Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 220


__ADS_3

"Huff seperti nya memiliki dia hanya mimpi," ucap Saska.


Namun dia terkejut karena pintu kamar nya di ketuk.


"Siapa?" tanya Saska. "Buka kak," ucap Arka.


"Kakak mau istirahat, kamu jangan ganggu!" ucap Saska dari dalam.


Namum Arka ngotot pengen Saska keluar. Saska keluar segera menutup pintu nya.


"Kenapa sih kak gak boleh masuk ke kamar kakak, aku mau ngajakin main game."


"Di kamar kamu saja, kalau kamu masuk pasti buat berantakan dan juga kamu bisa nya ngambil barang-barang kakak saja."


"Huff pelit banget sih!" ucap Arka dengan kesal. "Katakan apa yang kamu mau!" ucap Saska. "Tidak ada, aku hanya mau ngobrol dengan kakak saja."


"Besok sekolah, sebaiknya kita tidur," ajak Saska langsung masuk dan meninggalkan adik nya sendirian.


"Humm, percuma saja kak Saska menyembunyikan nya, aku sudah tau kok," ucap Arka sambil tersenyum.


"Sebaiknya aku nelpon Mita," ucap nya dan pergi.


Di rumah Jeki...


"Sayang....," Jeki membangun kan istri nya. "Ada apa?" tanya Minhui.


"Laura sudah tidur, aku belum bisa tidur," ucap Jeki. Minhui menghela nafas panjang dia tau apa yang di mau oleh suami nya.


"Sudah sangat lama kita tidak melakukan nya, aku sangat merindukan nya. Aku sudah berpuasa berbulan-bulan."


Jeki sudah tidak bisa menahan nya. Minhui meminta Jeki menutup pintu terlebih dahulu, dia bersih-bersih ke kamar mandi.


Tidak beberapa lama dia keluar. Jeki tersenyum ketika melihat istrinya keluar memakai lingerie.


"Humm walaupun kamu sudah melahirkan dua anak, tapi badan mu tetap bagus sayang, kamu membuat ku semakin bernafsu saja," ucap Jeki.


Minhui tersenyum, istri mana yang tidak suka di puji seperti itu.


Baru saja mau melakukan nya, tiba-tiba Laura bangun. Jeki menghela nafas panjang. Dia berusaha menenangkan Laura.


Tidak beberapa lama akhirnya tenang, dia melakukan nya perlahan.


Tidak bersuara namun Jeki tidak bisa mengontrol diri membuat Minhui menjerit nikmat sampai Laura terbangun.


Untung saja Laura kembali tidur dan Jeki melanjutkan nya. Cukup lama sampai Minhui kelelahan.


Jeki sangat puas sehingga membiarkan istrinya tidur, sepanjang malam dia menjaga Laura yang terkadang bangun.


Keesokan harinya...

__ADS_1


Saska sampai di kelas nya, dia melihat lagi makanan di atas meja. "Seperti nya ini dari adik kelas yang lain," batin nya.


Dan benar saja dia tidak memberinya kepada teman-teman nya, dia memakan nya sampai habis.


"Yes!!!" Shela sangat senang sehingga kepala nya kejedot. "Awhhh!!!" dia kesakitan.


Saska melihat nya, dia langsung memeriksa keadaan Shela.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa bisa terbentur?" tanya Saska.


Namun Shela tidak menjawab, tidak mungkin dia mengatakan kalau dia sedang mengintip Saska.


Saska membeli es batu untuk mengompres kepada Shela.


"Sudah gak sakit lagi kok kak, aku kembali ke kelas dulu yah," ucap nya kepada Saska langsung pergi meninggalkan Saska.


Saska menghela nafas panjang. "Dia sangat ceroboh."


"Arka, aku berhasil, dia memakan nya."


"Bagus deh kalau begitu, tapi kenapa dengan kening kamu?"


"Oohh ini, aku melompat karena Senang, eh malah kejedot," ucap Shela.


"Ya ampun, bisa-bisa nya kamu seperti ini," ucap Arka.


"Huff, kalau akhirnya dia tau, aku pasti malu," ucap Shela.


