Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 104


__ADS_3

"Tidak perlu berpura-pura perhatian seperti itu, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah sampai?" tanya Bu Mona.


"Maaf Mi, aku lupa karena sangat senang bertemu dengan calon istri ku," ucap Vincent.


"Huff kamu berbicara tidak sopan," ucap Bu Mona.


"Apa yang sedang kalian lakukan?"


"Seperti biasa mi, aku sibuk dengan pekerjaan, sementara Kania sibuk dengan kuliah nya."


"Nah karena ini adalah alasan mami mau kalian menikah setelah Kania selesai kuliah, sementara kamu menyelesaikan masalah pekerjaan mu agar kedepannya tidak menggangu waktu kalian."


"Tapi menunggu atau tahun lagi sangat lama mi, aku ingin segera menikahi Kania."


"Paman..." ucap Kania, dia kesal karena Vincent berbicara cukup lancang. Namun Bu Mona sama sekali tidak marah.


Tidak beberapa lama telpon pun mati.


"Kenapa paman berbicara seperti itu? Bagaimana kalau Bu Mona tidak suka, dia pasti akan marah."


Vincent mengelus rambut Kania. "Saya tau orang tua saya tidak akan marah," ucap Vincent.


"Bagaimana bisa Paman berbicara seperti ini? Jelas-jelas Bu Mona masih belum bisa menerima aku."


"Kata siapa? Kalau dia tidak menerima kamu, dia pasti tidak mengijinkan kita berhubungan sampai sekarang," ucap Vincent.


"Benar juga sih, tapi tetap saja aku masih berfikir seperti itu," ucap Kania.


"Sudah jangan memikirkan tentang itu, lanjut saja Belajar setelah itu pergi istirahat ke kamar."


Keesokan harinya Kania di antar oleh Vincent ke kampus.


"Semoga ujian kamu hari ini lancar," ucap Vincent.


Kania mengangguk, dia tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Vincent.


Setelah Vincent pergi Ulfa dan Yuda datang.


"Akhir-akhir ini kalian sangat sering bersama, apa kalian tidak takut sampai dosen melihat?" tanya Kania memaksudkan orang tua Yuda.


"Kamu tidak perlu khawatir, orang tua ku sudah tau hubungan kami." ucap Yuda.


"Sungguh? Lalu bagaimana? apa dia marah?" tanya Kania.


Yuda dan Ulfa menggeleng kan kepala nya. "Tidak marah, hanya saja tidak jauh beda dengan apa yang kamu alami sekarang."


"Maksud nya?"


"Orang tua Yuda meminta kami fokus kepada kuliah apa lagi sedang ujian," ucap Ulfa.


"Itu bagus, jangan merasa tertekan karena itu."

__ADS_1


"Iyah benar Kania, aku juga sudah sepakat dengan Yuda untuk fokus menyelesaikan kuliah ini." ucap Ulfa.


Vincent sedang bersama Tomi di luar kantor. Seperti biasa mereka baru saja berbicara dengan beberapa rekan nya.


"Tomi malam ini kamu tidak sibuk kan, ikut lah dengan saya," ucap Vincent.


"Kemana Pak?" tanya Tomi.


"Gabung bersama teman-teman lama saya di club."


Tomi terdiam sejenak.


"Ada apa? Apa kamu tidak mau?"


"Saya mau pak," jawab Tomi.


"Bagus, kalau begitu jangan lupa datang ke rumah saya sebelum berangkat."


Sementara Kania baru saja selesai kuliah dia langsung keluar dari kampus, kali ini dia tidak di jemput oleh Vincent karena dia melarang nya.


Kania memiliki misi hari ini mencari tau di mana Minhui.


Setelah ada orang yang tau Kania pernah mengikuti direktur Je ke rumah nya, direktur Je sangat menjaga privasi nya.


Kania yang sangat penasaran tidak mau tinggal diam, dia masih belum tau apa yang sudah di sembunyikan oleh direktur Je, dan juga apa yang sedang dia rencanakan.


