Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 163


__ADS_3

"Dia.. dia ada."


"Di mana Saska? kenapa kamu membawa nya tidak ijin kepada ku? Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada nya?"


Jeki baru ingat kalau Saska sedang bersama Vincent, namun Vincent sudah bilang kalau dia akan mengantar kan nya."


"Dia lagi saya Ayah nya, dia sedang bersama orang tua nya kamu tidak perlu khawatir."


"Ayah nya tidak mungkin bisa menjaga saska yang masih bayi, pokoknya sekarang kamu jemput dia dan jangan kembali kalau belum bawa dia."


Minhui mengusir Jeki.. Jeki berangkat ke tempat Vincent dan Saska berada.


Tidak beberapa lama mereka bertemu, Jeki melihat Vincent terlihat sangat bahagia dan mereka sangat dekat satu sama lain."


"Ini sudah malam, sebaiknya aku membawa Saska pulang, Minhui sudah marah-marah karena tidak membawa Saska pulang." ucap Jeki.


Vincent menghela nafas panjang. "Kau bisa tidak menjaga Minhui dengan baik? Seperti nya setiap hari kalian selalu saja bertengkar."


"Jangan ikut campur, urus saja rumah tangga mu sendiri."


Jeki mengambil Saska. "Kalau begitu kami pulang dulu," ucap Jeki.


"Bye anak Papah.. besok kita main lagi yah," Vincent melambaikan tangan nya kepada Saska.


Tidak beberapa lama Jeki sampai di rumah. Minhui langsung melihat keadaan Saska baik atau tidak.


"Ya Allah Saska, kamu dari mana saja, kamu membuat Tante sangat khawatir," ucap Minhui memeluk Saska.


"Dia baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir, kamu sudah tidak marah kan?" tanya Jeki.


"Diam! Jangan coba-coba ngomong apapun itu karena aku masih marah sama kamu, kalau lain kali kamu melakukan hal yang sama tidak segan-segan aku akan menghukum kamu!"


Jeki terdiam, dia menunduk kan kepala nya.


"Iyah, aku minta maaf."


Minhui membawa Saska ke kamar. Dia mau memandikan Saska terlebih dahulu setelah itu baru makan.


Jeki masuk ke kamar nya sendiri. Sebelum mandi dia memeriksa handphone nya terlebih dahulu.


Ada beberapa pesan masuk ke handphone nya dari Heni mantan pacar nya itu.


"Untuk apa lagi kamu mencari aku?" tanya Jeki menjawab telpon dari mantan nya itu.


"Aku tidak mau putus dari kamu, aku masih mencintai kamu."


Mantan nya memohon untuk kembali kepada Jeki, namun Jeki tidak mau, dia mengabaikan nya dan mematikan serta memblokir nomor wanita itu.


Setelah selesai mandi dia membaringkan tubuhnya di kasur sambil meluruskan pinggang nya.


"Hufff aku sangat merindukan Mamah sama Papah," ucap Jeki.

__ADS_1


Seperti nya dia sangat lelah dan ngantuk, baru saja berbaring dia sudah ketiduran.


Sementara Minhui masih menyuapi Saska makan. Minhui melihat ke arah pintu kamar Jeki.


"Kenapa dia belum keluar juga? Apa dia tidak makan?" tanya Minhui menyempatkan diri untuk membuat makan malam yang gampang untuk Jeki namun ternyata makanan sudah dingin namun Jeki tak kunjung keluar.


Keesokan harinya...


Vincent berpamitan kepada istri nya keluar kota. Istri nya sangat berat harus di tinggal lagi, namun Kania tidak bisa menahan, mau ikut dia juga harus kuliah dan menyelesaikan tanggung jawab nya sendiri.


Vincent sampai di rumah sakit jam satu siang, dia melihat Sarah tidur siang.


Namun saat dia baru saja berdiri di samping Sarah. Sarah langsung bangun dia melihat Vincent.


"Vincent... Ini kamu kan? aku lagi gak mimpi kan?" tanya Sarah sangat senang sekali.


