Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 88


__ADS_3

"Pintar juga kamu main gitar," ucap Vincent. Yuda mengangguk. "Apa Bapak mau belajar?"


"Huff ini sudah di luar, panggil saja nama saya. Kalau di lihat-lihat dari wajah kita seperti seumuran karena saya Awet muda," ucap Vincent dengan sangat percaya diri.


Vincent belajar main gitar, sementara Kania sibuk bercerita dengan teman-teman nya yang lain juga.


Ulfa juga sangat senang bisa bertemu dengan teman SMA Kania, walaupun dulu dia SMK dan berdekatan dengan Kania tetap saja dia tidak terlalu dekat dengan teman-teman Kania.


Beberapa jam di perjalanan mereka sampai di tempat tujuan pada sore hari. Sebelum hari semakin malam mereka harus memasang tenda masing-masing.


Ada beberapa tenda karena masing-masing tenda hanya bisa di isi oleh dua orang.


Vincent dan Yuda satu tenda. Vincent melihat beberapa teman perempuan Kania sangat kesulitan memasang tenda, karena ada yang bertugas memasang tenda, ada yang memasak, dan ada yang mencari kayu bakar.


"Apa perlu bantuan?" tanya Yuda langsung kepada mereka membuat Vincent menghela nafas panjang.


"Huff aku baru saja mau membantu, namun dia sangat cepat kalau masalah perempuan," batin Vincent.


"Kak Vincent, apa aku boleh minta tolong bantuan kakak?"


"Apa yang bisa saya bantu?" tanya Vincent.


"Aku tidak bisa mengangkat barang-barang ku dari dalam mobil."


Vincent menoleh ke arah Kania terlebih dahulu, Kania mengangguk mengijinkan Vincent membantu teman nya.


Vincent melihat semua tenda sudah terpasang dengan baik sebelum matahari terbenam.


Namun dia baru memerhatikan Kania yang dari tadi tidak istirahat.


"Sebaik nya kamu istirahat dulu," ucap Vincent kepada Kania yang sedang berusaha menghidupkan api unggun.


Kania tidak menjawab Vincent. "Biar saya bantu," ucap Vincent mengambil alih pekerjaan Kania.


Kania tidak mengatakan apapun dia langsung pergi. "Ada apa dengan Kania Kak?" tanya Yuda kepada Vincent.


"Saya tidak tau. Kamu sendiri kenapa membiarkan Ulfa bersama pria lain?" tanya Vincent sambil melihat Ulfa yang di bantu oleh Pria.


Yuda duduk di samping Vincent.


"Dia marah karena saya membantu wanita-wanita itu Memasang tenda."


Vincent menghela nafas panjang. "Ya lagian itu salah kamu sendiri, kenapa kamu membantu mereka Tampa Ijin dari Ulfa."


"Kakak juga begitu bukan? Kakak membantu perempuan tadi membawa barang-barang sementara Kania melakukan semua nya sendiri memasang tenda, mengambil barang-barang nya."

__ADS_1


"Huff mereka sungguh wanita yang aneh."


Mereka berdua terlihat sangat lesu.


Hari semakin gelap, para perempuan sangat sibuk memasak menggunakan api unggun dan peralatan seadanya.


Terlihat sangat sederhana namun sangat menyenangkan sekali.


"Arghh!! Di sini sangat dingin sekali," ucap Yuda sambil duduk di samping Ulfa.


"Kamu jangan ngambek dong, aku hanya berniat baik membantu mereka tadi."


"Aku tidak ngambek," ucap Ulfa. "Lalu kenapa kamu mengabaikan aku?"


"Kamu lupa kalau Kania ada di sini, kita tidak boleh terlalu dekat," ucap Ulfa.


"Jadi kamu tidak marah kepada ku?" Ulfa menggeleng kan kepala nya.


"Mereka perempuan, butuh bantuan. Itu sebabnya kita datang bersama."


Yuda tersenyum dia sangat lega mendengar jawaban Ulfa.


