Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 108


__ADS_3

"Kami sangat setuju apa saja keputusan yang terbaik, semua nya tergantung mereka berdua."


"Kania, apa kamu sudah siap?" tanya Bu Mona.


"Sa-saya," Kania menoleh ke arah Vincent.


Lalu dia mengingat lagi perkataan Ulfa yang membuat dia merinding ketika melihat badan kekar Vincent.


"Saya belum siap Bu," ucap Kania. Vincent berdiri dia langsung menatap Kania.


namun Bu Mona langsung menarik Vincent duduk lagi agar tidak malu di depan Omah dan Opah.


"Kenapa seperti itu Kania? bukan kah Kalian saling mencintai? apa sekarang kalian sudah tidak ada hubungan?" tanya Omah.


"Bukan seperti itu omah, aku mau fokus ujian dan skripsi ku."


"Masalah itu sangat gampang Kania, kamu jangan menunda-nunda niat baik," ucap Opah.


Kania kebingungan harus bagaimana menjawab nya. Semua mata menatap nya.


"Kalau kamu belum siap untuk hamil, bisa di tunda sampai kamu selesai kuliah agar tidak terganggu," ucap Bu Mona.


Kania semakin takut mendengar kata hamil, dia menyentuh perut rata nya yang sangat langsing sekali.


Dia membayangkan perut nya menggembung karena mengandung anak Vincent.


Vincent memegang tangan Kania, "Saya akan menunggu kamu sampai siap," ucap Vincent.


Kania menghela nafas panjang dalam hati dia berkata. "Huff kata-kata nya saja seperti ini sekarang, aslinya dia memiliki dua sifat," batin Kania yang jengkel kepada Vincent.


"Aarrhhh!! Seharusnya aku sangat bahagia karena mau menikah dengan orang yang aku cintai, tapi karena Ulfa semua kebahagiaan ku hancur karena ketakutan," batin Kania.


"Tidak perlu terburu-buru, setelah selesai ujian kamu bisa memutuskan nya," ucap Bu Mona.


Kania mengangguk.


Setelah itu Kania, Ulfa dan Yuda duduk di depan rumah membiarkan orang tua nya di dalam.


"Apa sih yang membuat kamu tidak langsung menginyakan Kania? Aku greget banget deh!" ucap Ulfa.


"Ini semua karena kamu!"


"Loh kok karena aku? aku tidak melakukan apapun sama kamu."


"Tidak perlu berpura-pura lupa, kamu yang mengatakan kalau paman Vincent menakutkan."


Seketika Ulfa langsung mengingat beberapa kata-kata mesum nya kemarin.


"Oohh jadi karena itu kamu kebingungan?" tanya Ulfa menahan ketawa.


"Aku hanya bercanda, lagian itu hanya di novel, tidak mungkin paman Vincent seperti itu," ucap Ulfa sambil tertawa.


Kania merasa kesal dia mengejar Ulfa yang kabur karena di kejar oleh Kania, dia harus memberikan hukuman kepada teman nya itu.


"Jangan kabur kamu Ulfa, sini!" ucap Kania.

__ADS_1


"Apa yang sedang kalian mainkan?" tanya Bu Mona.


Mereka yang tidak mendengar lanjut saling kejar.


"Ada apa dengan mereka?" tanya Bu Mona kepada Yuda.


"Biasalah Bu, ketika anak kecil lagi berantem."


Bu Mona menghela nafas panjang.


Di malam hari nya Yuda berpamitan kepada Ulfa pulang ke apartemen nya.


"Makasih yah Yuda sudah mau datang ke sini," ucap Kania.


"Iyah sama-sama," ucap Yuda.


Setelah Yuda pergi Kania menatap Ulfa, namun Ulfa langsung kabur masuk ke dalam kamar.


"Awas saja kamu yah Ulfa!" ucap Kania.


"Omah sama Opah istirahat saja, aku sudah membersihkan kamar untuk kalian," ucap Kania.


"Iyah nak," mereka pun pergi istirahat, Bu Mona sudah di kamar nya dari tadi setelah selesai makan.


Sementara Kania belum melihat Vincent setelah selesai makan malam.


Dia mencari ke kamar namun tidak ada, dia mendengar suara orang bicara di ruangan kerja Vincent.


