Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 194


__ADS_3

"Tapi kalau tidak, aku takut anak ku tidak sehat," batin Jeki.


"Kamu mikirin apa? Dari tadi kamu membersihkan buah tidak siap," ucap Minhui.


"Maaf-maaf," Jeki langsung cepat merapikan semua nya. Sementara Minhui langsung masak untuk makan malam.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Jeki dan Saska baru saja selesai mandi.


"Wahh Wangi Banget, aku jadi sangat Lapar," ucap Jeki.


"Ya sudah kalau begitu, ayo makan dulu," ucap Minhui.


Mereka makan, Minhui sambil menyuapi Saska.


"Rasanya enak banget, kamu sangat pintar masak."


Minhui hanya bisa tersenyum, karena dulu dia sama sekali tidak bisa melakukan itu.


Bahkan dia tidak menyangka kalau dia bisa memasak seperti ini dan juga bisa mengurus rumah tangga nya.


Saska juga sangat nyaman bersama nya untuk Saat ini.


Vincent mengusahakan pulang cepat hari ini, setelah dia sampai dia kaget karena istri nya menunggu di depan pintu.


"Apa yang kamu lakukan di depan pintu? Kamu membuat ku kaget."


"Tumben banget mas pulang cepat hari ini?" tanya Kania.


"Kamu sedang sakit, gak mungkin aku lembur," ucap Vincent. Kania mengangguk paham.


"Kamu kelihatan nya sudah jauh lebih baik," ucap Vincent.


Kania mengangguk. "Hari ini kita makan di luar yah," ajak Vincent.


Kania dengan Senang hati menginyakan. Vincent juga senang karena ajakan nya tidak di tolak oleh istrinya.


Sesampainya di restoran pilihan Kania mereka langsung memesan makanan.


"Aku dengar kemarin kamu pergi mengunjungi Minhui ke rumah nya, apa itu benar?" tanya Vincent.


"Aku bosan di rumah, aku tidak tau kalau mbak Minhui sudah pulang, aku hanya mau memastikan saja kemarin namun ternyata dia sudah pulang."


"Oohhh, lain kali kamu harus ijin dulu, perjalanan dari sini ke sana cukup jauh, bagaimana kalau kamu kenapa-napa?" tanya Vincent.


Kania mengangguk saja. "Kandungan Mbak Minhui sudah besar, aku yakin dalam bulan ini kalau tidak awal bulan besok dia sudah melahirkan," ucap Kania.


"Bagus deh kalau begitu," ucap Vincent.


"Aku ingin membeli kado untuk nya," ucap Kania.


"Kamu mau kapan pergi beli nya?" tanya Vincent langsung. "Apa bisa hari ini?" tanya Kania.

__ADS_1


"Tidak masalah, mumpung kita di luar."


Setelah selesai makan mereka mencari beberapa kado untuk lahiran Minhui nanti.


Vincent melihat mainan robot yang sangat di sukai oleh Saska.


Kania Sadar kalau suami nya melihat ke arah permainan anak-anak itu.


"Kalau mau beli, beli saja mas. Kalau aku ke rumah mbak Minhui aku akan membawa nya kalau mas tidak sempat ke sana."


Vincent bingung dengan respon Kania. Dia tidak tau apa yang terjadi kepada istri nya itu, tapi dia sangat senang.


Seperti nya mainan itu keluaran baru.


"Kelihatan nya Saska sudah memiliki banyak mainan, lebih baik mas membeli barang-barang yang bermanfaat untuk nya."


"Tapi dia sangat suka mainan, dia tidak memiliki teman itu sebabnya aku membeli mainan," ucap Vincent.


Kania mengangguk, akhirnya Vincent jadi membeli satu robot itu.


Selesai dari sana mereka jalan-jalan sebentar, setelah itu langsung pulang.


Sementara Di rumah Jeki. Jeki baru saja selesai menemani Saska tidur dan memindahkan nya ke dalam box bayi itu.


Seperti nya Minhui mau tidur, dia melihat Jeki.


