Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 28


__ADS_3

Kania bersandar dan termenung.


"Kalau pun mereka tidak menginginkan aku namun setidaknya nya mereka menemui ku sekali saja, aku sangat merindukan mereka."


Tiba-tiba ponsel nya berdering dari Yuda.


"Halo, Yuda."


"Halo, Kania."


"Apa kamu sedang sibuk?" tanya Yuda.


"Emang nya kenapa?" tanya Kania balik.


"Aku mau ngajakin kamu makan malam di luar."


"Humm seperti nya gak bisa, Yuda. Paman ku tidak akan mengijinkan nya."


Keesokan hari di mana Vincent sedang siap-siap mau ke acara pernikahan teman nya itu.


Setelah merasa rapi dan tampan dia keluar dari kamar nya.


"Kania... Apa kamu masih lama lagi?" tanya Vincent di depan pintu kamar Kania.


"Paman tunggu saja di bawah, seperti nya aku masih lama," saut Kania dari dalam kamar.


Vincent tersenyum. "Sudah tidak heran kalau perempuan makeup saja sangat lama," batin Vincent.


"Baiklah Paman tunggu di bawah."Vincent menunggu di ruang tamu sambil main Handphone agar tidak bosan.


Kania di dalam kamar nya sedang merapikan semua makeup dan juga penampilan nya.


"Huff seharusnya aku menolak ajakan Paman Vincent, seperti ini aku benar-benar tidak percaya diri."


"Sudah lah ini hanya satu kali dari pada aku menghabiskan waktu sendirian di rumah, dan jika aku membiarkan Paman pergi sendiri dia pasti melakukan hal-hal yang aku larang."


Kania memutuskan keluar dari kamar nya dan melihat Vincent sudah menunggu di ruang tamu.


"Aku sudah siap Paman."


Vincent melihat ke arah Kania yang berdiri di depan nya.


"Humm kenapa Paman menatap ku seperti itu? Apa gaun ini tidak cocok untuk ku?" tanya Kania.


"Bagaimana aku menahan diri kalau melihat Kania yang sangat cantik seperti ini, dia benar-benar sangat mirip seperti ibu nya," batin Vincent.


"Kenapa Paman diam saja? Apa tidak bagus?"


Vincent mengangguk.


"Cantik." hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Vincent.


"Aku sangat ragu dengan Paman."


"Kamu sangat cantik, orang pasti berfikir kalau kamu bukan keponakan Paman tapi pasangan paman."


"Bukan kah itu tujuan paman mengajakku? Paman takut di kira pria yang tidak laku."


Vincent memasang wajah kesal Kania tertawa melihat nya.


"Tapi aku sangat tidak nyaman karena makeup ku terlalu tebal dan juga baju sangat terbuka."

__ADS_1


"Kamu sangat cantik seperti ini berhenti berfikir yang tidak-tidak, ayo kita berangkat." ucap Vincent sambil mengulurkan tangan nya.


"Gak usah, aku bisa jalan sendiri," tolak Kania.


Vincent menghela nafas panjang.


Vincent membuka kan pintu mobil untuk Kania.


Sepanjang perjalanan Vincent tidak bisa fokus menyetir karena selalu ingin melihat wajah Kania yang cantik.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga gedung acara tersebut.


"Wah pengantin nya cantik juga yah," ucap Kania karena melihat foto prewedding yang di pajang di depan gedung.


"Apa kamu menginginkan nya?"


"Jangan ngaco deh Paman, aku masih sangat muda, seharusnya Paman yang sudah menikah."


"Kalau kamu mau menikah dengan paman, Paman tidak akan menunda waktu."


Kania tidak mendengar dengan jelas.


"Aku tidak mendengar paman mengatakan apa," ucap Kania.


Vincent diam dan berjalan masuk ke dalam.


"Selamat datang pak Vincent."


Keluarga pangantin menyambut Vincent dengan sangat baik.


"Loh ini siapa? Yang baru lagi?" tanya teman-teman nya.


"Perkenalkan dia adalah keponakan saya yang paling cantik."


"Huff giliran sama teman nya saja di bilang keponakan." ucap Kania dalam hati.