Kania melihat Yuda dan Ulfa yang sedang bercanda di dekat api unggun dan terlihat sangat romantis sekali.


Dia tidak marah melainkan sangat senang melihat keakraban dan keromantisan mereka.


"Kamu juga memiliki pacar yang baik," ucap Kania.


"Tapi dia tidak setampan dan sekaya kak Vincent,"


"Jangan berbicara seperti itu, di balik kekurangan seseorang pasti ada kekurangan nya," ucap Kania.


"Kamu benar juga. Nih kopi untuk kak Vincent nya sudah jadi."


"Kamu saja yang nganterin, aku belum selesai," ucap Kania.


"Kak Vincent adalah pacar kamu, kalau aku yang ngasih aku takut pingsan karena berbicara dengan kak Vincent yang sangat tampan."


"Huff kamu terlalu lebay sekali," ucap Kania.


Kania berdiri dan mengambil kopi itu, dia mendekati Vincent yang sedang membakar jagung bersama satu teman nya.


"Ini kopi untuk paman," ucap Kania. Vincent tersenyum sambil mengucapkan terimakasih.


"Lain kali paman tidak perlu melakukan hal seperti ini kalau tidak terbiasa." ucap Kania karena melihat semua jagung yang di bakar oleh Vincent gosong sementara punya teman nya bagus.

__ADS_1


Mereka tidak berani menegur Vincent itu sebab nya membiarkan Vincent melakukan dengan sesuai keinginan nya.


"Apa ini tidak layak di makan?" tanya Vincent. Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau kok makan nya kak, ini terlihat lebih enak dari pada punya mereka," ucap teman-teman perempuan Kania.


Dengan sekejap jagung yang di bakar oleh Vincent habis.


Kania hanya bisa menghela nafas panjang melihat itu.


Setelah selesai makan malam mereka berkumpul mengelilingi api unggun. Vincent melihat semua orang yang terlihat sangat bahagia berkumpul bersama di sana.


Dan seumur hidup nya dia baru bisa merasakan momen seperti ini. Dia menatap wajah Kania yang bernyanyi. Kania sangat malu di tatap oleh Vincent sehingga berusaha untuk tidak menoleh ke arah Vincent.


Hari semakin malam semua orang sudah masuk ke tenda masing-masing tinggal hanya Vincent di luar. Kania mau ke kamar mandi namun dia melihat Vincent masih duduk sendiri di luar sambil melihat ke arah langit.


"Apa Paman tidak ngantuk?" tanya Kania.


"Eh kamu belum tidur? Apa tenda kamu kurang nyaman? Kamu bisa tidur di tenda saya." ucap Vincent.


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau ke kamar mandi."


"Oohh kalau begitu saya akan menemani kamu," ucap Vincent.


"Apa yang Paman lakukan di sini?" tanya Kania.


"pemandangan malam hari di sini sangat indah, saya juga mengambil beberapa foto bintang dan bulan." ucap Vincent.


Kania tersenyum. "Ya sudah kalau begitu ayo ke kamar mandi, saya juga mau ke kamar,"


Mereka berjalan bersama ke kamar mandi yang lumayan jauh dari sana.


Setelah selesai Kania kembali masuk ke tenda nya.


"Paman juga tidur lah, besok kita masih ada kegiatan," ucap Kania.


Vincent mengangguk. Kania melihat ke sekeliling dia mendekati Vincent mencium bibir Vincent dengan singkat.


"Good night sayang," ucap Kania karena malu dia langsung masuk ke dalam tenda.


Vincent tersenyum dia juga langsung masuk ke dalam tenda nya, namun dia sangat heran kenapa Yuda tidak ada di tenda nya.


Begitu juga dengan Kania dia tidak melihat Ulfa di tenda nya.

__ADS_1


"Mungkin dia ke kamar mandi, aku sangat lelah, sebaik nya aku tidur," ucap Kania.


Sementara Yuda dan Ulfa ternyata sedang duduk bersama di luar. Tidak membicarakan tentang apapun mereka hanya menatap langit sambil bergandengan tangan.


__ADS_2