Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 222


__ADS_3

"Humm, sangat mencurigakan sekali, apa jangan-jangan kamu dengan Arka baikan lagi."


"Dengan Arka? gak mungkin deh kayaknya, dia seperti nya cinta mati dengan Mita."


Sepulang sekolah. Kali ini Shela pulang di antar oleh Saska.


"Huff aku sudah biasa di antar oleh kak Saska, tapi kenapa aku jadi gugup gini sih?" ucap Shela dalam hati.


Dia masuk ke dalam mobil Saska. "Tumben hari ini kakak bawa mobil?" tanya Shela memecah kecanggungan.


"Loh, ini bukan pertama kalinya."


"Iyah sih, tapi kakak lebih sering naik motor."


"Tuh lihat motor ku di pakai sama Arka, motor nya rusak dan mamah gak mau beliin dia yang baru." ucap Saska.


"Oohhhh."


"Ya udah kalau begitu kita jalan yah."


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah Shela. Kebetulan sekali Minhui dan Laura sedang menikmati angin di sore hari.


"Nak Saska datang ke sini?" ucap Minhui terlihat sangat senang.


Saska menyalim tangan Minhui dan duduk di depan Minhui sambil memerhatikan Laura.


"Dia sangat menggemaskan," ucap Saska.


"Oh iya nak Saska umur nya sudah berapa? kenapa kamu gak mau ngenalin pacar kamu sama Tante sih?" tanya Minhui.


"Humm itu, aku..." dia sangat gugup.


"Kata mamah kamu, kamu sama sekali tidak pernah dekat dengan perempuan, apa itu benar?" tanya Minhui lagi. Saska mengangguk.


"Kamu harus segera cari pacar, masa iya mau sendiri terus," ucap Minhui. Saska hanya bisa diam saja karena tidak mungkin jujur kalau dia berpacaran dengan Shela.


Tidak beberapa lama dia sana, dia pamit pulang karena takut Minhui bertanya banyak lagi tentang nya. Bukan tidak suka hanya saja dia tidak ingin berbohong banyak.


Sesampainya di rumah dia heran kenapa rumah sangat sepi. "Loh Mamah kemana? Kok tumben gak di rumah jam segini?" tanya nya.


"Apa Mamah masih bekerja? Seperti nya enggak deh," ucap nya dia segera menelpon Mamah nya.


Ternyata Kania sedang di luar bersama Vincent. Saska melihat rumah sedikit berantakan dia membersihkan nya.


Tidak beberapa lama Arka pulang. "Kakak bukan nya ke rumah Shela?" tanya Arka.


"Baru pulang, kamu dari mana?" tanya Saska.


"Biasa Kak, keliling sama Mita."


Saska menghela nafas panjang. Dia melanjutkan pekerjaan nya.


"Mau aku bantuin gak kak?" tanya Nya. Saska mengangguk.

__ADS_1


Mereka berdua bekerja sama membersihkan rumah dan dapur sampai ke teras.


"Huff Mamah kenapa sih tidak membiarkan mbak-mbak yang ngerjain pekerjaan rumah ini?" tanya Arka setelah beberapa lama selesai.


"Mamah mau bertanggung jawab sama anak dan suami nya," ucap Saska.


"Kak, aku boleh minta sesuatu gak?" tanya Arka. "Huff dari awal sudah menduga kalau kamu pasti mau sesuatu, katakan!" ucap Saska.


"Huff, kakak tau saja tentang ku, kakak adalah kakak terbaik ku," ucap Arka.


"Huff, terlalu basi, katakan saja ada apa?" tanya Saska.


"Aku butuh uang kak," ucap Arka. "Loh uang bulanan kamu dari Mamah sudah habis?"


"Sudah habis kak," ucap Arka.


"Untuk apa kamu mau uang?" tanya Saska.


"Memperbaiki motor," ucap Arka. "Baiklah kalau begitu kakak akan mengurus nya," ucap Saska.


"Terimakasih kak, kakak adalah kakak terbaikku."


Kania dan Vincent pulang, "Mamah sudah pulang?" ucap Arka.


Kania melihat rumah rapi. Dia menatap kedua anak nya secara bergantian.


