Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 92


__ADS_3

"Lalu kenapa? Justru enak dong," ucap Ulfa.


"Bagi kamu enak, tapi untuk ku tidak."


Kania menghela nafas panjang.


"Kamu sendiri bagaimana dengan Yuda?"


"Baik-baik saja, hanya saja kami harus menjaga jarak karena sebentar lagi ujian dan kita harus fokus dengan pelajaran."


Kania tersenyum. "Bukan kah sebentar lagi kamu akan magang? bagaimana kalau kamu magang di perusahaan paman Vincent?"


Ulfa langsung menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau, semua orang akan mengatakan kalau aku hanya bisa memanfaatkan kamu dan juga Paman Vincent, aku akan mencari perusahaan lain."


"Kamu terlalu memikirkan perkataan orang lain, tapi kalau kamu mau nya seperti itu tidak lah masalah, aku juga yakin kamu pasti bisa."


Keesokan harinya seperti biasa Kania akan ke kantor setelah kuliah nya selesai.


"Tumben banget kamu cepat ke kantor, apa kuliah mu hari ini cepat selesai?" tanya Tomi.


Kania mengangguk. "Ada apa? tumben banget kamu nanyain itu?" tanya Kania.


"Humm sebenarnya malam ini aku ada kencan buta."


"Seriusan? Dengan siapa? apa itu teman kuliah ku?" tanya Kania.


Tomi menggeleng kan kepala nya. "Tidak, ini adalah perempuan aku dapat dari aplikasi."


"Kenapa kamu sangat kebelet pengen kencan buta seperti ini? Ini seperti tidak kamu." ucap Kania.


Tomi menatap Kania.


"Aku takut kalau semakin lama aku jomblo dan menghabiskan waktu banyak dengan kamu, orang-orang akan berfikir yang tidak-tidak."


Kania menghela nafas panjang. "Apa kamu berfikir kalau kamu menyukai aku?" tanya Kania.


Tomi langsung menggeleng kan kepala nya. "Kamu tau sendiri kalau aku sangat mudah baper hanya karena orang itu perduli kepada ku."


"Oke baiklah, kalau begitu aku akan mengatur pertemuan kamu dengan perempuan yang suka sama kamu," ucap Kania.


"Apakah kamu yakin dia benar-benar menyukai aku?" tanya Tomi.


"Sudah tidak perlu takut, kalau tidak cocok dengan itu, aku akan mencari yang lain lagi."


"Terimakasih banyak, kalau begitu aku keluar dulu, aku tidak ingin orang lain berfikir yang tidak-tidak membuat pak Vincent salah paham."


Kania menghela nafas panjang. "Huff pantesan saja banyak yang memandang aku dengan Tomi sangat lain."


Satu bulan kemudian...


Kania sudah sangat merindukan Vincent dia duduk sendiri di taman tidak beberapa lama Tomi datang membawa minuman.

__ADS_1


"Arrhh!!! Kamu mengerjai aku yah?" ucap Tomi duduk di samping Kania."


"Kenapa?" tanya Kania.


"Apa kamu tau wanita yang kamu kenal kan itu sangat brutal, dia menggoda ku dan mengajak ku tidur di hotel."


Kania tertawa mendengar nya.


"Ya lagian kamu sendiri sih gak percaya sama diri sendiri. Kamu itu tampan bisa mencari wanita lebih dari Fani."


"Aku sudah tidak bisa berfikir dengan jernih semenjak putus dengan Fani."


Kania menghela nafas panjang.


"Aku minta yah, karena aku yang seperti ini membuat kamu tidak nyaman."


"Tidak apa-apa, aku akan terus membantu kamu sebagai teman ku," ucap Kania.


Tomi tersenyum sambil mengangguk.


"Oh iya satu Minggu ke depan jadwal di kantor kosong, bagaimana kalau kamu menggunakan waktu itu menemui pak Vincent? Aku juga akan kembali ke rumah orang tua ku," ucap Tomi.


"Tapi aku tidak bisa libur karena kuliah," ucap Kania.


"Kalau begitu aku akan mengurus untuk kuliah online."


"Kamu yakin?"


Tomi mengangguk.


Sementara di balik pohon taman itu Fani melihat Tomi.


