Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 93


__ADS_3

Vincent masuk ke kamar langsung mandi. Kali ini dia sangat bersemangat tidak lupa menggunakan parfum dan juga menata rambut nya.


Tidak beberapa lama dia keluar melihat Kania masih sibuk masak di dapur. Vincent memerhatikan Kania dari meja mini bar.


"Jangan menatap ku seperti itu, aku takut aku tidak bisa fokus memasak."


Vincent tersenyum dia mendekati Kania, dia berdiri di belakang Kania memegang tangan Kania yang sedang meracik bawang untuk sayur.


"Paman memakai parfum di malam hari untuk apa? apa Paman Akan keluar?" tanya Kania.


"Apa kamu suka?" tanya Vincent.


Kania tiba-tiba mendorong Vincent pelan dari nya. "Sebaik nya paman tunggu saja di sana, aku akan melanjutkan masak," ucap Kania.


Tidak beberapa lama akhirnya Kania selesai masak dia menata makanan di atas meja di bantu oleh Vincent.


Vincent duduk sudah sangat lapar sementara Kania masih sibuk di dapur membuat jus untuk mereka.


Vincent memaksa Kania agar cepat-cepat karena sudah sangat lapar.


Mereka makan bersama, Kania tidak berhenti tersenyum karena melihat Vincent makan sangat lahap sekali.


"Kenapa kamu tidak makan? Saya hampir saja menghabis kan semua lauk nya."


"Tidak apa-apa, aku tidak terlalu lapar, paman makan lah yang banyak karena seperti nya Paman kehilangan banyak berat badan."


Vincent mengangguk. "Saya tidak memiliki orang yang mengurus saya di sini."


"Bukan kah biasa nya paman tidak pernah mengabaikan kesehatan?"


"Saya tidak memiliki waktu untuk itu lagi, saya harus fokus dengan pekerjaan saya sampai pada akhirnya saya dengan kamu tinggal bersama."


Kania tersenyum dia mengangguk dan lanjut makan.


Selesai makan Vincent ke ruang TV sementara Kania bersih-bersih bekas makan dan masak nya tadi.


"Malam ini aku tidur di mana? di sini hanya satu kamar," ucap Kania kepada Vincent, namun ternyata Vincent sudah ketiduran sambil memeluk Buku di dadanya.


"Seperti nya dia sudah sangat kelelahan," ucap Kania.


Kania tidak membangun kan nya melainkan membawa kan bantal dan juga selimut untuk Vincent.


"Tidur yang nyenyak yah," Kania mencium pipi Vincent dan setelah itu dia juga langsung masuk ke dalam kamar.


Dia belum istirahat sama sekali itu sebab nya membuat dia terlihat sangat kelelahan.


Di rumah Vincent, Ulfa sangat kesepian karena tinggal sendiri.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? aku sangat kesepian," ucap Ulfa. Untung saja Yuda menelpon nya dan mengajak nya bertemu di luar.


Keesokan harinya..


"Good morning..." sapa Kania kepada Vincent yang ternyata belum bangun.

__ADS_1


Vincent membuka matanya dan melihat Kania berdiri tidak jauh dari nya.


Vincent tersenyum dia menarik tangan Kania dan duduk di dekat nya.


"Hari ini kamu tidak bekerja, kenapa bangun sangat pagi?"


"Kata Ibu, sebagai perempuan kita harus rajin bangun pagi. Anggap saja itung-itung aku belajar membangun kan suami atau anak-anak ku untuk kerja dan sekolah."


Vincent tersenyum bahagia mendengar itu.


"Oke baiklah kalau begitu saya akan mandi."


"Sayang masak lah sarapan pagi," ucap Vincent Mencium pipi Kania.


"Oh iya, saya akan mengganti uang kamu yang sudah kamu habiskan datang ke sini, dan juga saya akan memberikan uang belanja kamu."


Kania tersenyum. Vincent tidak lah pernah pelit tentang uang, itu sebabnya dia sangat menyukai Vincent.


Waktu nya Vincent berangkat bekerja.


"Kamu yakin tidak mau ikut?" tanya Vincent.


