Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 235


__ADS_3

"Kamu mau kemana Saska?" tanya wanita yang sedang bersama Tina. "Aku mau pulang terlebih dulu," ucap Saska.


"Kok tiba-tiba sih?" tanya Temen nya lagi. "Ada urusan mendadak," ucap Saska. "Mamah kamu yang minta kamu pulang yah?" tanya Teman nya lagi.


"Sebaiknya kita masuk saja," ucap Tina membawa teman nya ke dalam. Saska menghela nafas panjang.


Dia juga segera pergi. Keesokan harinya...


Entah kenapa Shela sangat ingin keluar jalan-jalan sendirian, bukan karena tidak ada teman tapi dia ingin sendiri saja, pergi belanja, makan dan melihat tempat yang cantik-cantik.


Baru saja sampai di sebuah satu tempat perbelanjaan dia kaget karena tangan nya tiba-tiba di tarik oleh seseorang ke tempat sepi.


Setelah melihat yang menarik nya adalah Tina, dia sangat kaget sekali.


"Ada apa? kenapa mbak menarik ku ke sini?" tanya Shela. "Tidak perlu berpura-pura tidak tau, kamu mengadu kepada Saska kan?" tanya Tina.


"Aku tidak mengatakan apapun kepada nya," ucap Shela.


"Plak!!!" tamparan keras di pipi Shela sampai Shela kesakitan.


Dia memegang pipinya yang di tampar. "Aku sudah bilang kalau kamu berani mengadu kepada nya aku akan memberikan pelajaran kepada kamu," ucap Tina.


"Dan karena kamu, sekarang pertemanan aku dengan Saska sudah hancur, seandainya saja kamu tidak akan, hubungan ku dengan nya pasti akan baik-baik Saja," ucap Tina.


Dia mendorong dada Shela. "Kamu harus menjauhi nya kalau tidak ingin aku melakukan hal yang lain lagi kepada kamu, karena dia hanya milik ku," ucap Tina dan langsung pergi.


Wajah cantik, ramah, manis dan kelihatan lembut itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat buruk, dia ternyata memakai topeng selama ini. Shela sudah salah menganggap nya.


Dan bodoh nya dia, Shela tidak bisa melakukan apapun. Dia sangat takut kalau sampai Tina membuly nya lagi.


Tiba-tiba ada seorang perempuan mendekati Shela yang menangis sambil memeluk kedua kakinya. Menyembunyikan wajah di antara kedua lutut nya.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Nya kepadanya Shela. Shela menggeleng kan kepala nya. "Pipi ku sangat sakit," ucap Shela.


Dia mendongakkan kepalanya dia melihat ternyata wanita yang di depan nya tidak lah asing. Itu adalah perempuan yang satu kelas dengan Saska dan isu nya pernah dekat dengan Saska juga.

__ADS_1


"Kok, kakak ada di sini?" tanya Shela kaget. Wanita itu tersenyum. "Aku melihat kamu dari kejauhan tadi bersama Tina," ucap wanita itu.


"Apa kakak melihat nya?" tanya Shela. "Ayo kita duduk dulu," mereka mencari tempat duduk yang enak.


"Aku mohon kak, jangan kasih tau sama kak Saska yah," ucap nya. "Kenapa kamu tidak bilang saja kepada Saska? Kamu adalah pacar nya," ucap wanita itu.


"Bagaimana bisa aku jujur kak? Belum apa-apa saja dia sudah seperti itu."


"Ini sebenarnya sudah hal biasa, aku dulu waktu di posisi kamu juga hanya bisa diam, karena tidak ingin Saska dalam masalah juga," ucap wanita itu.


"Maksud kakak apa?" tanya Shela Heran.


"Dulu waktu kakak dekat dengan Saska, sama seperti ini. Tina selalu melakukan hal yang sama, sudah banyak wanita yang dekat dengan Saska di perlakukan seperti ini."


"Apa itu artinya kak Saska tidak memiliki pacar karena dia?" tanya Shela.