"Kenapa kamu memaksa nya tidur? Dia tidur siang cukup lama di dalam mobil, dia pasti belum ngantuk jam segini," ucap Minhui.


Jeki melihat ke arah jam. "Mungkin dia kelelahan," ucap Jeki. Minhui menghela nafas panjang.


"Yang mana?" tanya Minhui pura-pura tidak tau, padahal dia sangat malu.


"Saran membuka jalan bayi nya," ucap Jeki.


"Aku sangat lelah, aku mau istirahat dan lagian aku membawakan di buku itu bisa terbuka sendiri."


"Oohh begitu, ya udah kalau begitu, ayo kita tidur," ucap Jeki.


Minhui mengangguk. Di tempat tidur Jeki sama sekali tidak nyaman, dia memikirkan saran dari dokter terus menerus.


Keesokan paginya...


"Aduhh perut ku..." Minhui menjerit dari kamar mandi. Jeki yang masih tidur langsung bangun ketika mendengar suara Minhui.


"Ada apa?" tanya nya langsung ke kamar mandi. Namun dia segera menutup matanya karena Minhui sedang mandi.


"Apa yang kamu lakukan? kenapa kamu masuk Tampa ijin?" tanya Minhui.


"Aku mendengar teriakan kamu," ucap Jeki.


"Aku tidak ada berteriak, kamu salah dengar!" ucap Minhui.

__ADS_1


Jeki langsung keluar, dia baru sadar ternyata dia sedang mimpi Kalau Minhui sakit perut karena mau melahirkan.


"Hufff, aku tidak berhenti memikirkan nya," ucap Jeki.


Dia melihat mengambil air putih agar lebih tenang.


Jeki berangkat ke kantor hari ini. "kalau terjadi sesuatu sebaiknya kamu segera hubungi aku, hari ini aku pulang lambat seperti nya," ucap Jeki.


"Kenapa?" tanya Minhui.


"Banyak kerja di kantor," jawab Jeki.


"Tapi gak malam banget kan?" tanya Minhui.


"Aku gak tau, emang nya kenapa?" tanya Jeki.


Minhui menggeleng kan kepala nya. "Tidak apa-apa, aku hanya ingin tau."


Jeki menatap Minhui. "Ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu yah."


Jeki berpamitan juga kepada Saska dan setelah itu pergi bekerja.


Begitu juga dengan Vincent dan Kania. Hari ini adalah pertama kalinya Vince mengantarkan istri ke kampus setelah ribut hebat.


Vincent juga senang karena istri nya mulai menerima masa lalu nya, Kania juga sudah mau menerima nya kembali.


Vincent tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan oleh istrinya.


Untuk belakangan ini Vincent berharap tidak ada yang membahas tentang itu, dia ingin hubungan nya dengan istri nya selalu membaik.


Terlebih lagi mereka adalah pengantin baru, jadi harus lebih menjaga satu sama lain.


Vincent sampai di kantor. "Wahh kelihatan nya sangat bahagia hari ini, apa ada kabar baik?" tanya Tomi.


"Seperti nya pekerjaan kita berhasil yah pak?" tanya Tomi.


"Berhasil bagaimana? Siang ini adalah penentuan nya, kamu dan yang lain nya harus bekerja dengan baik!"


"Baiklah pak, tapi seperti nya Bapak bahagia hari ini."


"kalau boleh tau karena apa yah pak? saya juga mau bahagia sama seperti Bapak."


"Kamu kepo sekali, pergi kerja sana!" ucap Vincent.


Tomi menghela nafas panjang. "Ya sudah kalau tidak mau kasih tau, aku akan cari tau sendiri," ucap Tomi.


"Lama-lama itu anak semakin tidak sopan kepada ku!" ucap Vincent.


"Sayang, apa kamu lihat hari ini pak Vincent?" tanya Tomi kepada Fani.


"Emang nya kenapa?" tanya Fani.

__ADS_1


"Hari ini dia tampak bahagia," ucap Tomi.


"Bagus dong kalau begitu," ucap Fani. Tomi mengangguk sambil tersenyum.


__ADS_2