Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 134


__ADS_3

"Ngapain? bagaimana kalau kejadian sebelum nya terjadi lagi?"


"Tidak perlu khawatir, rumah itu milik pribadi, dan tetangga nya tidak seperti tetangga kamu di rumah lama," ucap Yuda.


"Boleh yah? Kalau tidak boleh aku akan membunyikan klakson mobil di depan rumah mu sampai semua orang keluar."


"Baiklah-baiklah, jangan lupa membawa beberapa minuman," ucap Ulfa.


Yuda mengangguk sambil tersenyum. Setelah selesai istirahat mereka lanjut bekerja lagi karena belum jam pulang.


Cafe juga sangat ramai seperti biasa. Di malam hari nya.


"Sebaiknya kita pulang bareng aja," ucap Yuda.


Ulfa melihat hari sudah malam, lagian malam ini Yuda akan menginap di rumah nya.


Akhirnya dia mau ikut dengan kekasih nya itu.


Sesampainya di rumah sebelum mandi dan istirahat dia memasak makanan untuk makan malam mereka berdua.


Yuda tidak berhenti memerhatikan wajah Ulfa. Ulfa hanya bisa menghela nafas panjang saja karena dia tau Yuda sangat tidak ingin dia pergi.


Keesokan harinya...


"Wahhhhh... akhirnya kita sampai juga yah mas," ucap Kania sangat lega.


Vincent tersenyum. Dia menunggu koper nya terlebih dahulu, setelah itu mereka keluar dari sana.


"Sebentar yah mas, aku mau ke kamar mandi dulu karena dari tadi aku menahan kencing," ucap Kania.


Vincent tersenyum, dia pun langsung pergi meninggalkan suami nya.


Vincent tidak sengaja bertemu dengan rekan nya yang ada di sana.


"Eh pak Vincent, di sini?" tanya rekan nya.


"Iyah Pak."


"Bagaimana liburan nya? Pasti sangat menyenangkan liburan bersama istri."


Vincent tersenyum. "Wahh kelihatan nya pak Vincent semakin berisi saja, kelihatan nya sangat sehat sekali," ucap teman nya itu.


Vincent mengangguk. Dia basa-basi dengan rekan nya itu. Tidak beberapa lama Kania kembali dia melihat Vincent berbicara dengan orang lain.


"Siapa teman mas berbicara tadi?" tanya Kania.


"Oohh itu rekan ku, dia menjemput istri dan anak nya."

__ADS_1


"Hampir semua teman mas memiliki anak," ucap Kania.


"Sebentar lagi aku juga akan memiliki anak," ucap Vincent.


"Jangan berharap," ucap Kania sambil nyelonong pergi.


Vincent keluar dari bandara karena pengawal nya dan juga Tomi sudah menunggu di luar.


"Wahh koper yang awalnya satu sekarang menjadi tiga dan jauh lebih besar," ucap Tomi.


"Biasa lah perempuan Tomi, saya harus menambah biaya bagasi untuk ini," ucap Vincent. Tomi tertawa.


"Apa Fani tidak ikut Tomi?" tanya Kania.


"Dia tidak bisa ikut karena pekerjaan di kantor sangat banyak." ucap Kania.


"Bagaimana hubungan kamu dengan dia?"


"Seharusnya aku yang bertanya bagaimana liburan kalian?" tanya Tomi.


"Semua nya menyenangkan, hanya saja aku sangat merindukan Indonesia, aku merindukan makanan khas Indonesia."


"Baiklah kalau begitu, sebagai hadiah ulang tahun, aku akan mentraktir kamu dengan pak Vincent di restoran pilihan ku."


"Kamu Seriusan?" tanya Kania.


Tomi mengangguk. "Ayo Mas, kapan lagi kita di traktir seperti ini," ucap Kania.


"Ternyata pak Vincent bisa membuat orang tertawa juga," ucap para pengawal nya.


"Oh iya Tomi jangan lupa undang Fani juga, sebentar lagi sudah waktunya makan siang."


Tomi mengangguk. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di restoran.