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Kamu akan bosan sendirian di rumah, bukan kah biasa nya kamu selalu pengen ikut?"


"Aku tidak nyaman dengan rumah yang sangat berantakan seperti ini, pakaian kotor Paman juga sangat banyak."


"Huff, biasa lah anak Pria single seperti itu."


"Saya akan meminta orang membersihkan nya, kamu ikut saja dengan saya."


"Aku akan melakukan nya sendiri."


Vincent menghela nafas panjang.


"Baiklah kalau begitu, lakukan saja sesuai dengan apa yang kamu mau, kalau begitu saya berangkat dulu."


Kania mengangguk. Dia mengantarkan Vincent ke depan dan setelah itu kembali masuk ke dalam.


Setelah Vincent pergi Kania tidak langsung bersih-bersih melainkan dia berbaring di tempat tidur.


"Huff aku harus memanfaatkan waktu ini untuk tidur sebentar." ucap Kania.


"Selamat pagi pak Vincent."


"Pagi.."


Semua orang sangat heran karena mood Vincent sangat baik hari ini, Vincent menyapa mereka semua dengan sangat ramah.


"Wahh aku yakin pasti terjadi sesuatu membuat pak Vincent terlihat sangat bahagia," ucap Staf nya.


Di Kediaman Tomi, dia sedang siap-siap mau berkunjung ke rumah orang tua nya, dia ingin pergi selama dua hari itu sebabnya tidak membawa banyak pakaian.

__ADS_1


Dia tidak bisa lama-lama karena waktu luang hanya dua hari saja. Sementara itu saja dia masih harus bekerja melalui laptop nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Fani yang tidak sengaja bertemu di parkiran.


"Aku mau pulang ke rumah orang tua ku, kamu sendiri mau kemana? tumben banget pagi-pagi sudah di sini?" tanya Tomi.


"Aku datang mencari kamu," ucap Fani.


Tomi menghela nafas panjang dia menatap Fani.


"Kalau tidak ada sesuatu yang penting sebaiknya jangan datang ke sini," ucap Tomi.


"Aku ke sini mau minta maaf soal perkataan aku kemarin."


"Aku sudah memaafkan nya, aku juga sudah melupakan nya, kamu tidak perlu khawatir.


"Apa ada yang lain lagi?" tanya Tomi.


Fani memegang tangan Tomi membuat Tomi kaget.


"Ada apa?" tanya Tomi.


"Aku tau kamu dengan Kania tidak ada hubungan apapun, aku sudah berfikir negatif sebelum nya karena melihat kedekatan kalian."


"Lalu?" tanya Tomi dengan santai nya.


"Aku ingin kita balikan, aku minta maaf atas semua kesalahan ku sebelum nya, aku janji akan memperbaiki nya."


Tomi tersenyum dia menatap Fani.


"Kenapa? apa kamu tidak bisa menemukan Pria lain yang sama seperti pak Vincent?" tanya Tomi.


"Aku minta maaf Tomi, aku minta maaf."


Tomi melepaskan tangan nya dari Fani.


"Aku sudah telat, sebaik nya aku berangkat."


"Tomi, aku sedang membicarakan tentang hubungan kita, bagaimana bisa kamu pergi begitu saja tanpa menjawab nya."


"Kamu mau jawaban dari ku?" tanya Tomi. Fani mengangguk.


"Kalau begitu aku akan menjawab nya, aku tidak berniat untuk balikan kepada kamu."


Tomi langsung masuk ke dalam mobil.


Dia meninggalkan Fani yang terdiam karena kata-kata nya.


"Maafin aku Fani, tidak mungkin aku kembali kepada kamu yang sudah membuat aku terluka seperti ini."


Di perjalanan Tomi berhenti dia menghubungi Kania mau curhat karena dia tidak berhenti memikirkan nya.


Namun ternyata sudah berapa kali menelpon tidak di jawab.

__ADS_1


"Huff mentang-mentang sudah bersama pak Vincent dia mengabaikan ku yang sudah menemani nya di sini," ucap Tomi.


__ADS_2