
"Ekhem-ekhem!!" tiba-tiba Vincent sudah berdiri di samping nya.
"Membuat ku kaget saja, Sejak kapan paman di sana?"
"Sejak anak itu pergi dan kamu senyum-senyum seperti orang gila." ucap Vincent.
"Seperti nya kamu menyukai Yuda." ucap Vincent.
"Apa yang paman katakan?" ucap Kania.
"Tidak perlu berpura-pura seperti itu, kamu dengan Yuda ada perasaan spesial kan?" tanya Vincent.
"Apa sih yang Paman katakan? aku mau mandi dulu." ucap Kania meninggalkan paman nya. Vincent menghela nafas.
Dia melihat handphone Kania di atas meja, dia berniat mau memeriksa nya namun Kania datang kembali mengambil handphone nya.
Vincent duduk diam sambil berfikir keras bagaimana menjauh kan Yuda dari keponakan nya itu.
"Apa yang harus aku lakukan?" ucap nya bingung.
Tiba-tiba handphone nya berdering telpon dari Tomi.
"Halo Pak nona Minhui baru saja keluar dari salah satu rumah sakit." ucap Tomi.
"Rumah sakit? Kenapa dia ke rumah sakit?" tanya Vincent. "Saya kurang tau pak."
Vincent terdiam sejenak dia mengingat malam kemarin Minhui tidak mau bertemu dengan nya.
"Sudah biarkan saja. Lagian sudah tidak ada urusan nya dengan saya." ucap Vincent. Panggilan pun di tutup.
Keesokan harinya..
"Kamu mau kemana?" tanya Vincent karena melihat Kania pagi-pagi sudah sangat rapi dan sangat cantik.
"Aku mau menghadiri acara ulang tahun Orang tua Yuda." ucap Kania.
"Kenapa kamu tidak ijin kepada Paman terlebih dahulu? Kenapa mau langsung pergi seperti ini?" tanya Vincent.
"Aku sekalian mau pamit juga sama paman. Kalau begitu aku pergi dulu yah ."
Vincent menahan tangan Kania.
"Jangan mentang-mentang selama ini paman membiarkan kamu dekat dengan Yuda kamu bisa pergi dan bebas begitu saja." ucap Vincent.
"Lepas kan aku paman! Aku akan telat karena Yuda sudah menunggu ku!" ucap Kania
Vincent mendorong Kania ke dinding menahan nya di sana.
"Berapa kali paman bilang jauhi Yuda!" ucap Vincent.
"Ada apa sih dengan Paman? Jangan mengikut campuri urusan pribadi ku!" ucap Kania.
"Kenapa? Apa kamu sangat marah karena Paman menolak cinta kamu? Apa ini cara kamu untuk membalas paman?"
__ADS_1
Kania menatap Paman nya.
"Apa semudah itu bagi mu mencintai orang lain? Setelah kamu mencintai Paman mu sendiri sekarang kamu mencintai teman kamu sendiri?" ucap Vincent.
Kania mendorong Vincent namun Vincent sangat kuat menahan tubuh Kania.
"Kalau kamu sangat ingin bersama pria paman bisa saja menjadikan kamu kekasih." ucap Vincent. Kania Terdiam kaget mendengar nya.
"Namun kamu harus bisa memahami saya, dan juga bisa melayani saya dengan baik." ucap Vincent.
"Apa maksud paman?" ucap Kania.
Tiba-tiba Vincent mencium bibir Kania. Kania sangat kaget sehingga dia tidak bisa bergerak dia juga tidak bisa menolak.
Vincent mencium bibir Kania dengan cukup Ganas.
Kania mencoba berontak setelah sadar. Namun Vincent tidak mau melepaskan nya dia membawa Kania ke sofa menindih badan Kania di sana.
"Ini kan yang kamu mau? Ini yang kamu mau dari saya kan?" ucap Vincent melanjutkan aksi nya sampai bibir Kania terluka.
Vincent berhenti karena merasakan Asin akibat air mata Kania.
Vincent melepaskan Kania. "Kamu tidak boleh kemana-mana hari ini!" ucap Vincent dan pergi meninggalkan Kania.