"Dengan siapa paman Vincent berbicara malam-malam seperti ini?" tanyakan Kania.


Vincent memberikan kode agar Vincent tidak datang ke arah nya terlebih dahulu. Kania akhirnya duduk di depan Vincent.


Setelah setengah jam akhirnya selesai. Vincent menatap Kania.


"Ada apa?" tanya Vincent. Kania menggeleng kan kepala nya.


"Tidak ada, aku hanya ingin melihat paman saja, ini sudah malam kenapa Paman belum tidur?" tanya Kania.


Vincent menatap Kania. "Saya belum ngantuk, kalau kamu mau istirahat, sebaiknya kamu tidur saja," ucap Vincent.


Kania menggeleng kan kepala nya. "Aku ingin membicarakan tentang pembicaraan tadi siang." ucap Kania.


"Humm kalau kamu belum siap, jangan dulu paksakan, saya juga tidak bisa memaksa kamu."


"Aku hanya mau mengatakan kalau aku tidak ingin hamil sebelum kuliah ku selesai."


"Apa itu artinya kamu mau menikah?" tanya Vincent.


"Aku akan menikah asal paman setuju dengan permintaan ku itu."


Vincent mengangguk sambil tersenyum. "Iyah, saya akan mengikuti permintaan kamu, kasihan juga anak dan kamu nanti nya kalau sambil kuliah."


Kania tersenyum dia sangat senang Vincent bisa mengerti dia.


Beberapa hari kemudian ujian pun selesai. Keluarga besar sudah membicarakan pertunangan Vincent dan juga Kania. Banyak orang luar juga yang tau.

__ADS_1


Mereka tidak pernah berfikir kalau Vincent benar-benar akan menikahi Kania secepat itu.


Di kampus Kania juga sudah sangat heboh mendengar berita pertunangan Kania dan juga Vincent.


Dua hari sebelum tunangan, Vincent dan Kania duduk-duduk di pinggir sungai menikmati angin dan juga minuman dingin mereka.


"Apa nanti setelah menikah kamu masih ingin lanjut bekerja?" tanya Vincent.


Kania mengangguk. "Aku ingin lanjut bekerja karena ini adalah cita-cita ku."


"Tapi setelah kamu hamil, kamu bisa berhenti bekerja kan?" tanya Vincent.


"Huff berhenti mengatakan tentang hamil, aku sangat takut mendengar nya."


"Kenapa? Apa kamu takut mengandung anak kita?"


"Dari cerita orang lain, membuat dan mengandung nya selama sembilan bulan sangat menyiksa ibu, di tambah lagi kita harus melahirkan nya," Ucap Kania.


"Membuat?" tanya Vincent kaget.


"Enggak, maksud aku, menjaga bayi juga cukup sulit."


Vincent menatap bingung kepada Kania.


"Sudah lupakan saja," ucap Kania.


Vincent berhenti berbicara dia lanjut makan.


Setelah selesai mereka kembali ke rumah. "Oh iya Paman, setelah kita menikah nanti aku tetap ingin tinggal di sini karena rumah ini memiliki banyak kenangan."


"Saya setuju, saya juga tidak ingin pindah dari rumah ini, karena rumah ini adalah saksi bisu cinta kita," ucap Vincent mendekati Kania.


"Apa yang paman lakukan?" tanya Kania.


"Ekhem-ekhem!!" ternyata ada Ulfa di sana.


"Kalau mau bermesraan setelah menikah nanti, jangan disini, nanti kalau Bu Mona tau gimana?" tanya Ulfa.


Vincent dan Kania sangat terkejut sekali.


"Ulfa! Kamu membuat kaget."


Vincent menjauh dari Kania. Dia sedikit malu karena ketahuan menggoda Kania.


"Kalau boleh tau Omah sama Opah kemana? Kenapa rumah sangat sepi?"


"Mereka sedang keluar, katanya sih mau jalan-jalan saja."


"Kenapa kamu tidak ikut?" tanya Vincent.


Vincent terlihat terganggu karena Ulfa memergoki mereka berdua.


"Maaf Paman aku sudah membuat paman tidak nyaman."


"Bukan speed itu, saya hanya ingin kamu lebih dekat dengan keluarga kami juga," ucap Vincent.

__ADS_1


__ADS_2