
Jeki membongkar tas Minghui, dia melihat tiket Minghui ke kota yang tidak asing, yaitu kota tempat Vincent sekarang.
Dia semakin marah dan akhirnya melakukan hal yang kasar kepada Minghui.
Jeki tau kalau Minghui mau menemui Vincent, karena dia sudah tau gerak-gerik Minghui beberapa hari ini.
Kania di dalam kamar nya tidak berhenti memikirkan Minhui. Dia sedang berbalas pesan dengan Vincent namun tetap kefikiran kepada Minhui.
"Pantesan saja aku tidak pernah melihat Minhui dan juga aku tidak pernah mendengar berita nya, ternyata direktur Je sangat posesif."
Kania mencari-cari tentang Minghui di laptop nya, namun ternyata tidak ada, bahkan hubungan nya dengan Jeki banyak yang tidak tau.
Keesokan harinya Kania kuliah seperti biasa.
"Enak yah kalau jadi orang kaya dan memiliki pasangan yang berkuasa seperti pak Vincent, bisa melakukan apapun yang kamu mau," sindir teman satu kelas nya.
Kania menatap wanita itu dengan bingung.
"Apa maksud kamu?" tanya Kania.
"Gak usah berpura-pura deh, hanya karena ingin menemui pak Vincent keluar kota, kamu sesuka hati kuliah online dan mengabaikan Kegiatan organisasi!"
"Apa-apaan sih kamu, kenapa hal seperti itu saja di ribut-ributkan?" ucap Teman-teman nya.
"Ya aku kesal lah, kenapa semua orang di kampus ini sama sekali tidak berani membantah dia, apa yang dia ingin lakukan dia bisa melakukan nya dengan sesuka hati!"
"Apa yang kamu bicarakan?" ucap Ulfa.
"Sudah, sebaik nya kita keluar saja."
Kania membawa Ulfa Keluar dari kelas dari pada suasana semakin tegang.
"Aneh banget deh dia," ucap Ulfa.
"Sebenarnya ada apa sih Ulfa? Kenapa dia terlihat sangat kesal kepada ku?" tanya Kania.
"Enggak ada kok," ucap Ulfa. "Tidak perlu berbohong, aku akan menanyakan langsung kepada ketua!"
"Sebenarnya organisasi sedang melakukan hal yang baru untuk kemajuan kita bersama, dan kamu sendiri sudah mendaftar jadi penanggung jawab namun ternyata kamu sudah sangat jarang gabung itu sebabnya banyak yang Kecewa."
Ulfa menceritakan semua nya banyak mahasiswa yang jadi repot karena itu, mereka kebingungan karena ketua tidak tegas.
kenapa tidak mengeluarkan Kania saja dari sana.
Mendengar itu Kania juga jadi merasa bersalah.
Setelah selesai kuliah dia mendatangi tempat biasa mereka berkumpul kebetulan sudah ada janji.
__ADS_1
Kania meminta maaf kepada semua orang yang ada di sana.
Masih ada yang marah namun mereka senang juga Kania keluar dari organisasi mereka.
Kania yang masih ingin memperluas wawasan nya dan juga memperbanyak teman nya sangat Sedih karena harus keluar dari sana.
Tapi dia tidak bisa bertahan seperti itu karena banyak merugikan orang lain.
"Sudah jangan sedih, kamu masih punya aku," ucap Ulfa.
"Ulfa, kamu bisa kan ikut aku hari ini?" tanya Kania.
"Kemana?" tanya Ulfa.
"Hari ini salah satu klien ku mengundang ku ke acara perayaan keberhasilan usaha nya."
"Bagaimana bisa aku pergi? aku tidak di undang."
"Anggap saja kamu datang menggantikan Paman Vincent."
"Sebenarnya aku bisa saja sih tidak pergi, hanya saja dia klien ku paling Tampan, selain itu dia sudah banyak membantu di perusahaan."
"Apakah dia sudah menikah?" tanya Ulfa.
"Humm yang aku dengar belum sih, tapi pria kaya, tampan seperti dia pasti di sukai banyak wanita," Kania.
