Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 138


__ADS_3

"Bukan seperti itu Ulfa, kamu harus dengar penjelasan ku," Ulfa mendengar kan semua penjelasan Kania sampai selesai.


"Seperti itu cerita nya, sekarang dia sudah berubah tidak seperti dulu lagi, aku hanya merasa kasian karena dia sedang hamil."


"Tapi kamu tau kan kalau Paman Vincent sangat tidak suka kepada mereka."


"Iyah aku tau, aku juga tidak tau kalau mas Vincent mengikuti aku."


Ulfa menghela nafas panjang. "Sebaiknya kamu berbicara baik-baik deh dengan suami kamu."


Kania mengangguk. Dia memegang tangan Ulfa.


"Aku minta maaf yah sudah membuat kamu tidak nyaman mendengar kan keributan tadi, makasih juga sudah mau mendengar penjelasan ku," ucap Kania.


"Iyah, aku paham kok."


Di malam hari nya Kania masuk ke kamar, dia melihat suami nya di atas tempat tidur.


Dia naik ke tempat tidur mendekati Vincent. Vincent menatap nya. "Mas..."


"Aku tidak ingin membahas apapun." ucap Vincent langsung tidur.


Kania melihat Vincent tidur membelakangi nya. Kania menghela nafas panjang.


"Aku tau mas pasti marah karena sudah aku bohongi seperti ini. Kalau mas Vincent sangat marah sampai mengabaikan ku dan tidak mau berbicara dengan mu, aku janji tidak akan pernah datang lagi ke tempat Minghui."


Vincent menatap Kania. "Bagus kalau begitu," ucap Vincent.


Di tempat lain Jeki baru saja pulang bekerja, dia melihat rumah sangat sepi. Dia meletakkan makanan di atas meja.


Dia mencari Minhui. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Minhui kepada Jeki yang berada di dalam kamar nya sementara Minhui baru kembali dari dapur.


"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Jeki. Minhui melihat jam.


"Aku mengirimkan makanan kepada kamu, Kenapa kamu tidak memakan nya? aku juga menelpon ke telpon rumah kenapa kamu tidak menjawab nya?" tanya Jeki dengan nada yang sangat marah.


Minhui menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak tau," ucap Minhui.


"Berani-beraninya kamu mengabaikan makanan, telpon dan aku beberapa hari ini."


Minhui menghela nafas panjang. "Siapa bilang aku mengabaikan kamu? aku masih mengurus kamu seperti biasa."


Jeki mendekati Minhui. "Akhir-akhir ini kamu semakin berani menjawab kata-kata ku! Apa yang membuat kamu berani?"


Jeki mau menahan Minhui namun Minhui cepat berpindah masuk ke dalam kamar.


"Aku ingin tidur, aku mau istirahat."


Jeki menghela nafas panjang. Dia menatap Minhui.

__ADS_1


"Aku sudah membeli makanan di bawah, makan lah sebelum tidur," ucap Jeki.


"Aku tidak lapar. Aku juga tidak meminta kamu untuk membeli makanan."


Minhui menutup pintu. Jeki yang di pintu terpaksa harus mundur.


Minhui langsung tidur, dia seperti tidak perduli kepada Jeki.


"Apa-apaan ini? Dia benar-benar sangat berani sekali!" ucap Jeki kesal.


Keesokan harinya...


"Selamat pagi mas..." ucap Kania sambil mencium pipi Vincent membangun kan nya.


Vincent membuka mata nya dia menatap Kania yang tersenyum kepada nya.


"Ayo bangun, jangan sampai mas telat ke kantor."


Vincent duduk dia langsung ke kamar mandi. Kania menghela nafas panjang.


Di meja makan, Kania sengaja memasak makanan kesukaan suami nya. Namun tetap saja Vincent bersifat dingin.


"Hari ini supir yang akan mengantar kan kamu ke kampus, oh iya setelah pulang dari kampus supir juga akan langsung membawa kamu pulang, kamu tidak boleh kemana-mana."


"Baiklah-baiklah aku tau mas," ucap Kania.