Kania memesan begitu banyak makanan, begitu juga dengan Vincent.


Tidak beberapa lama Fani datang. "Kania, aku sangat merindukan kamu," ucap Fani langsung memeluk Kania.


"humm aku tidak percaya kamu merindukan aku, kamu pasti merindukan oleh-oleh dan juga cerita ku kan?" tanya Kania.


Fani tertawa kecil. "Oh iya nih untuk kamu, aku membeli ini untuk kamu dan juga Tomi."


"Ya ampun Kania, terimakasih banyak."


Setelah itu mereka makan bersama karena sudah sama-sama lapar.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Kania dan Vincent harus kembali ke rumah nya langsung.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah Kania langsung melemparkan tubuhnya di kasur. Vincent menarik koper ke dalam kamar.


"Kamu istirahat saja yah, aku ke kantor sebentar."


Kania langsung duduk dia menatap Vincent.


"Kebiasaan banget deh, coba istirahat sebentar. Kenapa tidak besok saja ke kantor?" tanya Kania.


"Hanya sebentar saja, setelah melihat keadaan di sana, aku akan pulang," ucap Vincent.


Kania menggeleng kan kepala nya. "Tidak bisa! Istirahat lah terlebih dahulu," ucap Kania.


Vincent mendekati Kania dia semakin mendekati Kania sehingga Kania terjatuh ke tempat tidur.


Vincent naik ke atas Kania. Vincent mau mencium bibir Kania namun tangan nya sambil membuka buah baju kemeja yang di pakai oleh Kania.


Tiba-tiba Kania menahan nya.


"Saya sudah satu Minggu lebih istirahat, saya juga tidak bisa membiarkan semua karyawan saya kelelahan mengurus pekerjaan."


"Oke, baiklah mas bisa pergi sekarang, aku tidak akan menahan nya. Beranjak lah dari atas ku," ucap Kania.


Vincent tersenyum, dia langsung berdiri.


"Kalau begitu saya pergi dulu, kamu jaga diri baik-baik," ucap Vincent sambil mengelus kepala Kania.


Kania mengangguk dia menyalim tangan suami nya.


Setelah Vincent pergi dia langsung tidur lagi.


"Seandainya saja Ulfa di sini, aku pasti menceritakan banyak hal kepada nya, aku sangat merindukan dia," ucap Kania.


Sementara Vincent baru saja sampai di kantor nya, semua orang menyapa nya. Dan banyak juga yang menanyakan bagaimana honey moon nya.


Vincent sangat malu karena banyak karyawan yang menggoda nya. Di tambah lagi wanita-wanita yang cukup dekat dengan nya.


Karena itu Vincent juga mengadakan acara syukuran di kantor pada Minggu depan malam hari makan-makan dan juga melakukan apapun yang membuat hati mereka semua senang.


Mereka sangat senang sekali. Mereka cukup terkejut karena Vincent pulang dengan badan yang semakin berisi, wajah yang semakin cerah dan bicara yang sangat lembut di tambah lagi wajah nya sudah tidak datar dan menakutkan seperti dulu.


"Wahh ternyata banyak keuntungan yah yang kita dapatkan setelah pak Vincent menikah, mbak Kania benar-benar bisa mengubah pak Vincent sampai seperti ini," ucap para staf.


Di malam hari nya Kania sedang berbincang-bincang dengan Yuda di depan rumah nya, tidak hanya Yuda tapi teman-teman nya yang lain juga.


Jam delapan malam Vincent baru saja pulang. Dia tidak mau mengganggu istri nya terlebih dahulu itu sebabnya dia langsung ijin masuk ke dalam.


"Suami mu semakin tampan sekali Kania, apa yang sudah kamu berikan sehingga terlihat semakin besar seperti itu?" tanya teman nya.

__ADS_1


"Mungkin sesuatu yang di miliki oleh Kania sangat Cocok pada pak Vincent," saut Teman nya lagi.


Kania dari tadi sangat malu karena mereka tidak berhenti menggoda Kania.. Kania juga tidak tau mereka paham hal seperti itu dari mana.


__ADS_2