.
"Saya mau minta maaf dengan sifat saya."
Kania menatap Vincent yang diam menunduk.
"Apa Paman tau kesalahan paman di mana?" tanya Kania.
"Saya minta maaf karena sudah marah, saya melakukan itu karena saya sangat khawatir kepada kamu."
"Paman tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan setelah Bu Mona di sini, aku juga ingin paman mengerti aku," ucap Kania.
Setelah pulang dari sana Kania dengan Vincent baikan lagi, namun Kania masih tetap bersifat dingin dia belum bisa memaklumi apa yang terjadi karena Bu Mona masih menjodohkan Vincent Dengan Heni.
"Apa yang ingin Kakak lakukan?" tanya Kania setelah sampai di depan rumah namun Vincent mengunci pintu mobil.
Vincent mendekati Kania.
"Apa kamu masih sangat marah?" tanya Vincent.
Kania menghela nafas sambil menatap Vincent.
"Pertanyaan yang lain bisa gak? aku sudah muak menjawab itu dari tadi, aku tidak marah."
"Mana bisa aku marah kepada pria yang aku cintai." batin Kania menatap Vincent.
Vincent memeluk Kania dengan sangat erat.
"Bantu saya mencari solusi untuk hubungan kita."
"Sebaik nya malam ini kita istirahat saja, masih ada hari esok mau memikirkan itu semua." ucap Kania.
Vincent mencium pipi Kania menatap nya cukup dalam.
"Saya tidak ingin kehilangan kamu."
"Aku juga tidak mau kehilangan paman," ucap Kania.
Keesokan harinya...
Vincent mengantarkan Kania berangkat ke kampus.
"Kania apa kamu tidak mau mencium saya?" tanya Vincent.
Kania melihat ke sekeliling mereka.
"Apa sih Paman, jangan aneh-aneh deh minta di tempat sore ini."
"Kania..." Vincent memasang wajah memohon."
Kania mencium nya sekejap.
__ADS_1
"Aku dengar Minggu depan paman ada janji dengan Mami mau bertemu dengan keluarga Heni, apa itu benar?" tanya Kania.
Vincent mengangguk.
"Saya ingin sekali tidak pergi, saya tidak ingin pergi." ucap Vincent.
Kania diam tidak tau mau mengatakan apa.
"sudah kamu tidak perlu memikirkan hal ini, kamu fokus lah belajar saya akan ke kantor."
Kania mengangguk.
Setelah beberapa lama akhirnya Vincent pergi Kania masuk ke dalam kampus, dari jauh dia melihat Ulfa dan Yuda sedang makan eskrim bersama.
"Kania sini deh." panggil Ulfa.
"Pagi-pagi sudah Makan eskrim saja." ucap Kania.
"Nih untuk kamu." ucap Ulfa.
Kania mengambil nya.
"Bagaimana hubungan kamu dengan paman kamu sudah baikan?" tanya Ulfa.
"Jadi benar kalau kamu dengan paman kamu sendiri pacaran?" tanya Yuda karena dia sudah mencurigai itu cukup lama."
"Kamu jangan salah paham, semua nya tidak seperti apa yang kamu pikirkan." ucap Ulfa.
"Iyah aku tau kok kalau paman Vincent bukan Paman kandung Kania."
"Aku minta maaf sebelumnya menjadi kan kamu pelampiasan hubungan kami berdua," ucap Kania kepada Yuda.
"Sudah tidak apa-apa, tidak perlu memikirkan itu, sekarang aku sudah move on kok dari kamu," ucap Yuda.
"Apa kalian berdua sekarang..."
"Enggak kok, kamu jangan salah paham, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan."
Kania tersenyum.
"Iyah-iyah aku tau kok."
"Jadi bagaimana hubungan kamu dengan paman Vincent?" tanya Ulfa.
"Untuk sekarang masih sama seperti biasa, Minggu depan Bu Mona mengajak aku untuk ikut Makan malam bersama keluarga Heni."
