Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 67


__ADS_3

Dengan cara seperti itu mereka berdua bisa menghilangkan rasa sedih mereka.


Vincent di rumah sudah semakin khawatir karena sudah jam 12 malam.


Vincent mau mencari Kania ke rumah Tomi namun tidak beberapa lama mobil Kania masuk ke halaman rumah.


Vincent berdiri dan menunggu Kamis keluar.


Dan ternyata yang keluar bukan Kania melainkan Tomi.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa mobil Kania sama kamu? di Mana Kania?"


Tomi menunjuk ke arah dalam, Tomi membuka pintu dan membantu Kania keluar dari dalam mobil dia sudah sangat mabuk sekali.


Tomi membantu Kania keluar dari mobil namun tiba-tiba saja Vincent menghajar wajah Tomi.


Tomi sampai terjatuh dan Vincent langsung menahan badan Kania.


"Kenapa kau begitu berani membawa Kania sampai mabuk seperti ini? Pergi dari sini jangan sampai saya menghajar mu sampai babak belur!"


Kania melepaskan tangan Vincent dari nya.


"Kenapa paman melakukan itu kepada Tomi, dia tidak salah!" ucap Kania.


"Sebaiknya kamu masuk ke dalam Kania!"


"Kalau begitu aku pamit dulu," ucap Tomi.


Tomi pergi Kania langsung pergi ke dalam.


Vincent menahan tangan Kania.


"Kania! kamu dari mana saja jam segini baru pulang?" tanya Vincent.


Kania menatap Vincent.


"Kenapa paman harus tau? Bukan kah itu tidak ada hubungan nya dengan paman?" tanya Kania.


"Saya serius Kania!" ucap Vincent.


Kania mendorong Vincent dari nya.


"Aku mau tidur sebaiknya Paman pergi saja." Kania mendorong Vincent keluar dari kamar nya dan mengunci pintu.


Kania menghela nafas panjang dia langsung membaringkan tubuh nya di tempat teduh Tampa memikirkan tubuh nya sudah kotor dan bau.


"Ada apa lagi dengan Kania? apa dia membuat ulah lagi?" tanya Bu Mona kepada Vincent yang terlihat sangat pusing.


"Mamih belum tidur?"


"Mami kebangun karena mendengar suara ribut-ribut."


"Enggak kok mih, aku hanya berbicara dengan Kania sebentar.


Bu Mona menghela nafas panjang. "Secepat nya kamu harus segera meninggalkan anak itu agar dia tidak menyusahkan kamu lagi."


Vincent tidak menjawab dia langsung ijin mau istirahat ke kamar nya.


Keesokan harinya...


"Yuda kamu sudah di sini?" tanya Ulfa kaget karena Yuda sudah di depan rumah nya Saja.

__ADS_1


Yuda tersenyum sambil mengangguk.


"Aku mau jemput kamu ke kampus."


"Tapi ini masih terlalu pagi, aku juga belum siap-siap." ucap Ulfa karena dia baru saja membersihkan rumah yang sudah beberapa hari tidak di bersihkan.


"Tenang saja, kamu masih memiliki waktu satu jam setengah, aku akan menunggu."


"Kamu yakin gak apa-apa? Aku tidak mau merepotkan kamu."


"Enggak kok, ya sudah kamu lanjut saja bersih-bersih nya."


"Kamu tunggu di dalam saja."


Yuda masuk ke dalam dan menunggu di kursi ruang tamu, tidak lupa juga Ulfa memberikan nya kopi.


Setelah selesai bersih-bersih Ulfa langsung mandi. Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.


"Ayo berangkat Yuda." ucap Ulfa. Namun ternyata Yuda malah ketiduran.


"Yuda... Yuda bangun, ayo kita berangkat "


Yuda membuka mata nya dan melihat Ulfa.


"Ayo berangkat kok kamu malah tidur?"


Yuda mengangguk.


Mereka masuk ke dalam mobil Yuda.


"Oh iya Yuda, apa kamu mau menjemput Kania ke rumah nya?" tanya Ulfa.


"Aku juga tidak tau, dia bilang kalau dia mau aku datang menjemput dia."


"Ya udah kalau begitu kita berangkat sekarang."


