Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 46


__ADS_3

"Selamat yah."


"Makasih yah kamu sudah banyak membantu dan selalu sabar."


"Iyah sama-sama, seperti nya mulai dari sekarang aku akan mendengarkan cerita bahagia dari kamu."


"Tapi aku mohon jangan sampai ada yang tau yah." ucap Kania.


"Aman, kamu tidak perlu khawatir, kamu bisa percaya sama aku. Karena hubungan seperti ini sangat harus private."


Satu minggu kemudian Kania dan Vincent berpacaran.


"Kak." ucap Kania kepada Vincent yang kebetulan hari Minggu ada di rumah.


Vincent kaget karena Kania memanggil nya dengan sebutan kak.


"Selama satu minggu saya memberikan kamu waktu memikirkan apa yang pantas kamu panggil saya, jawaban nya adalah kak?" tanya Vincent.


"Aku hanya bisa memikirkan itu, aku tidak tau harus panggil apa."


Vincent menghela nafas panjang dia menatap Kania.


"Saya sudah bilang panggil saya dengan sebutan sayang."


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aarrhhh!! Baiklah terserah kamu saja."


Kania tersenyum.


"Nih aku bawain kopi, kakak pasti sangat lelah.


"Sebaiknya panggil paman saja kalau kamu belum terbiasa."


"Maaf.."


Vincent tiba-tiba menarik tangan Kania dan duduk di pangkuan nya.


"Paman..."


"Kenapa? apa kamu malu? Tidak akan ada yang melihat nya."


Kania tersenyum dia menatap wajah Vincent.


"Kamu sangat cantik sekali Kania, apa kamu sengaja mandi pagi dan makeup?"


Kania bingung mau jawab apa karena dia memang sengaja.


"Satu Minggu ini saya Sibuk dengan pekerjaan saya, saya sudah memutuskan hari ini akan menghabis waktu ini dengan kamu sayang."


"Yakin mau sama ku terus? Bagaimana dengan teman-teman Paman yang ngajak ketemu di luar hari ini?"


"Tidak perlu hiraukan mereka. Bersama kamu jauh lebih menyenangkan."


Vincent mengangkat badan Kania dan membaringkannya di sofa.


"Kamu tau pikiran saya tidak pernah lepas dari kamu selama saya di kantor, saya tidak bisa fokus bekerja dan sangat tidak sabar menunggu hari Minggu."

__ADS_1


"Setiap hari kita berdua sama-sama sibuk, ketika saya pulang bekerja kamu sudah tidur, saya bahkan tidak bisa melihat wajah kamu sebelum tidur."


Kania meletakkan kedua tangan di wajah Vincent yang berada di atas nya.


"Baiklah kalau begitu paman boleh masuk hanya untuk melihat wajah ku, jangan melakukan hal lain."


Vincent mengangguk sambil tersenyum dia langsung tidur di dada Kania.


"Aarrhhh!!! rasa penat saya seketika hilang."


Vincent sangat nyaman berbaring dengan Kania sehingga tidak sadar mereka berdua sudah menghabiskan waktu libur bermessraan di sofa.


"Kania bantu saya mencukur kumis saya," ucap Vincent karena Kania masih betah tiduran, hari semakin sore mereka berdua bahkan belum mandi.


Baru saja bangun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"Loh siapa tamu hari Minggu seperti ini?" tanya Kania kaget.


"Saya juga tidak tau, kamu tunggu saja di sini saya akan membukanya.


Kania mengangguk.


"Iyah tunggu sebentar, siapa di sana?"


Vincent membuka pintu dan dia sangat terkejut ternyata di balik pintu ada Serli.


"Ada apa kamu ke sini Tomi? Saya sudah bilang kalau saya tidak mau di ganggu."


"Jangan marah dulu pak, saya memiliki kejutan."


Tiba-tiba orang tua angkat nya datang.


"Kami sudah berusaha menghubungi kamu, tapi kamu tidak bisa di hubungi beberapa hari ini."