"Terus kamu mau pergi?"
"Aku tidak bisa menolak Ulfa, aku juga sebenarnya tidak mau pergi."
"Kamu yang sabar yah." ucap Ulfa.
"Aku tidak tau bagaimana dengan hubungan kami selanjutnya, namun aku benar-benar tidak mau kehilangan paman Vincent karena kamu tau sendiri kan kalau aku sudah mencintai nya cukup lama."
hari-hari di lalui oleh Kania dan Vincent seperti biasa. Tiba lah di hari Minggu Kania sedang siap-siap mau ikut dengan Vincent dan Bu Mona.
"Aku tidak boleh kalah cantik dari Heni, pokoknya aku harus cantik."
Kania memilih pakaian yang sangat cantik dan mencoba nya.
__ADS_1
Setelah sudah cocok dia langsung makeup secantik mungkin.
Tidak lupa juga dengan semua perhiasan yang dia sukai
Tidak beberapa lama akhirnya selalu dia keluar darah kamar dan kebetulan juga Vincent keluar dari kamar.
"Sayang kamu sangat cantik sekali," ucap Vincent mendekati Kania dan mau mencium nya.
"Apa yang paman lakukan? jangan sampai Bu Mona melihat nya."
Vincent melihat penampilan Kania.
"Ada apa dengan mu hari ini? kenapa kamu berpenampilan sangat cantik?"
"Karena aku tidak mau kalah cantik dari Heni."
Vincent tersenyum mendengar nya.
"Jadi kamu cemburu?"
"Kamu tetap paling cantik di mata saya, jangan berfikir yang tidak-tidak. Saya ingin kamu jangan merasa cemburu setelah sampai di sana ini semua hanya sandiwara agar mami senang."
Kania diam saja karena tidak semudah itu untuk ikhlas.
"Kania... Vincent... kenapa kalian sangat lama? Ayo turun." panggil Bu Mona.
Vincent dan Kania turun bersama.
Bu Mona melihat mereka berdua yang sangat serasi sekali, bahkan baju mereka benar-benar sangat serasi sekali.
"Kenapa Vincent sangat cocok bersama Kania ketika seperti ini?" batin Bu Mona.
Kania tersenyum manis.
"Sebenarnya kamu tidak perlu di ajak hari ini karena kamu bukan Keponakan kandung Vincent, namun karena semua orang tau kamu keponakan nya, tidak masalah kalau kamu ikut asal jangan membuat masalah!"
Kania yang sudah mulai terbiasa dengan omongan pedas Bu Mona sudah menganggap nya biasa saja.
"Humm tidak akan Bu, saya bisa menjaga mulut, sifat saya dengan baik."
"Bagus deh kalau begitu. Jangan membuat anak saya malu di depan calon besan dan menantu saya."
"Sudah mih, ayo berangkat."
Bu Mona melihat Vincent membuka kan pintu mobil untuk Kania sementara dia membuka pintu sendiri.
Bu Mona duduk di samping supir sementara Kania dan Vincent duduk bersama di belakang.
"Nanti di acara itu Kalian harus menjaga jarak satu sama lain! Jangan sampai orang berpikir kalau kalian pasangan." ucap Bu Mona.
"Iyah Mih." ucap Vincent.
Kania senyum-senyum sendiri, karena dia memiliki ide baru agar Bu Mona sadar kalau Vincent cocok dengan nya saja.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Semua orang melihat Vincent yang lagi-lagi membantu Kania keluar dari dalam mobil.
"Wahh bukan nya itu pak Vincent yah? apa itu pacar nya? Mereka sangat cocok. Pacar nya juga sangat cantik."
Bu Mona yang mendengar itu sangat kesal sekali.
__ADS_1
"Vincent ayo masuk cepat!" ucap Bu Mona.
Vincent menggenggam tangan Kania sambil berjalan masuk ke dalam Restoran yang sudah di sewa khusus untuk acara itu saja.