Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 136


__ADS_3

"Kak Yuda tidak pulang?" tanya karyawan nya karena Cafe sudah tutup.


"Kalian boleh pulang dulu, aku akan di sini sebentar lagi," ucap Yuda. "Oohh baiklah kak, kalau begitu kami permisi dulu yah kak," ucap mereka dan pergi.


"Hari ini Cafe sangat ramai dari biasanya, tapi kenapa kak Yuda murung banget sih?"


"Ya iyalah murung, dia pasti merindukan pacar nya,"


"Ulfa benar-benar ngeselin banget, masa karena dia pergi hari ini kita bisa bisa melihat kebahagiaan kak Yuda."


"Sudah-sudah, apa yang kita bicarakan, sebaik nya kita mencari bus untuk pulang," ucap Teman nya lagi.


Yuda menghubungi Ulfa terus menerus, sampai pada akhirnya di jawab, namun ternyata yang menjawab bukan Ulfa melainkan Bibik nya, yang terganggu dengan suara handphone Ulfa yang ketinggalan di rumah Bibik nya.


"Huff apa dia sengaja meninggalkan handphone nya karena aku menelpon terus?" batin Yuda.


Ulfa baru saja kembali ke rumah Bibik nya. "Bik, apa Bibik melihat handphone ku?" tanya Ulfa.


"Kebetulan banget kamu datang, dari tadi teman kamu yang bernama Yuda tidak berhenti menghubungi kamu."


Ulfa mengambil handphone nya, dia melihat banyak pesan, panggilan dari Yuda.


"Ya udah bik, terimakasih yah, kalau begitu aku pamit bik."


Ulfa keluar dari halaman Bibik nya dia menghubungi Yuda. Yuda baru saja mau menjalankan mobil nya, Handphone nya berdering dari Ulfa.


"Halo?"


"Yuda, ini aku."


"Ulfa... Kamu dari mana saja? kenapa kamu baru menghubungi aku?" tanya Yuda dengan nada yang sangat lemas.


"Aku minta maaf, aku sangat sibuk sehingga tidak sadar handphone ku tinggal di rumah Bibik," ucap Ulfa.


"Kenapa kamu sangat lemas? apa kamu sakit?" tanya Ulfa.


"Aku sangat merindukan kamu, aku mencemaskan kamu, aku pikir kamu akan melupakan aku."


"Ya ampun Yuda, kenapa kamu berfikir buruk seperti itu? aku hanya meninggalkan Handphone ku satu hari."


"Aku sungguh mengkhawatirkan kamu."


"Aku minta maaf, sekarang kamu di mana?"


"Aku baru saja mau pulang ke rumah."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kamu lanjut saja, aku juga mau pulang ke rumah."


"Tapi aku masih sangat merindukan kamu."


"Nanti aku akan menghubungi kamu setelah sampai di rumah," ucap Ulfa.


"Baiklah kalau begitu," ucap Yuda.


Keesokan harinya...


"Hati-hati yah mas," ucap Kania sambil melambaikan tangan nya kepada suami nya yang mau berangkat ke kantor setelah mengantar kan dia ke kampus.


Vincent melambaikan tangan nya dia langsung pergi meninggalkan istri nya karena dia juga sudah telat.


"Selamat pagi Kania," ucap Yuda.


Kania melihat ke arah Yuda. "Eh Yuda kamu di sini?" tanya Kania.


Yuda mengangguk, mereka berjalan ke arah kantin berdua.


"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa terlihat sangat layu?" tanya Kania.


"Bagaimana tidak lemas, aku sangat merindukan Ulfa."


"Hufff baru saja dua hari kamu sudah merindukan dia seperti ini, bagaimana kalau berbulan-bulan?" tanya Kania.


"Humm perasaan sudah hampir tiga Minggu deh dia menikah, kok gak ada tanda-tanda informasi hamil?" ucap perempuan yang tidak suka sama Kania.


"Jangan aneh-aneh deh, mas tiga Minggu sudah hamil."


"Humm menikahi paman sendiri, aku takut nanti anak nya tidak sehat," ucap mereka yang tidak suka.