Tomi yang baru saja datang heran melihat Vincent emosi dan juga Kania menangis di sofa.
"Paman sangat jahat! Paman benar-benar sangat jahat!" ucap Kania.
Di malam hari nya..
"Kania sedang pergi bersama Yuda menghadiri acara ulang tahun Orang tua Yuda di salah satu club Malam." ucap Tomi kepada Vincent.
"Dia sama sekali tidak mendengar kan ku." batin Vincent.
Akhirnya Vincent memutuskan untuk datang ke club itu. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana Vincent memerhatikan acara yang sangat ramai.
Dia melihat Yuda sedang di panggung bersama orang tua nya dan beberapa teman nya.
Namun dia tidak melihat Kania. Setelah di cari Kania ternyata duduk di belakang sendirian.
Yuda memantau Kania cukup lama. Kania baru minum beberapa gelas sudah mabuk parah.
"Kania..." ucap Yuda.
"Kenapa kamu turun? apa acara nya sudah selesai?" tanya Kania.
Yuda melihat pipi Kania sudah sangat merah.
"Kamu sudah sangat mabuk Kania, sebaiknya kamu pulang yah, aku anterin kamu." ucap Yuda.
Kania menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau." ucap Kania.
"Aku ingin di sini, di sini jauh lebih nyaman dan juga enak." ucap Kania. "Ya udah kalau begitu aku temanin kamu di sini yah." ucap Yuda.
__ADS_1
Kania melihat pria yang seperti Vincent.
Memastikan lagi dan benar saja itu Vincent.
"Yuda." ucap Kania. "Iyah kenapa?"
Kania tiba-tiba mencium bibir Yuda.
Vincent berdiri namun melihat orang sangat ramai dia tidak berani karena rata-rata orang mengenalnya dan dia juga sedang minum sama beberapa teman nya.
"Kania apa yang kamu lakukan? Kamu sudah mabuk." ucap Yuda, namun tiba-tiba Kania pingsan dan tidak sadar.
Yuda cukup kaget karena di cium oleh Kania.
Akhirnya Yuda mengantarkan Kania pulang.
"Saya pulang terlebih dahulu." ucap Vincent. Dia langsung menahan Yuda di loby.
"Pak Vincent!"
"Apa hak kamu membawa Kania ke tempat seperti ini? Kamu benar-benar berpengaruh buruk kepada Kania!" ucap Vincent sambil meninju wajah tampan Yuda.
"Dan saya juga melihat kamu mencium Kania! Jangan pernah dekat-dekat dengan Kania kalau tidak mau dalam bahaya!" ucap Vincent membawa Kania ke dalam mobil nya.
Yuda Memegang pipi nya.
"Aku akan terus berjuang sampai aku mendapatkan Kania. Aku tidak akan mudah menyerah." ucap Yuda karena berfikir Kania sudah mulai tertarik kepada nya.
Tidak beberapa lama akhirnya Vincent sampai di rumah.
Kania sadar dia sudah sampai di rumah dan sedang di angkat oleh Vincent.
Tiba-tiba dia langsung turun tidak mau di sentuh oleh Vincent.
"Jangan sentuh aku!" ucap Kania.
"Kania! Apa maksud kamu Mencium Yuda? Dia tidak baik untuk kamu!" ucap Vincent.
"Kenapa? Apa aku tidak bisa mencium pacar ku sendiri? Bukan kah itu hal biasa?" ucap Kania.
"Kania!" ucap Vincent.
"Putus kan dia? Kamu jangan membuat paman melakukan hal yang tidak baik." ucap Vincent.
"Bukan kah bagus kalau aku memiliki kekasih? Aku tidak akan pernah mengganggu Paman." ucap Kania.
"Paman tidak setuju!"
"Terserah." ucap Kania langsung pergi.
Namun Vincent tidak bisa menahan emosi nya dia masuk ke kamar Kania dan mendorong nya ke kasur.
"lepas kan aku! aku akan mengadukan sifat Paman yang seperti ini kepada Omah dan Opah." ucap Kania mengancam.
__ADS_1