"Enggak kok, ini benar aku."


"Aku sangat merindukan kamu, kenapa kamu baru datang? Aku rindu banget."


Vincent memeluk Sarah. Sarah enggan melepaskan badan Vincent dari pelukan nya, namun Vincent kurang nyaman.


Dia melepaskan nya perlahan membuat raut wajah Sarah berubah.


"Lihat aku bawa apa?"


"Mawar putih? Kenapa mawar putih? kan kamu tau aku suka mawar merah."


"Sebenarnya di sana banyak mawar merah, hanya saja warna putih ini sangat terlihat cantik sama seperti kamu."


"Sungguh?" tanya Sarah sangat senang mendengar pujian itu.


Vincent mengangguk sambil tersenyum.


"Aku juga membawa buah-buahan, dan banyak yang lain nya."


"Sayang... kapan kamu membawa aku keluar dari sini? Aku sudah sangat bosan," ucap Sarah merengek.


Vincent menghela nafas, dia melihat badan Sarah.


"Bagaimana bisa kamu keluar dari sini? Baru beberapa hari aku tidak datang kamu sudah membuat keributan, kamu juga tidak makan."


"Aku tidak membuat keributan, mereka saja yang sangat berlebihan kepada ku, memperlakukan ku seperti orang yang gila."


Vincent terdiam sejenak. "Setelah kamu benar-benar sembuh, kamu tidak membuat ulah, kamu akan keluar dari sini."


"Tapi kapan? Aku sangat bosan."


"Sabar yah."


"Kalau kamu ingin aku cepat sembuh, kamu harus di sini bersama aku."

__ADS_1


Vincent mengangguk saja. Di tempat lain tidak sengaja Jeki bertemu dengan Kania.


Kania tidak sengaja melihat Jeki, dia mencoba memanggil dan mengejar nya, namun seperti nya Jeki menghindari dia.


"Kak Jeki.. kak Jeki.." panggil nya.


Jeki tidak bisa kabur, dia berhenti sambil tersenyum.


"Kak Jeki kenapa mau pergi sih? Aku sudah mengikuti dari luar tadi."


"Saya sedang terburu-buru, kamu sendiri ngapain di sini?"


"Humm aku di sini ikut teman-teman, kakak di sini sendirian?"


"Bersama sekertaris dan Staf saya."


"Kania ngapain yah manggil aku? Huff aku harus bilang apa? Aku tidak bisa berbohong karena Minhui sedang hamil."


"Kak Jeki boleh bicara sebentar?"


"Aduhh, saya sebentar lagi ada pekerjaan, apa hal yang sangat mendesak?" tanya Jeki.


"Humm aku mau nanya tentang mas Vincent, kenapa ada kabar kalau mas Vincent ke perusahaan kakak." ucap Kania.


"Oohh itu, biasa lah kamu tau sendiri kita selalu saja ribut hanya karena masalah kecil."


"Humm aku minta maaf yah kak, tentang mas Vincent," ucap Kania.


"Iyah gak apa-apa kok, santai aja."


"Humm aku juga mau ijin sama kakak mau menemui mbak Minhui boleh kan?"


Jeki terdiam sejenak. "Kalau gak boleh gak apa-apa kok kak, aku tidak memaksa."


"Kamu boleh pergi kok, saya akan mengabari Minhui."


Kania terlihat sangat senang sekali.


"Terimakasih banyak kak."


Jeki langsung permisi, Kania menemui teman-teman nya lagi setelah pulang kampus dia langsung menuju ke rumah Jeki.


Sesampainya di sana dia sangat heran kenapa gerbang di kunci dari dalam.


Tidak beberapa lama satpam keluar. "Non Kania, silahkan masuk."


"Sejak kapan rumah ini ada penjaga nya?" ucap Kania heran. Dia masuk ke dalam ternyata ada juga security satu orang menunggu di depan rumah.


Dia masuk ke dalam.


"Permisi...." Kania mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam, namun sudah lima menit menunggu tidak ada yang datang.

__ADS_1


__ADS_2