Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 115


__ADS_3

Sementara Di rumah Jeki. Minhui sedang berusaha masak untuk sarapan nya sendiri, dia sangat pusing dan mual mencium aroma bawang.


Tiba-tiba Jeki pulang, namun dia tidak datang sendirian melainkan membawa perempuan nya ada di handphone Jeki.


Minhui keluar. "Eh Kenalin ini Sasya pacar baru ku," ucap Jeki kepada Minhui membuat perasaan Minhui hancur.


Di saat dia mengandung anak Jeki, berani-beraninya Jeki membawa wanita lain ke rumah.


"Dia siapa kamu sayang?"


"Oohh itu nama nya Minhui, dia pelayan di rumah ini."


"Oohh pelayan yah, kalau begitu boleh kan buat kan kita jus buah?"


Jeki memberikan isyarat dan tatapan tajam, Minhui langsung menginyakan.


Tidak beberapa lama Minhui membawa minuman ke kepada Jeki dan pacar nya.


Minhui kembali ke dapur, makanan yang dia mau sudah Masak, namun dia tidak berselera mau Makan.


Perasaan nya sangat Sedih yang mendengar cengkrama Jeki dan juga Sasya.


Dia tidak tahan di sana, akhirnya dia mengambil kesempatan untuk keluar sebentar.


Namun saat dia keluar ternyata Kania dari kejauhan melihat dia.


Kania sengaja datang ke sana hanya untuk memantau.


Dia melihat Minhui keluar dari rumah itu seperti menangis.


Minghui melewati mobil Kania. Kania terus mengikuti Minhui sampai pada akhirnya Kania tidak tega dia meminta Minhui masuk ke dalam mobil nya.


"Kania kenapa kamu ada di sini?" tanya Minhui.


"Aku hanya kebetulan lewat, mbak sendiri kenapa keluar dari rumah sakit? apa sudah sembuh?"


Minhui seperti takut untuk mengatakan yang sebenarnya, akhirnya dia mengatakan kalau dia tidak betah dan memutuskan di rawat di rumah.


Tidak sengaja mereka melewati penjual buah-buahan. Mata Minhui ke sana terus.


Kania langsung berhenti dia membeli semua jenis buah-buahan dan memberikan nya kepada Minhui.


Melihat mangga muda membuat Minhui sangat ingin memakan semua nya sampai habis.


Kania hanya diam sambil menikmati buah apel kesukaan nya.


"Kelihatan nya hidup dengan direktur Jeki sudah tidak layak, kenapa mbak tidak kembali ke rumah orang tua mbak?" tanya Kania.


Minhui menggeleng kan kepala nya. "Mereka sudah membenci aku, tidak mungkin mereka mau menerima anak yang sudah hamil di luar nikah."

__ADS_1


Kania menghela nafas panjang. "Apa direktur Jeki sudah tau mengenai kandungan Mbak?"


Minhui mengangguk.. Kania memancing agar Minhui menceritakan semua nya namun Minhui seperti nya sangat tertekan sehingga tidak berani untuk jujur.


Cukup lama mereka di luar, Minhui sangat betah bersama Kania di dalam mobil sambil makan apa saja yang dia mau.


"Aku tidak bisa lama-lama di luar seperti ini, aku harus pulang."


"Ya sudah kalau begitu, aku akan mengantar mbak pulang."


Kania mengantarkan hanya di depan saja, dia melihat dari kejauhan Jeki bersama wanita berciuman di depan Minhui.


Kania hanya bisa menghela nafas panjang melihat kelakuan Jeki.


Kania tidak bisa lama-lama di sana dia harus segera pergi.


"Sayang aku pergi dulu yah, sampai jumpa besok."


Sasya akhirnya langsung pergi.


"Dari mana saja kamu? siapa yang mengijinkan kamu keluarkan?" tanya Jeki langsung menarik tangan Minhui ke dalam rumah dan mengunci di dalam.


Minhui menahan sakit di tangan dan di dorong oleh Jeki ke sofa.


