
"Mana janji Paman untuk berubah? Paman tidak sungguh-sungguh mencintai aku, Paman hanya bisa mempermainkan aku dan seterusnya akan seperti ini."
Vincent menahan Kania dan memeluk nya.
"Kania jangan berfikir seperti itu, Ijin kan saya menjelaskan nya terlebih dahulu."
Kania yang sangat emosi tidak bisa menahan nya dia berontak mau pergi.
Namun Vincent menahan nya dan memeluk nya begitu erat.
"Paman tidak ada hubungan apapun dengan perempuan tadi, kita masuk ke dalam dulu yah."
"Aku tidak mau! Aku tau kalau paman pasti menyimpan perempuan di kamar Paman.
Vincent langsung menggendong Kania untuk masuk ke apartemen nya.
"Paman lepas kan aku, Paman!"
"Kamu cukup keras kepada!" ucap Vincent.
"Lihat lah! apa kamu menemukan wanita di rumah saya?"
Kania terdiam sejenak.
*Visual Vincent*
"Perempuan tadi hanya pendamping saya di sini, tidak ada hubungan apapun."
"Tetap saja aku tidak percaya, tidak mungkin selama satu bulan Paman tidak berhubungan dengan wanita."
Vincent menatap wajah Kania yang sangat cemberut.
"Kamu sendiri kenapa bisa di sini?" tanya Vincent.
"Apa kamu sangat merindukan saya sehingga kamu datang ke sini sendirian?"
"Enggak! Aku hanya bosan di rumah, aku memiliki libur tiga hari."
Vincent tersenyum melihat wajah Kania.
"Yakin kamu tidak merindukan saya?"
Kania menggeleng kan kepala nya.
"Seharusnya kamu bilang kalau mau ke sini jadi saya bisa cepat pulang dan tidak membuat kamu menunggu di bawah seperti tadi."
Kania diam saja.
"Aku mau istirahat, mana kamar ku?"
Vincent melihat apartemen nya.
"Di sini hanya ada satu kamar, kamu tidur di kamar saya, saya akan tidur di sofa."
"Bagus deh kalau begitu aku mau istirahat."
Vincent menghela nafas panjang.
Dia membawa koper Kania ke dalam kamar.
"Kamu tidak mandi dulu?" tanya Vincent.
Kania menatap Vincent. Perlahan mendekati nya dan memeluk nya begitu erat membuat Vincent kaget.
"Kamu kenapa?" tanya Vincent.
"Aku hanya mau memeluk paman saja."
Vincent tersenyum dia langsung membalas pelukan Kania.
Mereka berdua tidak jadi mandi karena melepaskan rindu satu sam lain sehingga ketiduran di tempat tidur.
__ADS_1
Keesokan paginya Kania bangun dia melihat ke sekeliling kamar tidak ada Vincent.
"Huff percuma saja aku datang ke sini kalau aku bangun kesiangan sehingga aku tidak bisa melihat paman Vincent sebelum berangkat bekerja," batin Kania.
Kania keluar dari kamar namun dia sangat kaget karena melihat Vincent yang sedang bersih-bersih di luar.
"Kamu sudah bangun?" tanya Vincent menoleh ke arah Kania yang masih sangat ngantuk belum sadar sepenuhnya bahkan penampilan nya masih sangat berantakan.
"Loh paman belum berangkat bekerja?" tanya Kania.
Vincent tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu lapar? Saya sudah membeli sarapan untuk kamu."
Kania mendekati Vincent.
"Kenapa paman terlihat lebih gemuk dan juga semakin tampan? Aku rasa paman di sini jauh dari aku sangat bahagia."
Vincent tertawa mendengar kata-kata Kania.
"Jangan tertawa! Aku kehilangan berat badan ku Karena memikirkan Paman di sini sementara paman terlihat sangat bahagia."
Vincent menarik hidup Kania.
"Sudah pergi sarapan, saya akan menyelesaikan ini terlebih dahulu."
"Humm Sejak kapan paman bisa bersih-bersih seperti ini? Ini sungguh pemandangan yang sangat jarang bisa di lihat."
"Saya tidak ingin menjadi beban kamu selama nya, saya juga tidak mau merepotkan kamu."
