
Kania sudah mendapatkan buku yang dia mau. Dia menghela nafas panjang melihat Vincent yang masih mengikuti nya.
Saat Vincent lengah, Kania langsung kabur mencari tempat yang cocok untuk belajar.
Vincent mencari-cari. "Hufff Kania benar-benar," ucap Vincent.
Akhirnya dia fokus mencari Buku yang dia mau, setelah itu dia kembali duduk di dekat Kania.
Cukup lama mereka di sana, Vincent sudah mulai bosan sementara Kania masih sangat fokus dan tidak bisa di ganggu.
Lelah duduk Vincent berbaring di paha Kania, pemilik paha itu terkejut karena di sana ada beberapa orang yang sedang mencari buku juga.
"Apa yang Paman lakukan? Bagaimana kalau orang lain melihat nya?" tanya Kania.
"Biarkan saja mereka melihat nya, tidak ada yang melarang," ucap Vincent.
"Aku serius Paman, mereka akan beranggapan lain."
"Biar kan saja," ucap Vincent dan langsung lanjut tidur di paha Kania.
Kania tidak bisa melarang nya, akhirnya dia memilih untuk lanjut membaca buku nya.
Setelah beberapa lama akhirnya Vincent ketiduran di paha Kania sambil menutupi wajah nya dengan buku.
"Datang ke sini katanya mau mencari Buku yang dia mau, tapi datang ke sini membaca buku sebentar dan setelah itu langsung tidur," ucap Kania.
Kania tidak menghiraukan Vincent dia terus lanjut membaca mumou Vincent tidak menggangu nya, karena walaupun Vincent tidak mengatakan apapun di lihat saja membuat Kania tidak fokus belajar.
Vincent terbangun dari tidur nya, dia sangat kaget melihat di luar sudah sore dia baru sadar kalau Kania sudah tidak ada di sana.
semua orang melihat ke arah nya yang kebingungan karena baru bangun.
Vincent melihat jam ternyata sudah jam tiga sore, akhirnya dia memutuskan untuk mencari Kania.
Setelah bertanya ke penjaga perpustakaan ternyata Kania sudah lama Pulang. Vincent menghela nafas panjang karena sudah di tinggal kan oleh Kania.
Di malam hari nya mereka baru jumpa. "Kamu kenapa meninggalkan saya?" tanya Vincent melihat Kania di dapur sedang memasak mie instan.
Kania tertawa kecil. "Kelihatan nya paman sangat nyenyak, aku tidak mau membangun kan paman."
"Kamu sangat tega meninggalkan saya dan membiarkan saya menjadi tontonan."
"Lagian siapa suruh di perpustakaan tidur?" ucap Kania. Vincent menghela nafas panjang.
"Saya sangat nyaman tidur saat bersama kamu, itu adalah tidur siang paling nyaman bagi saya, namun kamu malah meninggalkan saya."
"Ya udah deh aku minta maaf, sebagai permintaan maaf ku, aku sudah masakin paman mie instan."
__ADS_1
Vincent menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak berselera mau makan," ucap Vincent.
Kania melihat Vincent masuk ke dalam kamar nya.
"Ngambek dah tu, abis nya siapa suruh ikut," ucap Kania.
"Kania kenapa dengan paman Vincent? kenapa kelihatan sangat murung?" tanya Ulfa.
"Dia ngambek," ucap Kania.
"Kok bisa sih?" tanya Ulfa.
mereka bercerita cukup lama di meja makan sambil makan mie yang di masak oleh Kania.
Setelah selesai waktu nya untuk tidur. Kania mendatangi kamar Vincent terkejut dahulu.
Dia melihat Vincent yang sedang menonton tv di kamar nya.
"Kenapa kamu ke sini? Pergi tidur," ucap Vincent.
"Aku gak boleh ke sini lagi?" tanya Kania.
Dia menghela nafas panjang, dia menatap Vincent.
"Aku sudah minta maaf, kenapa paman masih kesal kepada ku?" tanya Kania.