Kania langsung di bawa oleh Yuda dari sana.


"Sudah tidak perlu di ambil hati, mereka hanya iri kepada kamu."


Kania tersenyum. "Kenapa kamu malah senyum seperti ini?" tanya Yuda.


"Humm ternyata kamu dengan Ulfa sama yah, di Saat Ulfa tidak ada, kamu yang mengganti kan nya menjaga ku."


Yuda tersenyum. "Sebagai teman yang baik, kita harus saling melindungi dan membantu satu sama lain."


Kania tersenyum. Sementara di kantor Vincent bekerja seperti biasa nya.


Di rumah Jeki. Jeki mau berangkat bekerja setelah sudah jam sembilan pagi. Tidak seperti biasanya Minghui juga heran kenapa Jeki lebih banyak menghabiskan waktu nya di rumah.

__ADS_1


Minhui sedang duduk di pinggir kolam di depan rumah. Jeki melihat Minhui.


Minhui tidak merespon Jeki, dia tidak melihat nya sama sekali sampai Jeki pergi. Setelah Jeki pergi, Minhui langsung masuk ke dalam rumah.


"Aku ingin makan buah-buahan ini," ucap Minhui. Dia mengeluarkan mangga muda yang sengaja dia ambil dari pohon di belakang Rumah itu.


Jeki melihat Cctv rumah nya dari handphone nya. Entah kenapa dia kefikiran saja untuk melihat kegiatan Minhui untuk pertama kalinya.


Dia sangat kaget melihat Minhui duduk di lantai sambil menggigit mangga muda itu tampa merasa asam sama sekali.


Ternyata mangga itu hanya ada dua, dia merasa kurang sehingga kebingungan dan murung karena tidak ada yang mau di makan lagi di dalam kulkas.


"Akhir-akhir ini aku sering melihat ada banyak buah di dalam Kulkas, aku tidak merasa membeli nya, apa dia membeli sendiri?" tanya Jeki kebingungan.


karena penasaran akhirnya dia memeriksa Cctv. Dia sangat kaget ternyata ada perempuan yang masuk membawa buah-buahan, dan juga ada pria yang mengantarkan buah.


"Kenapa wanita ini tidak asing? Huff wajah nya tidak kelihatan," ucap Jeki dengan kesal.


Untung saja Jeki tidak mengenali Kania.


Di sore hari nya Minhui sangat bosan, dia juga sangat lapar. Akhirnya dia memberanikan diri keluar dari pagar.


Berharap di luar dia menemukan orang memberikan nya makan.


Namun dia tidak memiliki keberanian, dia langsung masuk lagi ke dalam.


"Huff aku tidak ingin terjadi apa-apa sama janin ku, aku harus menjaga nya dengan baik," ucap Minghui.


Tidak beberapa lama bel rumah berbunyi, dia segera membuka nya. Dia melihat ternyata itu adalah paket makanan.


"Tunggu. Apa ini dari Kania? apa dia sudah pulang?" tanya Minhui, dia terlihat sangat senang sekali.


Namun dia sangat kaget setelah melihat ternyata makanan itu adalah pantangan nya, dia tidak bisa makan ayam, dia juga tidak bisa makan sayur toge.


"Kenapa Kania membeli yang ini? bukan kah dia biasa nya membeli makanan yang Cocok untuk ku?" batin Minhui.


Jeki di dalam ruangan nya dia melihat Minhui tidak memakan nya melainkan meletakkan kepala nya di atas meja sambil menahan lapar.


"Biasanya dia makan dengan lahap, terus kenapa sekarang dia tidak makan?" Batin Jeki.


Tidak beberapa lama akhirnya datang lagi makanan baru. Yang datang malah yang pedas karena Jeki berfikir Minghui suka yang pedas.


Namun ternyata sama saja, Minhui sangat suka tapi dia harus memikirkan kesehatan janin nya.


Tidak habis pikir akhirnya Jeki mencari informasi dari google.

__ADS_1


Di google juga menjelaskan kalau ternyata wanita hamil memiliki selera yang beda-beda.


__ADS_2