"Maafin aku Pah, aku sangat pusing itu sebabnya aku mematikan handphone ku."


"Ayo masuk Pah, Mah."


"Omah.. Opah.." Kania memeluk mereka karena sudah sangat merindukan mereka.


"Kamu makin cantik aja."


Omah sama Opah kok gak bilang sih bakalan datang ke Indonesia? aku dan paman Akan datang menjemput Kalian di bandara."


"Ada Tomi, kamu pasti sangat lelah."


"Huff satu keluarga ini selalu memiliki tenaga robot yang tidak pernah lelah, saya juga manusia yang ingin seperti manusia pada normal nya di saat hari Minggu mereka akan libur menghabis kan waktu dengan keluarga, pacar atau istri," batin Tomi.


"Kania kamu buatin kopi dan jug makanan yah." ucap Vincent, Kania mengangguk.


Kania membawa semua barang-barang yang berantakan dari ruang tamu.


Hal-hal yang aneh seperti Selimut, bantal dan juga barang-barang lainnya.


"Sudah lama kami tidak ke sini, rumah kelihatan nya semakin besar saja."


"Iyah Mah."

__ADS_1


"Oh iya bagaimana keadaan Ibu mu sekarang?"


"Ibu?" Vincent terdiam sejenak.


"Papah tanya apa sih? jangan membahas itu membuat anak kita sedih saja." ucap Omah.


"Ibu Minggu depan akan ke sini Pah, dia sangat marah karena aku tidak bisa mempertahankan PT Wir Asia itu."


"Kamu yang sabar yah nak, kedatangan kami ke sini mau membantu kamu, sedikit papah bisa bantu kamu.


"Percuma Pak, sekarang PT Asia sudah resmi menjadi milik Jeki."


"Itu anak benar-benar yah, setelah ayah nya meninggal ternyata sifat anak nya 11, 12 saja!"


"Sudah lah jangan emosi." ucap Omah mencoba untuk menenangkan suami nya.


Tidak beberapa lama Kania datang membawa minuman dan juga makanan.


"Ya ampun cantik, kamu baik banget, sini dududi samping Omah."


Kania tersenyum dia duduk di samping Omah nya.


"Lihat lah Omah sama Opah membawa banyak oleh-oleh untuk kamu."


Kania membuka nya dia sangat senang sekali.


Mereka meminta Kania masuk ke kamar agar mereka bisa bicara.


Sementara Kania masuk ke kamar Vincent mengumpulkan semua barang-barang nya yang ada di sana dan juga mengembalikan barang-barang Vincent yang ada di kamar nya.


"Jangan sampai Omah tau kalau aku dengan paman Vincent ada hubungan." batin Kania. Dia jadi panik sendiri karena takut ketahuan untuk saat ini.


Setelah semua nya sudah aman akhirnya dia bisa lega.


"Bagaimana bisa Omah sama Opah datang secara tiba-tiba sih? Aku dengan paman Vincent belum membicarakan Soal ini."


Di malam hari nya Kania baru saja masuk ke kamar nya karena mengantarkan Omah dan Opah ke kamar mereka dan bercerita sedikit.


"Paman, kenapa paman ke sini?"


Vincent mengunci pintu dia langsung mendorong Kania yang main Handphone di pinggir kasur dan terbaring di tempat tidur.


"Akan lebih sulit untuk seperti ini, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!"


Vincent mencium bibir Kania sampai Kania susah bernafas.


Kania tidak bisa menolak.


"Paman hentikan."


Vincent hampir saja hilang kesadaran nya.


"Aku mau Omah sama Opah jangan sampai tau tentang hubungan kita." ucap Kania.


"Cepat atau lambat mereka pasti tau."


"Aku tau, tapi tetap saja mereka pasti akan sangat terkejut mengetahui nya."

__ADS_1


Vincent duduk dengan benar.


"Saya tau kamu melakukan ini untuk saya, namun saya tidak ingin kamu terlihat tertekan seperti ini," ucap Vincent.


__ADS_2