"lakukan saja terus menerus, untuk sekarang dia pasti butuh itu karena belajar terus."


Akhirnya berhari-hari Shela melakukan nya. Tidak terasa akhirnya Saska selesai ujian. Hanya menunggu penentuan lulus atau tidak.


"Yahh sampai sekarang tidak ada kemajuan, aku bahkan semakin jarang bertemu dengan nya."


"Seperti nya cara dari Arka tidak berjalan dengan baik."


"Apa sebaiknya aku mengejar nya secara terang-terangan?"


"Kamu lagi apa di sini?" tanya Saska membuat Shela kaget. Shela baru sadar kalau ternyata dia tidur di lapangan sekolah.


Dia melihat kepala seseorang menutupi matahari.


"Kak Saska!" ucap nya langsung berdiri namun kepala nya pusing karena langsung berdiri setelah melihat matahari. Untung saja Saska menahan tangan nya..


"Terimakasih kak," ucap Shela.


"Apa kamu masih menghitam kan kulit di sini?" tanya Saska. "Enggak kok kak," ucap Shela.


"Kamu kan yang ngasih makanan di meja ku setiap hari?" ucap Saska. "Kok kakak tau?" tanya Shela.

__ADS_1


"Teman-teman ku yang bilang, untuk apa kamu melakukan itu?" tanya Saska.


"Aku... aku ..." Shela mau jujur tapi takut di tolak lagi. Dia menunduk kan kepala nya.


"Aku mau menyemangati kakak dengan cara itu, anggap saja itu sebagai tanda terimakasih karena kakak sudah sangat baik kepada ku, kakak sudah tamat sebentar lagi kita tidak akan bertemu lagi, aku tidak akan menggangu kakak lagi."


Saska terdiam sejenak, suasana jadi sedikit tegang. Namun tiba-tiba Saska tersenyum.


"Kenapa kamu tidak jujur saja kalau kamu melakukan nya karena masih menyukai ku? Biasa nya kamu sangat jujur dan tidak bisa menyimpan apapun itu."


Shela menatap Saska. "Jangan bilang kakak tau nya dari Arka? ih dia sangat menyebalkan sekali!" ucap Shela dengan sangat kesal.


"Bukan dia kok."


"Terus dari mana kakak tau?"


"Tau sendiri, karena aku selalu memantau kamu setiap hari."


"Apa?" tanya nya kaget.


"Apakah kamu masih menyukai ku?" tanya Saska. Shela mengangguk sambil malu-malu.


Saska tersenyum dia menggenggam tangan Shela. "Maaf yah membuat kamu lama nungguin aku, tapi kalau boleh jujur aku sudah lama suka sama kamu, dari awal ketemu aku sudah melirik kamu dan penasaran."


"Hah? Kakak seriusan?" tanya Shela kaget. Saska mengangguk.


"Tampa aku jelaskan kamu pasti sudah tau alasan nya kenapa aku tidak jujur kepada kamu," ucap Saska.


Shela mengangguk. "Iyah kak, aku paham kok."


"Humm jadi sekarang kita pacaran?" tanya Saska?"


"Emang nya kakak gak malu punya pacar sangat muda seperti ku?"


"Kamu adalah tipe ku, kamu sangat lucu, menggemaskan, perhatian dan juga kamu lembut. Mata kamu sangat tulus, apapun yang ada di kamu aku sangat menyukai kamu."


Shela sangat senang mendengar jawaban Saska. "Jadi apakah kamu mau jadi pacar kakak?" tanya Saska.


Shela mengangguk. Sambil malu-malu dia menjawab. "Iyah kak, aku mau," ucap Shela.


Saska tersenyum. "Hore!!!!" Arka tiba-tiba datang bersama Mita.


Saska langsung melepaskan tangan Shela karena mereka berdua malu kepergok.


"Apa yang kamu lakukan di sini? Jangan-jangan kalian berdua ngintip yah dari tadi?"


"Humm, jangan lupa, kalian berdua melakukan hal yang sama saat aku meminta Mita jadi pacar ku."


"Kakak tidak perlu khawatir, aku tidak akan ngadu kok sama Mamah," ucap Arka.

__ADS_1


__ADS_2