"Humm berhubung hari ini kalian sudah merapikan rumah dan membersihkan semua nya, Mamah akan masak enak," ucap Kania.


"Aku sudah sangat lapar mah, aku bantuin yah," ucap Kania.


"Sudah lah, kamu istirahat saja, kalau gak mandi saja sana," ucap Kania.


"Iyah Mah," ucap Saska, akhirnya dia pergi untuk mandi sambil menunggu masakan Mamah nya selesai.


Tidak beberapa lama dia keluar bersama adik nya, Kania dan Vincent sudah menunggu di meja makan untuk makan malam.


"Wahh Wangi nya sangat enak sekali," ucap Arka. "Ayo makan, pagi dan siang tadi kalian makan di luar," ucap Vincent.


Mereka langsung bergabung untuk makan di meja makan.


"Wahh, makanan hari ini terlihat sangat enak Mah," ucap Saska. "Ya udah kalau begitu ayo makan sebelum makanan nya dingin."


Setelah selesai makan mereka duduk di ruang tamu untuk menonton TV bersama. Sambil nonton Vincent juga bekerja di samping istri nya.


Namun Kania fokus dengan Saska yang dari tadi fokus pada handphone nya. Tidak biasanya Saska sibuk dengan handphone nya saat bersama keluarga nya.


"Saska.. apa kamu sedang chatan dengan orang lain? Kelihatan nya dari tadi kamu membalas pesan seseorang."


"Enggak mah," ucap Saska langsung berdiri dan mengantongi handphone.


"Aku sudah ngantuk mah, aku tidur duluan yah," ucap Saska mengucapkan selamat malam dan pergi.


Kania melihat Saska pergi.

__ADS_1


"Ada apa dengan kakak mu?" tanya Kania kepada Arka. Arka menggeleng kan kepala nya.


"Ini sudah malam, aku tidur juga yah Mah," Arka berpamitan dan setelah itu pergi.


Kania mengangguk. Saska masuk ke dalam kamar nya dia langsung menelpon Shela.


"Halo kak?"


"Apa kamu sudah tidur?" tanya Saska.


"Belum kak, aku masih buka handphone."


"Oohh bagus deh kalau begitu, bisa kan kita membahas tentang kegiatan OSIS sebentar?" tanya Saska.


"Membahas kegiatan OSIS?" ucap Shela.


"Iyah, bisa kan?" tanya Saska.


"Ya elah, aku pikir dia menelpon ku karena merindukan aku, namun ternyata tidak, aku sangat kesal."


Mereka membicarakan tentang OSIS beberapa waktu. Kania sengaja menguping di balik pintu kamar dan mendengar kan Saska sedang diskusi.


"Bagus deh kalau membahas tentang OSIS, aku pikir Saska sudah memiliki pacar," ucap Kania.


Saska menyadari seperti nya mamah nya menguping setelah mamah nya pergi dia mengakhiri pembicaraan nya tentang OSIS.


"Ini sudah larut malam, apa kamu tidak ngantuk?" tanya Saska.


"sedikit kak," jawab Shela.


"Apa kamu mau tidur sekarang?"


"Humm enggak sih kak, aku masih mau berbicara dengan kakak."


"Tapi tidak baik menelpon sampai larut malam, besok kita akan ketemu lagi, sebaiknya sekarang kita tidur," ucap Saska.


"Oohh begitu yah kak, ya udah deh kalau begitu," ucap Shela.


Setelah beberapa lama akhirnya panggilan di akhiri oleh Shela dengan sangat kesal.


"Nyebelin-nyebelin! Bisa-bisa nya dia lebih mementingkan OSIS dari pada pacar nya sendiri!" ucap Shela.


"Tok!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu kamar.


"Iyah," dia membuka pintu ternyata papah nya.


"Ada apa kamu teriak-teriak? Papah mendengar nya dari luar."


"Maaf pah, tadi aku sedang menonton film jadi kesal sendiri, maafin yah Pah," ucap Shela.


Jeki menatap anak nya.


"Kamu sangat aneh sekali, ya sudah deh kalau begitu kamu lanjut tidur gih, Papah juga mau tidur, jangan teriak-teriak lagi," ucap Jeki."

__ADS_1


__ADS_2