Wanita itu mengangguk. "Bisa jadi saja, untungnya di sekolah kita hanya aku saja dan kamu yang di perlakukan seperti ini, sementara di sekolah lain masih ada. Dia sama sekali tidak takut dan orang yang di perlakukan seperti itu tidak berani untuk melawan."


"Karena dia akan membuat Saska dalam Masalah, termasuk kita juga. Kamu tau sendiri kan Saska sangat berpengaruh di sekolah, bagaimana kalau dia terkena masalah hanya karena kita perempuan," ucap Wanita itu.


Shela menghela nafas panjang. "Tapi seperti nya saat ini kamu sudah bisa membela diri dan jangan biarkan dia merasa hebat, karena kamu lah yang jadi pacar Saska bukan dia."


"Kamu benar, tapi itu merugikan Saska juga, sebaik nya kamu jangan diam saja," ucap wanita itu lagi.


"Baiklah, aku mengerti," ucap Shela. "Pokoknya kamu harus melawan dia, aku akan membantu kamu."


Wanita itu membisik kan sesuatu ketelinga Shela. "Kamu setuju kan?" tanya nya kepada Shela. "Tapi sekarang aku dengan kak Saska kurang baik kak," ucap Shela.


"Apa karena Tina? kenapa kamu mau menjauhi Saska karena Tina? Kalian berdua sangat cocok," ucap nya.


"Pokoknya kamu tidak boleh mengikuti permintaan dia, kamu harus melawan nya dan kalau bisa kamu harus menunjukkan keromantisan kamu dengan Saska."


Shela menghela nafas panjang. "Terimakasih banyak kak," ucap Shela.


Wanita itu tersenyum sambil mengangguk. Dia mengeluarkan sesuatu dari tas nya. "Ambillah ini," ucap Shela.

__ADS_1


"Ini apa kak?" tanya Shela. "Ini obat memar, agar tidak sakit dan berbekas kamu oles saja ke pipi kamu."


"Terimakasih banyak kak," Shela mengucap kan terimakasih.


Baru saja sampai di rumah, Shela baru berbaring di tempat tidur tapi tiba-tiba ada notifikasi masuk ke handphone nya.


"Aku baru saja sampai di rumah, habis kerja," pesan dari Saska. Seperti biasa Saska akan mengabari Shela apa saja yang hendak dia lakukan.


Namun tiba-tiba Shela menelpon Saska membuat Saska kaget, berfikir itu adalah mimpi namun ternyata itu adalah kenyataan.


"Ya ampun, ini tidak mimpi kan? Shela menelpon ku setelah aku mengirim pesan kepada nya?" tanya nya sendiri kegirangan.


"Halo?"


"Kenapa sangat lama menjawab nya?" tanya Shela dengan judes.


"Aku minta maaf, aku tadi baru saja dari kamar mandi," ucap Saska.


"Besok pagi sarapan bareng di luar yah," ucap Shela. "Sa-sarapan bareng?" tanya Saska kaget.


"Iyah, emang nya salah?" tanya Shela.


"Bukan seperti itu, aku hanya kaget saja," ucap Saska. "Jadi kakak mau atau tidak?" tanya Shela.


"Mau-mau, aku mau Shela. kamu tentuin di mana saja," ucap Saska.


"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa besok. Good night," ucap Shela.


"Good night Shela, semoga kamu mimpi indah yah," ucap Saska.


"Kakak juga tidak saja, besok harus bangun pagi kan?" tanya Shela.


Saska mengangguk dia tidak berhenti tersenyum karena sangat bahagia sekali.


Setelah berpamitan satu sama lain, akhirnya telpon di matikan.

__ADS_1


"Arrghh!!!! aku tidak mimpi kan? Shela dulu sudah kembali," ucap Saska sambil melompat ke Tempat tidur dan menyembunyikan wajah salting nya di balik bantal.


"Mungkin malam ini aku tidak akan bisa Tidur karena sangat tidak sabar bertemu dengan nya Besok," ucap Saska.


__ADS_2