"Duduk lah," Vincent menarik satu kursi untuk Kania duduk.


"Oh tuhan ini sudah seperti pergi dengan pasangan yang aku baca-baca di novel," ucap Kania dalam hati.


"Kamu tunggu di sini sebentar yah, paman mau menyapa teman-teman paman."


Kania mengangguk dan membiarkan Vincent pergi agar dia bisa bernafas lega.


"Rasa nya aku mau gila. Kenapa aku jadi sangat gugup seperti ini sih padahal ini bukan pertama kalinya aku pergi dengan Paman Vincent ke acara seperti ini."


"Haii, apa kabar?" tiba-tiba minghui menghampiri Kania ke meja nya.


Kania melihat Minghui dia langsung berdiri.


"Mbak juga di sini?"


Minghui mengangguk.


"Sudah lama kita tidak bertemu kamu sangat cantik sekali malam ini."


Kania mengucapkan terimakasih.


"Boleh saya duduk?"


Kania mengangguk.

__ADS_1


"Kamu pasti sudah tau bukan kalau saya dengan Paman kamu sudah putus?" ucap Minghui.


"Saya baru saja tau dari Tomi mbak, jujur saja saya tidak melakukan apapun." ucap Kania langsung membuat minghui bingung namun langsung mengabaikan nya.


"Ini bukan salah kamu kok. Tidak ada sangkut pautnya juga dengan kamu tidak perlu khawatir seperti itu."


Minghui menatap Kania dengan tatapan aneh membuat Kania bingung.


"Ada apa yah mbak?" tanya Kania.


"Kamu ternyata cantik sekali dan juga sudah cukup dewasa. Apa kamu tidak takut paman kamu mengambil keuntungan dari kamu?" tanya Minghui.


"Maksudnya mbak?" tanya Kania bingung.


"Kamu pasti tau lah sifat Paman kamu seperti apa, dia selalu mengambil keuntungan dari perempuan yang dekat dengan nya."


"Saya tidak mengerti Mbak."


"Jujur saja kalau kalau selama dengan saya Paman kamu selalu mengambil keuntungan dengan cara meniduri saya dan begitu juga dengan wanita yang setiap kali dekat dengan nya."


Kania terasa sangat tertampar mendengar kata-kata itu.


"Jadi saya hanya ingin mengatakan sama kamu hati-hati karena wanita secantik kamu tidak mungkin tidak membangkitkan gairah Vincent."


"Minghui!" tiba-tiba Vincent datang dia menarik tangan minghui dengan kasar.


"Lepas kan tangan mu dari kekasih ku!" tiba-tiba Direktur Je datang.


"Sayang sakit banget."


"Jaga wanita anda ini dengan baik agar mulut nya tidak berlebihan."


Vincent memperingati Direktur Je.


Direktur Je membawa Minghui dari sana.


"Kania kamu tidak kenapa-napa kan?" tanya Vincent.


Kania menggeleng kan kepala nya.


Sepanjang acara Vincent bingung kenapa Kania hanya diam saja.


Dia seperti memikirkan hal yang sangat menggangu pikiran nya.


Tidak beberapa lama akhirnya acara pun selesai.


"Terimakasih banyak sudah datang ke acara pernikahan anak saya Pak Vincent, kami sangat menghargai kehadiran Bapak."


"Pak Vincent kapan akan menikah? Kami baru saja mendengar kalau pak Vincent baru saja putus dengan anak pejabat itu."


"Saya belum kefikiran pak, Lagian kalau sudah ada jodoh saya akan menikah dengan cepat."


Jawaban Vincent hanya bisa seperti itu dari pada dia hanya diam saja.


"Paman aku ke dalam mobil terlebih dahulu yah."


Kania berjalan ke parkiran sendirian.


Namun tiba-tiba ada dua preman yang datang seperti nya sedang mabuk.


"Hai cantik mau kemana sendiri? Abis dari mana kenapa cantik banget?"

__ADS_1


Kania sangat takut, keadaan lagi sangat sepi karena semua orang sudah pergi.


"Jangan takut gitu, ayo ikut dengan kita," ajak mereka sambil memegang tubuh Kania.


__ADS_2