"Mungkin kalau kamu yang saya perlakukan seperti itu bisa jadi kamu marah satu Minggu kepada saya," ucap Vincent.
Kania mendekati Vincent.
"Iyah aku tau aku salah, aku hanya iseng saja."
Vincent tetap diam.
"Jadi Paman tidak mau maafin aku nih?" tanya Kania.
Vincent diam. "Aku sudah minta maaf, aku tau Paman pasti marah."
Kania jadi merasa bersalah karena Vincent tidak pernah marah kepada nya seperti itu.
"Ya sudah kalau begitu, aku ke kamar dulu," ucap Kania. Namun tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Vincent dan menarik duduk di pangkuan Vincent.
"Apa hanya seperti itu cara kamu membujuk saya?" tanya Vincent.
Kania tersenyum dia mendekati wajah Vincent. Vincent menutup mata nya berharap Kania akan mencium nya namun ternyata tidak.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tau cara membujuk Pria dingin seperti paman," ucap Kania.
__ADS_1
Vincent menghela nafas panjang. "Ya sudah kalau begitu pergi saja istirahat. Jangan ganggu saya lagi," ucap Vincent dengan kesal.
Namun Kania langsung mencium bibir Vincent membuat Vincent terdiam.
"Jangan marah lagi yah, aku janji deh gak iseng lagi," ucap Kania.
Vincent langsung malu-malu, dia mengangguk dan memeluk Kania.
"Saya hanya memiliki kamu tempat ternyaman saya, saya ingin selalu di ngertiin kamu," ucap Vincent.
"Humm Vincent yang dulu sudah berubah menjadi Pria yang manja sekarang," ucap Kania.
"Say tidak perduli, Saya hanya ingin kamu."
Kania tersenyum, setelah berbaikan Kania kembali ke kamar nya.
Keesokan harinya tidak sengaja Kania melihat Jeki di salah satu hotel di saat dia mendampingi Vincent memeriksa pekerjaan.
"Paman aku ke toilet dulu yah," bisik Kania.
Kania langsung mengikuti Jeki, "Ada urusan apa direktur Jeki ke sini? Setau ku tidak mungkin dia datang ke hotel keluarga musuh nya sendiri," batin Kania.
Dia terus mengikuti nya. Dia melihat dia masuk ke dalam mobil dengan pria yang sangat tidak asing.
setelah di ingat-ingat ternyata pria itu salah satu dengan rekan nya yang datang beberapa hari yang lalu ke kantor Tampa ada alasan namun langsung bertanya-tanya tentang Kania.
"Sangat mencurigakan sekali," ucap Kania dalam hati.
"Kania apa yang kamu lakukan?" tanya Tomi yang ternyata baru saja datang."
"Aku tidak sengaja melihat direktur Je bersama pria yang pernah datang ke perusahaan," ucap Kania.
"Direktur Je sangat anti dengan orang-orang kita, mana mungkin dia berhubungan dengan rekan-rekan kita," ucap Tomi.
"Tapi aku benar-benar melihat mereka masuk ke dalam mobil yang sama, aku benar-benar tidak salah lihat kok," ucap Kania.
"Sudah ayo kita masuk ke dalam," ucap Tomi. Kania menghela nafas panjang dia masuk mengikuti Tomi.
Vincent bingung kenapa Kania datang bersamaan dengan Tomi.
"Kenapa kalian datang bersama dari luar? bukan nya tadi kamu mau ke toilet?" tanya Vincent kepada Kania.
"Oohh itu, aku mau menjemput Tomi keluar pak," ucap Kania karena di depan para klien nya.
Vincent menatap Tomi dengan tatapan tajam.
"Seperti nya Tomi harus di kasih pelajaran, bagaimana bisa dia mendekati Kania seperti ini? Dan Kania juga terlihat sangat peduli kepada Tomi," batin Vincent.
__ADS_1
Tingkat cinta Vincent kepada Kania sudah sangat tinggi, sehingga dia sangat takut kalau Kania bersama Pria lain.