Kania sampai di depan perusahaan direktur Je.


Sangat bagus sekali karena sebelum masuk Kania sudah melihat Direktur Je.


Namun seperti nya direktur Je tidak mencurigakan dia bekerja seperti biasa dan memiliki jadwal di luar.


"Ini adalah kesempatan yang bagus agar aku bisa memeriksa rumah direktur Je," ucap Kania.


Kania sudah sampai di depan rumah direktur Je, namun dia sangat bingung kenapa terlihat sangat sepi sekali di sana.


"Lagi-lagi di sini sangat sepi sekali, aku yakin Minghui Pasti ada di dalam sana.


Tiba-tiba sekarang ibu-ibu menghampiri Kania.


"Maaf, mau mencari siapa yah?" tanya ibu-ibu itu.


"Saya ke sini mau menjadi Pak Jeki dan juga kekasih nya, karena saya ada perkumpulan kepada mereka berdua."


"Loh kalau Teman, pasti tau kalau mereka sudah pindah.


"Ngomong-ngomong kenapa pindah? bukan kah di sini sudah nyaman?" ucap Kania kebingungan sekali.


"Saya sudah lama tidak berhubungan dengan mereka, saya tidak tau kalau mereka pindah," ucap Kania.


"Kalau boleh tau, mereka pindah kemana yah Bu? penyebab nya apa yah kalau boleh tau?" tanya Kania.

__ADS_1


"Saya tidak tau apa alasan nya, tapi rumah ini sudah di jual ke PT dan akan di robohkan."


Kania tambah bingung, kenapa rumah sebesar dan juga semegah itu di robohkan.


Kania juga tau kalau rumah itu sudah di tempati oleh Jeki cukup lama.


Setelah berbicara dengan ibu itu Kania pun pergi, dia tidak tau mencari kemana lagi akhirnya memutuskan untuk langsung ke kantor saja.


"Apa yang sedang kamu pikirkan sayang? Kenapa kamu melamun?" tanya Vincent duduk di depan Kania.


Kania tersenyum ke arah Vincent. "Aku hanya memikirkan kuliah ku saja," ucap Kania.


"Jangan terlalu di pikirkan sekali, nanti kamu bisa pusing," ucap Vincent.


"Oh iya, hari ini tidak ada jadwal yang sangat penting mengharuskan aku ada, apa aku boleh ke perpustakaan?" tanya Kania.


"Saya ikut," ucap Vincent.


Kania menatap nya bingung.


"Bukan nya Paman ada kerjaan?" tanya Kania.


"Sudah selesai, saya ingin ikut karena saya mau mencari beberapa buku juga," ucap Vincent.


Kania menatap curiga.


"Aku curiga kalau paman akan...."


"Saya tidak akan menggangu kamu, saya akan menunggu kamu sampai selesai, janji!"


Kania diam menatap Vincent. "Saya janji, saya tidak akan menggangu kamu."


"Oke baiklah," ucap Kania. Vincent sangat senang akhirnya dia di ajak.


Sesampainya di perpustakaan umum yang lumayan besar.


"Apa yang paman lakukan? Pergi lah cari buku yang paman mau," ucap Kania karena Vincent Terus mengikuti Kania di belakang.


Vincent mengangguk, dia mencari Buku yang selalu di dekat Kania.


Kania sudah mendapatkan buku yang dia mau. Dia menghela nafas panjang melihat Vincent yang masih mengikuti nya.


Saat Vincent lengah, Kania langsung kabur mencari tempat yang cocok untuk belajar.


Vincent mencari-cari. "Hufff Kania benar-benar," ucap Vincent.


Akhirnya dia fokus mencari Buku yang dia mau, setelah itu dia kembali duduk di dekat Kania.


Cukup lama mereka di sana, Vincent sudah mulai bosan sementara Kania masih sangat fokus dan tidak bisa di ganggu.


Lelah duduk Vincent berbaring di paha Kania, pemilik paha itu terkejut karena di sana ada beberapa orang yang sedang mencari buku juga.

__ADS_1


__ADS_2