Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 173


__ADS_3

Vincent mengelus rambut istri nya sampai tidur. "Aku bisa gila kalau kehilangan kamu sayang," ucap Vincent mencium kening Kania.


Vincent tidak bisa tidur karena memikirkan tentang masalah nya.


Hari-hari berlalu akhirnya Sarah pulih lagi. Fadil yang selalu ada menemani nya tidak pernah mengeluh dengan keadaan Sarah.


"Fadil, aku minta yah selalu merepotkan kamu."


"Iyah gak apa-apa kok, aku akan selalu ada untuk kamu. Pokoknya kamu harus menjaga kesehatan kamu terus."


Sarah mengangguk. "Aku sangat merindukan Vincent, kenapa dia tidak datang sampai sekarang?"


"Sarah, apa kamu benar-benar masih mencintai Vincent?" tanya Fadil.


"Maksud kamu apa?"


"Vincent sebelum nya sudah meninggal kan kamu, kenapa sekarang kamu masih mengharapkan dia."


"Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud." Fadil menjelaskan semua nya kepada Sarah.


Sarah seperti tidak percaya dengan yang di katakan Fadil.


"Apa sih yang kamu bicarakan Fadil? Aku dan Vincent sama-sama mencintai."


"Kamu tidak percaya kepada ku?" tanya Fadil. Sarah menggeleng kan kepala nya.


"Kalau begitu kamu harus lihat ini," Fadil menunjuk kan foto pernikahan Vincent dengan Kania.


"Siapa wanita itu?" tanya Sarah kaget.


"Yang membuat Vincent tidak datang ke sini karena dia sudah menikah. Dia baru menikah sekitar dua bulan lebih."


Sarah menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak percaya, kamu sengaja kan memfitnah Vincent agar aku sama dia berpisah?"


"Aku tidak berniat seperti itu, aku hanya tidak ingin kamu kecewa kedua kalinya yang membuat diri mu sendiri yang sakit."


"Kalau kamu perduli, tidak seperti ini caranya Fadil."


Fadil menghela nafas panjang. "Aku akan membuktikan semua perkara ku benar, dan aku yakin kamu pasti menyesal."


"Stop Fadil, aku masih sangat mencintai Vincent, berhenti memburuk kan nya di depan ku seperti itu."


"Sebaiknya kamu pergi dari sini! Pergi!"


"Aku sangat membenci mu sekarang."


"Aku harap kita tidak bertemu lagi."


Fadil Menatap Sarah. "Baiklah kalau itu yang kamu mau, aku juga sudah sangat lelah mencintai wanita yang mencintai pria lain, aku berkorban untuk mu tapi kamu tidak pernah perduli."


"Aku rasa perasaan ku sia-sia, pengorbanan ku sia-sia. Aku harap kamu bahagia dengan pilihan mu."

__ADS_1


Fadil mengumpulkan barang-barang nya karena sudah berhari-hari nginap di rumah Elsa.


"Aku minta maaf kalau aku melakukan banyak kesalahan kepada kamu. Terimakasih sudah membiarkan aku mencintaimu diam-diam selama bertahun-tahun."


Fadil langsung pergi. Sarah melihat Fadil pergi membuat nya merasa sangat sedih.


"Apa yang sudah terjadi? kenapa aku kehilangan orang yang paling perduli kepada ku?"


Dia berusaha mengingat apa yang terjadi, namun semua nya sia-sia, dia sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi dengan nya dan Vincent.


Keesokan harinya Sarah memutuskan untuk mencari tau semua nya sendiri.


Namun untungnya Jeki datang melihat nya dan membatalkan rencana Sarah yang kebaca oleh Jeki.


Dia meminta orang untuk mengawasi Adek nya itu.


Jeki tidak bisa lama-lama, karena melihat Sarah sudah sembuh dia memutuskan untuk mengantarkan Saska kepada nya.


Namun sebelum itu dia akan membicarakan itu terlebih dahulu dengan Vincent.


Dia juga meminta Vincent yang membawa Saska kepada Sarah.


Vincent setuju, walaupun cukup sulit mencari alasan kepada istri nya.


Tidak beberapa lama akhirnya Jeki kembali ke rumah.


"Apa yang kamu lakukan dengan pakaian Saska?" tanya Minhui.