Ulfa mengangguk sambil tersenyum.


Mobil pun meninggal kan rumah Ulfa.


"Aku salut banget deh sama kamu, walaupun dalam keadaan berdukacita kamu masih bisa bangkit sendiri dan sekarang masih bisa tersenyum orang tua kamu pasti sangat bangga."


"Amin...."


Selama perjalanan Yuda membuka topik pembicaraan agar Ulfa tidak diam dan mengingat ibu nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Kania.


"Kania...." panggil Ulfa.


"Syukur lah kamu datang ulfa, apa saya boleh minta tolong bangun kan Kania?"


Ulfa kebingungan dia menoleh ke arah Yuda.


"Tok!! Tok!! Tok!!"


"Kania aku sudah datang, apa kamu tidak berangkat ke kampus."


Pintu kamar terbuka. Tidak mengatakan apapun dia langsung membawa Ulfa pergi mengabaikan Vincent.


Vincent menghela nafas panjang melihat Kania pergi.

__ADS_1


"Ada apa Kania? apa kamu dengan Paman mu berantem?"


"Cerita nya sangat panjang, kamu sendiri kenapa tidak bilang kalau kamu akan kembali secepat ini? aku turut berdukacita." ucap Kania sambil memeluk Ulfa.


Cukup banyak yang mereka bicarakan di dalam mobil.. Kania juga curhat semua apa yang terjadi kepada nya.


Vincent ke kantor dalam keadaan berantakan.


Bukan penampilan namun pikiran nya.


Hari ini Kania tidak masak seperti biasa, tidak mengucap kan selamat pagi dan juga tidak berbicara dengan nya membuat Vincent merasa tidak bersemangat sama sekali.


"Selamat pagi pak." Sapa semua karyawan nya namun tidak ada di jawab oleh Vincent.


Tidak sengaja berpapasan dengan Tomi yang baru saja datang.


Vincent tidak mengatakan apapun dia langsung ke ruangan nya.


"Tomi ada apa dengan pak Vincent? Kenapa kelihatan nya dia sangat murung dan juga memiliki masalah?" tanya Fani.


"Aku tidak tau."


"Tunggu-tunggu, pipi kamu kenapa biru seperti ini? apa kamu habis berantem?" tanya Fani.


"Huff bisa-bisa nya Fani mengkhawatirkan pak Vincent terlebih dahulu dari pada aku pacar nya sendiri." ucap Tomi.


"Enggak, gak apa-apa." ucap Tomi langsung masuk ke ruangan nya.


"Kamu jangan bohong! Kamu pasti habis berantem kan? Katakan kamu berantem dengan siapa?" tanya Fani.


"Aku mau kerja, sebaik nya kamu keluar."


Fani menghela nafas panjang dia duduk di depan Tomi.


"Kok kamu jadi seperti ini sih sama aku? kamu tidak pernah berbicara sangat dingin dan mengusir ku seperti ini, apa aku melakukan kesalahan?"


Tomi menatap Fani.


"Kamu keluar sebentar karena aku mau bekerja, kita bicara di jam istirahat nanti," ucap Tomi.


Fani mengangguk dia pun keluar.


"Kamu mau kemana?" tanya Fani melihat seseorang baru keluar dari ruangan Vincent.


"Saya di suruh beli sarapan untuk pak Vincent Bu."


"Biar saya saja." ucap Fani langsung.


Tomi mendengar percakapan mereka di depan membuat nya semakin cemburu.


"Fani benar-benar tidak memiliki rasa kepada ku, dia masuk ke sini hanya karena pak Vincent," ucap Tomi.


Tiba-tiba handphone Tomi berdering telpon dari Kania.


"Halo Kania. Kamu baik-baik saja kan?" tanya Tomi.


"Aku baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana?"


"Aku sangat mabuk berat sehingga kepala ku masih sangat pusing dan sekarang pipi ku terasa sakit karena di hajar oleh pak Vincent tadi malam Karena kamu."


"Maaf-maaf, aku akan membawa kan obat untuk mu nanti, oh iya aku mau makan siang bersama kamu nanti," ucap Kania.

__ADS_1


__ADS_2