Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 76


__ADS_3

Dia langsung mandi agar semua kuman yang di badan nya hilang begitu saja.


Setelah selesai dia membuka laptop nya Sebentar, dia melihat berita tentang dia dan Je sudah beredar luas, dan seperti pada umumnya akan ada yang perduli kepada nya ada juga yang akan menghujat nya.


Hal seperti itu sudah hal biasa bagi nya, dia tidak akan pernah menanggapi hal seperti itu.


Dia menutup laptopnya, dan melanjutkan untuk istirahat.


Di kamar Kania dia juga tidur karena sudah sangat ngantuk dengan handphone yang menyala di tangan nya.


Keesokan paginya Kania terbangun karena alarm Handphone nya, dia melihat jam dan melihat ke arah jendela yang sudah terang.


Dia tersenyum. "Semoga saja ini awal yang baik." ucap Kania. Namun tiba-tiba handphone nya berdering dia melihat ternyata Ulfa yang menghubungi nya.


"Kania kamu di mana? apa kamu sudah melihat berita?" tanya Ulfa.


"Aku baru saja bangun."


"Sebaik nya kamu buka saja Handphone kamu."


Sementara Vincent di telpon oleh Tomi.


"Selamat pagi pak, maaf saya mengganggu waktu Bapak, namun Bapak harus melihat berita yang baru saja."


"Saya sudah melihat berita tentang saya tadi malam, kamu kenapa sangat heboh?"


"Bukan tentang itu pak, bapak harus segera membuka nya."


"Baiklah."


Vincent membuka handphone nya dia menghela nafas panjang melihat berita itu.


"Minghui benar-benar keterlaluan!" ucap Vincent.


Dia keluar dari kamar nya dan melihat Kania sudah di depan pintu kamar nya.


"Apa Paman sudah melihat berita itu?"


Vincent mengangguk.


"Sudah tidak perlu di pikirkan. Saya akan mengadakan klarifikasi."


"Tapi Paman."


"Saya tidak ingin ke depan nya masalah ini membuat kamu tidak nyaman, sudah saatnya mereka semua tau tentang hubungan kita."


"Apa kamu yakin ingin klarifikasi mengakuinya hubungan kamu?" tanya Bu Mona.


"Iyah Mih."

__ADS_1


"Apa kamu lupa kamu baru saja berhasil merebut PT Wir Asia, apa kamu ingin semua nya sia-sia? Citra kamu akan rusak dan di anggap rendah."


Vincent menoleh ke arah Kania.


"Sebaiknya kamu jangan gegabah dan pikir kan baik-baik."


Vincent mengangguk dan melihat Bu Mona pergi. Vincent melihat wajah Kania yang terlihat sangat khawatir.


"Sayang... kamu tidak perlu khawatir saya akan menangani masalah ini."


Vincent memegang tangan Kania berusaha untuk menenangkan nya.


Kania tidak bisa mengatakan banyak hal, karena dia tau Vincent jauh lebih pusing dari diri nya.


"Kalau begitu kamu siap-siap saja, saya akan mengantar kan kamu ke kampus."


Kania kembali ke kamar nya dia melihat lagi foto nya ciuman dengan Vincent di depan perusahaan sudah semakin panas di perbincangkan dan semua orang benar-benar menghujat mereka berdua Tampa memikirkan apa yang di ketik akan menyakiti hati Kania dan Vincent.


Tomi dan Fani sedang di lobby.


"Wahh benar-benar nih orang kelewatan banget sih menyebarkan foto ini begitu saja!" ucap Fani.


"Aku yakin Kania yang pasti menggoda pak Vincent." ucap Fani.


"Kamu bicara apa sih Fani? Bagaimana kalau ada orang yang mendengar dan mengadukan kamu ke pak Vincent," ucap kawan nya.


Kania sudah sampai di kampus,. Yuda dan Ulfa menunggu nya karena keadaan kampus juga sudah sangat heboh.


kata-kata yang membuat hati Kania sakit.


"Heh mulut kamu bisa di jaga gak?" tiba-tiba Yuda marah kepada wanita itu.