"Kamu sudah lihat kan kalau aku memiliki wanita wanita lain yang sangat aku cintai, mustahil kalau aku menginginkan anak dari kamu."


"Kalau begitu aku ingin kamu melepaskan aku," ucap Minghui.


"Jeki, aku mohon, aku sangat mencintai anak ini, aku ingin membesarkan nya."


"Jangan harap kamu bisa melakukan nya," ucap Jeki Lang menarik tangan Minhui masuk ke dalam rumah dengan sangat kasar sekali.


"jangan sampai kamu keluar rumah kalau tidak ingin aku melakukan hal yang tidak wajar."


Jeki mengancam nya dan setelah itu masuk ke dalam kamar nya.


Minhui duduk di sofa.


"Mamah akan kuat demi kamu sayang, kamu di dalam sana baik-baik aja kan?"


Kania kembali ke rumah. Dia datang hanya untuk memastikan alamat rumah itu benar atau tidak. Namun kebetulan banget dia langsung bertemu dengan Minghui.


Sementara Vince di kantor nya dari tadi terus menguap sampai para Staf nya kebingungan tumben banget Vincent seperti itu.


Staf berinisiatif membuka kopi untuk Vincent.


"Silahkan di minum Kopi nya pak, seperti nya bapak kurang tidur," ucap Fani.


Vincent menghela nafas panjang dia langsung minum mengurangi rasa ngantuk nya.

__ADS_1


"Terimakasih banyak," ucap Vincent.


Vincent mengingat tadi malam, sepanjang malam dia tidak bisa tidur karena Kania di depan nya.


Vincent tidak bisa menahan diri sehingga tidak sadar hari semakin subuh dia masih menyiksa Kania yang sangat lemas sekali.


Setelah pekerjaan nya selesai Vincent masuk ke ruangan nya dia berencana untuk tidur sebentar namun ternyata tidak bisa sudah ada orang menunggu nya.


Sampai Sore dia belum bisa tidur, dia memutuskan untuk kembali ke rumah. Sesampainya di rumah Kania berfikir kalau suami nya sakit.


Namun ternyata hanya kurang tidur, Vincent langsung ke kamar dan tidur.


"Jangan bilang kalau ngantuk karena tadi malam?" ucap Kania.


"Huff mas Vincent benar-benar yah," ucap Kania.


Setelah beberapa lama akhirnya dia keluar dari pada mengganggu Vincent.


Di tempat lain Tomi sedang mengantar kan Fani pulang ke apartemen nya.


"Kamu yakin mau nunggu di sini? Aku cukup lama siap-siap nya, aku takut kalau kamu bosan nungguin aku," ucap Fani karena mereka mau jalan-jalan keluar.


"Gak apa-apa di sini aja," akhirnya Fani meninggalkan Tomi di dalam mobil.


Sudah satu jam dia menunggu namun Fani tak kunjung keluar, dia menghela nafas panjang karena telpon nya tak kunjung di jawab oleh Fani.


"Ya ampun ni anak lama banget sih siap-siap nya seperti mau kemana saja, apa dia tidak tau kalau aku sudah bosan menunggu nya di sini," ucap Tomi.


Tidak beberapa lama akhirnya Fani datang. "Maaf yah aku sangat lama yah? kamu pasti bosan. Seharusnya kamu naik saja ke atas tadi."


"Aku tidak tau nomor berapa apartemen kamu."


"Oh iya yah, maafin aku. Aku harus mandi, aku juga menggosok pakaian dan masih banyak yang lain nya."


"Huff ya sudah kalau begitu ayo berangkat."


"Kamu gak marah kan?"


"Siapa yang marah? saya tidak marah," ucap Tomi.


Fani tersenyum.


"Pantesan saja sangat lama dia cantik dan Wangi banget," batin Tomi tapi sang gengsi untuk mengatakan nya langsung.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka.


Haiii semua nya...


"Ayo dong mampir di karya baru aku yakin berjudul. "Pembalasan Istri Yang di khianati."

__ADS_1


🙏🤗🥰🙏


__ADS_2