"Tenang saja, masalah gampang itu. Kita pergi diam-diam saja."
Malam hari nya Kania dan Ulfa baru saja keluar dari salon.
Dua wanita cantik yang berpenampilan menarik masuk ke dalam mobil mewah.
"Wahh penampilan kita hari ini sungguh luar biasa Kania," ucap Ulfa.
Kania tersenyum. "Sebelum berangkat kita harus minta maaf ke pasangan masing-masing karena sudah keluar hanya karena pria tampan."
Mereka tertawa, walaupun mereka bahagia dengan pasangan masing-masing, tapi tetap saja mereka butuh hiburan ketika tidak bersama kekasih nya.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di acara. Semua mata memandang ke mereka berdua.
"Kania akhirnya kamu datang," sapa Vino, pria yang di bicarakan oleh mereka berdua.
Ulfa sangat kaget ternyata Kania berbohong, pria itu sudah tua dan juga bahkan sudah memiliki istri dan anak.
Ulfa yang tadi nya sangat bersemangat langsung kesal kepada Kania.
Kania tertawa melihat Ulfa yang jengkel kepada dia.
__ADS_1
"Selamat yah pak Vino atas kesuksesan nya, semoga kedepannya usaha nya semakin lancar."
"Terimakasih banyak. Kalau boleh tau siapa yang ikut bersama mu, dia sangat cantik sekali."
"Selain sudah tua, dia juga sangat ganjen, pantesan saja Kania mengajak Ulfa.
Mereka tidak bisa lama-lama di sana karena tidak betah karena acara nya sangat membosankan, akhirnya mereka pergi dari sana.
"Kania kamu sengaja ngerjain aku? percuma saja aku berdandan cantik dan seksi seperti ini."
Kania tersenyum. Dia menjelaskan kalau pak Vino cukup ganjen dia tidak nyaman kalau datang sendirian, karena pak Vino hanya mengundang perempuan di acara nya itu sebab nya dia tidak bisa membawa Tomi atau yang lain.
Ulfa menghela nafas panjang mendengar itu. "Ya sudah deh kalau begitu sebaiknya kita pulang saja, aku harus segera mencuci kulit ku yang di sentuh oleh pria tua itu!"
"Jangan pulang dulu, percuma saja kita dandan cantik seperti ini Kalau hanya bertemu pria itu. Aku akan mengajak kamu ke acara pertemuan para-para pengusaha muda."
"Aku tidak mau, aku sudah tau kalau kamu akan mengerjai aku lagi."
"Hufff, aku serius!"
Akhirnya ulfa mau, mereka berangkat ke tempat selanjutnya.
Dan ternyata benar kalau di sana pengusaha kaya, muda dan juga terlihat sangat tampan-tampan.
Tapi walaupun mereka Tampan dan ramah, Ulfa sama sekali tidak tertarik karena di hati nya hanya ada Yuda seorang.
Ulfa melihat Kania sangat akrab dengan mereka semua.
"Wahh jadi pengusaha enak juga yah, bertemu dengan orang-orang hebat," batin Ulfa.
Di sana bisa minum dan juga joget mengikuti irama musik.
Ulfa yang tidak merasa canggung sama sekali karena tidak ada yang dia kenal dia memilih untuk menghibur diri sendiri.
Semua orang mengikuti dia dan membuat suasana jadi sangat asik.
Seseorang mengirim kan Vidio Kania dan juga Ulfa kepada Vincent.
Vincent hanya bisa menghela nafas panjang melihat pacar nya itu. "Untung saja dia cantik, jadi tidak mempermalukan aku," batin Vincent.
Vincent langsung mengirim ke Yuda.
Yuda yang sedang berada di Cafe milik nya melakukan pekerjaan nya melihat video itu.
"Tunggu-tunggu, bagaimana bisa Ulfa di sana?" ucap Yuda panik karena Ayah nya juga ada di sana.
Dia melihat Ayah nya ternyata ikut menari dengan Kania dan Ulfa.
__ADS_1
Yuda hanya bisa menghela nafas panjang melihat kelakuan Ulfa sama seperti yang Alami Vincent.