Ulfa hanya diam saja melihat itu.


Seperti biasa Vincent akan mencium kening istrinya baru berangkat.


"Huff ternyata paman Vincent bisa ngambek juga yah," Ucap Ulfa.


Kania menghela nafas panjang. "Aku juga heran kenapa tiba-tiba begitu," ucap Kania.


"Kamu ikut aku kan? aku sangat tidak nyaman kalau berdua saja dengan supir di dalam mobil. Setidaknya ada teman berbicara."


"Tin!! Ton!!" tiba-tiba klakson mobil putih berhenti di depan rumah.


"Yuda sudah datang menjemput ku, aku juga sudah janji mau berangkat bersama dia."


Kania menghela nafas panjang. "Huff baiklah kalau begitu." Mereka pun segera berangkat ke kampus.


"Aku berangkat dulu," ucap Jeki kepada Minhui. Minhui menoleh ke arah Jeki dia langsung berdiri dan mengangguk.


Jeki meninggalkan Minghui namun tiba-tiba Jeki kaget karena mendengar suara jatuh dia melihat ke belakang ternyata Minhui jatuh ke lantai.


Dia kaget dan langsung melihat nya, dia langsung membawa Minghui ke rumah sakit terdekat.


"Apa yang terjadi dok?" tanya Jeki.

__ADS_1


"Tunggu di luar yah pak, kami akan memeriksa keadaan istri anda."


Jeki menunggu di luar, dia tampak khawatir karena dia sudah sadar kalau wajah Minhui sangat Pucat.


Dua jam kemudian dokter keluar. "Bagaimana dokter?"


"Pasien mengalami benturan di pinggang nya mengakibatkan badan pasien lemah dan kepala nya jadi sangat sakit."


"Kalau bisa pasien harus menjaga diri baik-baik, selain itu pola makan juga harus dijaga dengan baik."


"Baik dokter."


"Kalau begitu saya permisi dulu, bapak sudah bisa melihat ke dalam."


Jeki masuk dia melihat Minhui sudah sadar. "Apa yang sudah kamu lakukan sehingga pinggang mu bisa terbentur?" tanya Jeki.


Minhui mengingat dorongan Vincent kemarin ternyata sangat berdampak buruk kepada nya.


"Aku tidak sengaja jatuh di kamar mandi."


"Kenapa kamu tidak hati-hati?"


"Justru kamu yang Kenapa? Kamu kenapa tiba-tiba perhatian seperti ini? Bukan kah kamu ingin anak ini mati?"


"Ini bukan waktu nya membahas itu Minghui, sekarang anak itu sudah tidak bisa di gugur kan, mau tidak mau harus di urus sampai lahir."


"Aku mau kamu menjaga nya baik sampai lahir, dan setelah dia lahir aku akan mengambil nya dan kamu bisa pergi."


Minhui menggeleng kan kepala nya. "Tidak! Ini adalah anak ku, aku tidak butuh kamu."


Jeki terdiam, karena tidak mau berdebat dia memilih Diam dan keluar.


Jeki menghela nafas panjang. "Kenapa aku jadi perduli kepada anak itu?" batin Jeki.


Jeki meminta orang menjaga Minhui dan dia langsung ke kantor nya.


Di sore hari nya Kania di antar oleh supir kepada Vincent yang kebetulan di luar baru selesai mengurusi pekerjaan dengan klien nya.


"Tumben banget ngajak ketemuan di sini?" tanya Kania. Vincent tidak menjawab dia langsung memesan makanan dan minuman untuk istri nya.


Di kantor Jeki, dia melihat jam.


"Apa sebaiknya aku melihat keadaan nya di rumah sakit?"


"Tapi tunggu dulu deh, seharusnya aku melihat dia terjatuh di rumah bagian mana? Aku harus mencari cara agar tidak terjadi kedua kalinya."


Namun setelah melihat Cctv di dalam rumah semua nya baik-baik saja.


"Mungkin ada di taman belakang atau depan."

__ADS_1


Jeki melihat rekaman Cctv namun tetap saja tidak ada Minhui terjatuh.


__ADS_2