Kania tersenyum.
"Bagus deh kalau begitu, di sebelah sana kurang bersih. Aku mau makan dulu karena tadi malam aku tidak sempat makan."
"Jangan lupa gosok Gigi dulu."
"Aku sudah sangat lapar paman."
Vincent melihat Kania makan begitu lahap sekali.
Setelah selesai Vincent siap-siap berangkat ke kantor.
"Paman mau berangkat?" tanya Kania.
"Iyah, kamu tunggu di sini saja dan istirahat."
Kania menggeleng kan kepala nya. "Aku mau ikut."
Vincent menatap Kania.
"Maksud kamu?"
"Aku bosan di sini, aku datang jauh-jauh ke sini tidak hanya dikamar saja, aku mau ikut ke perusahaan."
"Tapi..."
"Kenapa? Paman takut kalau wanita paman aku lihat?"
Vincent menghela nafas panjang.
"Kania berapa kali saya katakan kalau saya hanya Mencintai kamu, tidak ada orang lain!"
"Kalau begitu aku siap-siap dulu. Tunggu dan jangan mencoba meninggalkan aku."
Vincent mengangguk.
Dia menunggu di sofa sambil memeriksa jadwal nya hari ini.
"Bagaimana dia mau ikut kalau jadwal saya hari ini di luar semua? Dia pasti akan kelelahan."
Namun Kania cukup keras kepala dia tidak bisa menahan Kania untuk tidak pergi."
__ADS_1
Tidak beberapa lama akhirnya Kania siap."
"Sudah siap Paman, ayo berangkat," ajak Kania.
Vincent memerhatikan penampilan Kania.
"Apa kamu tidak memiliki celana panjang? Kenapa memakai rok yang begitu pendek?"
"Aku hanya membawa pakaian beberapa saja."
Vincent menghela nafas panjang.
"Ya sudah ayo berangkat."
Saat keluar dari apartemen tidak sengaja bertemu dengan Tia.
"Selamat pagi Pak." sapa Tia sambil tersenyum manis.
"Kamu belum berangkat?" tanya Vincent.
"Belum Pak."
Vincent melihat ke arah Kania.
"Humm kamu mau ikut sekalian?"
"Sebaiknya tidak perlu Pak, hari ini Bapak jadwal nya di luar sementara saya harus ke perusahaan."
"Ya sudah kalau begitu kami berangkat dulu."
Vincent membuka kan pintu mobil untuk Kania.
"Siapa sih tu cewek? bisa-bisa nya pak Vincent melarang ku ikut bekerja di luar hanya karena perempuan itu ikut."
Kania menatap sinis kepada perempuan itu.
"Seperti nya wanita itu menyukai paman."
Vincent tersenyum.
"Paman pasti suka kan karena banyak yang menyukai Paman."
Vincent tidak menjawab nya karena akan ribut.
Sebelum ke tempat tujuan Vincent menuruti kemauan Kania untuk membeli jajan terlebih dahulu.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di hotel.
"Wahh tempat ini sangat bagus banget."
"Kamu suka?" tanya Vincent Kania mengangguk.
"Apa suatu saat nanti kamu mau kita menginap di sini untuk honey moon?"
"Paman, apa-apaan sih? Siapa yang akan menikah dengan paman nya sendiri?" ucap Kania.
"Selamat siang pak Vincent," sapa rekan nya.
Vincent tersenyum.
"Maaf sudah membuat kalian lama menunggu."
"Tidak pak, kami juga baru sampai di sini."
"Humm apa ini sekretaris Bapak? Kami tidak menyangka ternyata sekretaris Bapak masih muda dan cantik."
"Kenalin nama saya Riki, saya memiliki anak yang baru saja lulus kuliah, apa kamu sudah memiliki pacar?"
"Sebaiknya kita langsung membahas pekerjaan nya saja pak." ucap Vincent langsung.
Dia sangat kesal karena tatapan rekan nya kepada Kania.
__ADS_1
Kania ikut duduk di samping Vincent.
"Ternyata begini yah rasanya jadi pengusaha dan bos, walaupun cukup Sibuk namun setiap hari datang ke tempat yang berbeda dan sangat bagus-bagus," batin Kania.