Minhui duduk dia melihat Jeki sudah mengumpulkan sebagian baju Saska dan juga barang-barang Saska yang lain nya.


"Besok, Ayah Saska akan membawa Saska menemui adek ku."


Minhui Tampak sedih mendengar itu namun tidak mengatakan apapun. Jeki menghentikan pekerjaan nya, dia memegang tangan Minhui Menatap wajah Minhui.


"Aku tau dia sudah dekat dengan kamu, kamu juga sudah sangat sayang sama dia, tapi mau bagaimana pun dia harus kembali ke orang tua nya."


"Apakah kita tidak ikut mengantar kan nya?"


"Keadaan kamu tidak menyakinkan. Kamu juga harus menjaga anak kita yang di dalam kandungan kamu."


Minhui menunduk kan kepala nya, namun Jeki langsung memeluk nya. "Kalau ada kesempatan kita akan datang menemui nya."


Minhui sadar semenjak kehadiran Saska hubungan nya dengan Jeki membaik, hidup nya jauh lebih menyenangkan tidak kesepian dan sangat bahagia.


"Jangan sedih," ucap Jeki.


Sepanjang malam Minhui memeluk Saska, dia hanya diam sambil menemani Saska.


Sementara di rumah Vincent. Kania dan Vincent nonton bersama di bioskop mini yang ada di rumah Vincent.


"Sayang.. Apa aku boleh membicarakan sesuatu?" tanya Vincent.

__ADS_1


"Katakan saja mas."


"Besok aku akan keluar kota, hanya dua hari saja. Gak apa-apa kan?" tanya Vincent.


Kania menatap Vincent. "Ketempat sebelum nya?" tanya Kania.


"Iyah, hanya memeriksa beberapa pekerjaan, bertemu dengan rekan ku, setelah itu kembali."


Vincent berusaha menyakinkan istri nya. Kania tidak bisa menahan, akhirnya dia mengijinkan suami nya pergi.


Keesokan harinya... "Aku berangkat dulu yah sayang."


"Mas yakin gak mau diantar ke bandara?"


"Kamu bentar lagi berangkat kuliah, aku tidak mau menyusahkan kamu," ucap Vincent.


"Baiklah kalau begitu."


Di rumah Jeki. "Aku mau ikut nganterin ke bandara, aku juga mau ketemu sama ayah Saska."


"Kamu tidak ingat kalau kamu lagi hamil tua. Aku tidak mau terjadi sesuatu sama kamu."


"Tapi..."


"Saska akan menangis kalau melihat kamu, sebaik nya kamu disini saja mumpung dia lagi tidur jadi tidak melihat aku membawa nya."


Minhui menangis. Jeki menenangkan nya terlebih dahulu dan berjanji akan segera kembali setelah mengantar kan saska.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di bandara. Vincent sudah sangat merindukan anaknya itu, dia langsung memeluk nya.


"Aku percayakan dia kepada mu Vincent, jangan lupa memberikan kabar setelah kau sampai."


"Terimakasih sobat, kami berangkat dulu."


Saska sangat anteng, dia tidak rewel.


Jeki langsung pulang, sebenernya dia sangat sedih namun itu demi kebaikan Saska dan adik nya.


Sampai di rumah Minhui tidak mau berbicara dengan Jeki. Jeki menghela nafas panjang karena Minhui menyalahkan dia.


Jeki membujuk Minhui, namun Minhui terlalu cengeng sehingga menangis ketika mengingat kalau Saska tidak akan kembali lagi ke rumah itu.


"Jangan sedih seperti ini, bagaimana kalau kamu sakit?" tanya Jeki.


"Biarin aja aku sakit, aku mau sama Saska."


Jeki melihat Minhui masuk ke dalam kamar. Jeki terpaksa bekerja dari rumah karena tidak percaya meninggalkan Minhui sendirian di rumah.


Sementara Kania di dalam kelas nya sedang konsentrasi melihat jadwal pekerjaan suami nya. Walaupun cukup banyak dan sulit tapi dia harus tau apa saja pekerjaan suami nya itu.


Setelah melihat semua nya tidak ada pekerjaan di luar kota yang di datangi oleh Vincent sekarang.

__ADS_1


__ADS_2