"Kenapa sekarang Tomi jauh lebih bahagia bersama Kania? apa dia benar-benar sudah move on dari aku?" tanya Fani.


Keesokan harinya Kania sudah sampai di kota tempat Vincent.


Dia langsung ke apartemen Vincent, dia ingin memberikan surprise kepada Vincent.


Vincent kembali di malam hari dalam keadaan yang sangat lelah sekali, namun dia sangat bingung kenapa apartemen nya mati lampu.


"Apa lampu nya rusak? Kenapa tiba-tiba mati?" ucap Vincent.


Namun tiba-tiba Lampu hidup membuat Vincent kaget.


"Ada apa ini? Apa ada hantu di sini?"


"surprise!!!!" Kania keluar dari pintu kamar mengejutkan Vincent.


Vincent sangat kaget melihat Kania ada di dalam apartemen nya.


"Kania... Apa yang kamu lakukan?" tanya Vincent.


Kania tersenyum dia mendekati Vincent.

__ADS_1


"Kenapa kamu datang tidak bilang?" tanya Vincent.


"Aku ingin memberikan Paman kejutan," ucap Kania.


Vincent tersenyum dia langsung memeluk Kania sangat erat.


"Aku sangat merindukan paman."


"Saya juga sangat merindukan kamu, maafkan saya merepotkan kamu datang ke sini jauh-jauh."


"Kalau menunggu paman pulang aku tidak bisa tahan lagi, itu sebab nya aku memutuskan untuk datang ke sini sendirian."


Vincent Mencium pipi Kania.


"Kenapa kamu tidak menjawab pesan dan telpon saya? Apa kamu mau saya pingsan karena memikirkan kamu?" tanya Vincent.


Kania tersenyum dia sengaja mengabaikan kabar dari Vincent hari ini.


Wajah Vincent yang tadi nya lesuh, kecapean dan juga pusing kini sudah kembali ceria.


Vincent menatap wajah Kania. "Apa kamu tidak takut Mami tau kamu datang ke sini meninggal kuliah dan pekerjaan kamu?" tanya Vincent.


"Humm aku sudah kerja sama dengan Tomi, dia akan membantu ku agar Bu Mona tidak tau aku datang ke sini," ucap Kania.


Vincent tersenyum. "Kamu sungguh cerdik sekali. Saya tidak ingin Mami marah kalau saya mendatangi kamu diam-diam, itu sebabnya saya memilih bertahan di sini."


"Iyah aku paham kok, itu sebab nya aku yang datang ke sini."


Vincent tersenyum dia mau mencium bibir Kania namun di tahan oleh Kania.


"Jangan melakukan hal ini kalau tidak ingin pernikahan kita semakin diperlambat oleh bu Mona." ucap Kania.


"Saya sangat merindukan kamu."


"Sebaiknya sekarang paman mandi karena bau keringat, aku akan masak untuk makan malam."


Vincent menahan pinggang Kania. "Saya lapar, namun saya tidak ingin makan makanan yang ada di dapur." Vincent menggoda Kania mendekati nya.


Kania tidak akan membiarkanmu Vincent mendapatkan apa yang dia mau, dia membuat seribu alasan.


"Kamu sangat pintar membuat saya tersiksa," ucap Vincent. Kania tersenyum sambil berjalan ke dapur.


Vincent masuk ke kamar langsung mandi. Kali ini dia sangat bersemangat tidak lupa menggunakan parfum dan juga menata rambut nya.


Tidak beberapa lama dia keluar melihat Kania masih sibuk masak di dapur. Vincent memerhatikan Kania dari meja mini bar.


"Jangan menatap ku seperti itu, aku takut aku tidak bisa fokus memasak."


Vincent tersenyum dia mendekati Kania, dia berdiri di belakang Kania memegang tangan Kania yang sedang meracik bawang untuk sayur.


"Paman memakai parfum di malam hari untuk apa? apa Paman Akan keluar?" tanya Kania.


"Apa kamu suka?" tanya Vincent.

__ADS_1


Kania tiba-tiba mendorong Vincent pelan dari nya. "Sebaik nya paman tunggu saja di sana, aku akan melanjutkan masak," ucap Kania.


__ADS_2