"Kan benar, seperti tidak ada pria lain saja," ucap mereka.


"Sudah-sudah Yuda, sebaiknya kita masuk ke dalam saja." ucap Kania dan Ulfa. Namun semakin masuk ke dalam semua orang menatap nya dengan tatapan sinis.


Sepanjang kelas Kania sama sekali tidak fokus belajar karena semua teman kelas nya membuat dia tidak nyaman.


"Apa-apaan sih dengan Kalian?" tanya Ulfa kesal karena membicarakan Kania.


"Anak-anak jangan ribut di dalam kelas, kalau mau ribut silahkan keluar jangan mengganggu kenyamanan teman kalian."


Sementara Vincent sampai di perusahaan nya sudah banyak wartawan yang menunggu nya, namun tidak ada satu pun yang di layani oleh nya.


Dia merasa itu bukan lah hal yang harus di konfirmasi dan itu juga kehidupan nya sendiri, tapi dia harus mengerti kalau kalau dia sudah memilih ada di posisi itu.


"Pak bagaimana ini? Semua klien kita membatalkan beberapa barang?"


"Huff mereka sungguh aneh. Sudah tidak perlu memikirkan itu, kita fokus saja pada pekerjaan kita hari ini."

__ADS_1


Tomi sangat heran melihat Vincent yang begitu santai, dia jadi bingung harus melakukan apa karena Vincent tidak meminta nya melakukan apapun itu.


Kania keluar dari kampus, dia sangat kaget melihat mobil nya habis di coretin oleh orang lain.


"Tinggal kan Vincent! Kalian adalah saudara tidak bisa menikah!" Kata-kata yang ada di body mobil itu.


"Kania kamu baik-baik saja kan?" tanya Yuda.


"Humm aku baik-baik saja," jawab Kania.


"Kalau begitu aku akan melaporkan ini." Ulfa langsung masuk mencari dosen.


Setelah di cari pelaku nya ternyata wanita-wanita yang sangat menyenangkan Vincent.


Dosen sudah mencoba untuk berbicara dengan para mahasiswa namun mereka semua sangat keras kepala, mereka berfikir karena Kania orang kaya jadi mereka tidak menyalah kan Kania.


Selesai kelas dari kampus Kania memutuskan untuk ke perusahaan.


"Selamat siang Tomi." ucap Kania.


"Siang Kania, tumben sekali kamu jam segini sudah di sini?" tanya Tomi.


Kania duduk dengan wajah yang sangat lesu sekali, dia menatap Tomi.


"Aku tau apa yang kamu rasakan, kamu yang sabar yah."


"Huff aku rasa semua cobaan di hidup ku ini tidak pernah berkurang, selalu saja ada masalah yang datang."


Tomi memeluk Kania.


"Apa yang harus aku lakukan kalau seperti ini?"


"Kamu tidak perlu melakukan apapun, kamu percaya saja kepada pak Vincent bisa menyelesaikan masalah ini."


"Tomi aku butuh tanda tangan kamu," tiba-tiba saja Fani masuk ke ruangan Tomi dan tidak sengaja melihat Kania di peluk oleh Tomi.


Tomi melepaskan pelukan nya dan meminta kertas yang membutuhkan tanda tangan nya dan setelah itu Fani keluar.


"Kania seperti nya tidak cukup dengan satu pria, dia juga masih menggoda Tomi," ucap Fani.


"Apa yang kamu katakan?" tiba-tiba Vincent lewat dan tidak sengaja mendengar pembicaraan Fani.


"Tidak ada pak, saya berbicara sendiri," ucap Fani dan langsung permisi pergi.


Vincent masuk ke ruangan Tomi.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah sampai di sini?" tanya Vincent kepada Kania.


"Aku baru saja sampai paman."

__ADS_1


"Apa kamu sudah makan siang?" tanya Vincent, Kania menggeleng kan kepala nya.


Bantu mampir di karya baru ku yang berjudul "Pembalasan Istri Yang Dikhianati dong, aku sangat butuh dukungan kalian 🥰


__ADS_2