Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 24


__ADS_3

Vincent sedang sarapan di kantin Kantor.


Tiba-tiba Direktur je datang.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Vincent.


"Tenang bro tidak perlu emosi seperti itu, aku hanya ingin bertemu dengan mu, melihat keadaan mu." ucap Direktur Je.


Vincent malas ribut dia berdiri mau pergi namun di tahan oleh Direktur Je.


"Sabar bro jangan pergi dulu, aku ke sini hanya ingin memberikan ini." ucap Je memberikan map.


Vincent membuka nya ternyata Saham yang sudah dia rebut sudah berhasilnya menjadi milik nya.


Vincent meletakkan nya di atas meja. "Jangan pernah berharap saham itu jatuh ke tangan mu!" ucap Vincent.


Direktur Je tertawa. "Cepat dan lambat aku akan menguasai PT Wir Asia itu," ucap Direktur Je.


Namun dari arah lain sekretaris Je datang membisikkan sesuatu kepada Je dan setelah itu mereka pergi.


Vincent melihat dia pergi dia langsung merasa kesal sampai tidak berselera makan.


Vincent kembali ke ruangan nya.


"Permisi Pak, apa bapak memanggil saya?" tanya Tomi yang baru saja masuk ke ruangan Vincent.


"Atur meeting dalam satu jam." ucap Vincent.


Tomi mengangguk, tiba waktu nya meeting.


"Saya mengumpulkan kalian semua di sini mau membahas permasalahan yang sama." ucap Vincent.


"Saya ingin kalian bekerja lebih keras lagi mempertahankan PT Wir Asia." ucap Vincent.


"Untuk saat ini sudah cukup sulit pak karena semua data-data sudah di tangan direktur Je," ucap salah satu Staf nya.


"Saya tidak mau tau! Kita harus tetap mempertahankan Saham itu." ucap Vincent karena itu adalah intinya.


Mereka semua mengangguk dan setelah itu kembali mengatur strategi dan langsung bekerja.


Kania di kampus belajar seperti biasa.


"Kania, kamu tidak ke kantin?" tanya Ulfa kepada Kania.


"Kamu duluan saja deh." ucap Kania, Ulfa mengangguk.


"Bagaimana hari ini?" tanya Yuda tiba-tiba datang ke meja Kania.


Kania tersenyum menatap wajah Yuda.


"Nah gitu cantik kalau tersenyum, aku memerhatikan dari tadi kamu lebih banyak murung, kamu lagi ada masalah?" tanya Yuda.

__ADS_1


"Enggak kok, aku hanya sedikit kelelahan saja," ucap Kania. "Huff ini baru saja hari pertama kuliah namun kamu sudah lelah saja."


Kania diam, "Bagaimana kalau kita mencari makan siang agar kamu tidak bad mood?" tanya Yuda.


"Tapi aku bawa bekal dari rumah," ucap Kania.


"Yahh padahal aku mau ngajakin kamu makan di Cafe baru itu, kalau begitu kamu tunggu aku yah. Aku akan datang dan makan di sini bersama kamu," ucap Yuda langsung pergi.


Ulfa baru saja selesai dari kantin dia mau masuk ke dalam kelas namun dia mendengar di dalam ada suara Kania dan juga Yuda.


Ulfa jadi tidak enak mau masuk mengganggu waktu mereka berdua.


Ulfa memutuskan untuk menunggu di luar. Walaupun dia sangat penasaran apa yang mereka lakukan di dalam.


"Yuda dan Kania semakin hari semakin dekat saja, aku masih terus seperti ini hanya bisa menyukai Yuda secara diam-diam," ucap Ulfa.


Waktu nya pulang kuliah Kania pulang bersama Ulfa.


"Aku gak nyangka deh kamu akhirnya bisa nyetir sendiri," ucap Ulfa.


Kania mengangguk sambil tersenyum.


"Humm hubungan kamu dan juga Yuda akhir-akhir ini semakin dekat yah," ucap Ulfa.


"Ya begitulah, aku juga harus menjaga jarak dengan paman Vincent, hanya dengan cara ini aku tidak kesepian." ucap Kania.


"Emang nya kamu tidak di larang oleh paman ku?" tanya Ulfa. "Huff aku sudah muak dengan paman Vincent, semua nya harus sesuai keinginan nya, tapi aku harus bisa teguh dalam pendirian ku." ucap Kania.


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak tau, Ulfa."


Ulfa bingung.


"Maksud kamu seperti apa? Kenapa kamu tidak tau?"


"Dia adalah cinta pertama ku, mana mungkin secepat itu aku melupakan nya, namun aku rasa sekarang aku sudah harus terima kalau kami tidak bisa bersama," ucap Kania.


Ulfa menatap Kania. "Jangan bilang kalau kamu sudah menyukai orang lain?"


Kania langsung tertawa dan menggeleng kan kepala nya.


"Enggak lah, aku masih sendiri kok sekarang, aku mau fokus pada diri ku sendiri dulu."


"Humm jangan-jangan kamu menyukai Direktur Je yang berdansa dengan kamu malam itu yah?" tanya Ulfa.


"Tidak mungkin, Ulfa. Lagian kita hanya sekali bertemu dan aku dengar dia juga adalah saingan paman ku," ucap Kania.


"Apa kamu menyukai Yuda?" tanya Ulfa. Kania tersenyum dan memilih untuk diam saja.


Melihat itu saja sudah membuat Ulfa sedih.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan rumah Ulfa.


"Terimakasih yah, Kania. Kamu pulang hati-hati yah," ucap Ulfa.


Kania kembali ke rumah nya. Sampai di rumah dia langsung mandi agar kuman-kuman yang dia bawa dari luar hilang semua.


Kania mau lanjut tidur setelah selesai mandi namun kefikiran kalau belum masak untuk makan malam.


Kania berjalan ke dapur memikirkan apa yang harus dia masak.


"Paman pulang atau tidak yah? kalau dia tidak pulang seperti tadi malam percuma saja aku masak banyak."


"Tapi kata Tomi dia tidur di kantor, kasian juga kalau di pikir-pikir apa sebaiknya aku mengirimkan makanan saja?" dia sangat bingung sehingga bertanya sendiri.


Tapi karena tidak tega akhirnya dia memutuskan untuk masak dan mengirim kan nya kepada paman nya.


Vincent melihat jam sudah jam tujuh malam namun pekerjaan nya sama sekali belum selesai.


"Permisi Pak," Tomi masuk ke ruangan nya.


"Ada apa?"


"Ini ada makan malam."


"Saya tidak lapar, untuk kamu saja."


"Tapi ini kiriman dari Kania Pak."


"Kania?" Vincent langsung berdiri dan mengambil bekal itu.


"Terimakasih banyak, kamu bisa keluar," ucap Vincent.


Tomi mengangguk dan langsung keluar dari sana.


Vincent membuka makanan itu dan benar saja kalau itu makanan kesukaan nya karena sudah bisa menebak dari bau nya.


Vincent tersenyum karena tidak menyangka Kania akan mengirimkan makanan kepada nya.


Vincent segera menghabiskan makanan nya dan lanjut bekerja. Dia bisa berfikir dengan baik setelah perut nya kenyang.


Sementara para staf lain nya sudah sangat kelelahan.


"Aku sudah sangat letih, hampir setiap hari kita lembur seperti ini."


"Sudah kerjakan saja sampai selesai," ucap Tomi.


"Mau bagaimana pun ini kesalahan kita dengan mudah mempercayai orang lain sehingga data-data perusahaan bisa di ambil oleh orang lain." ucap Tomi.


"Kenapa kita yang salah sih? Jelas-jelas ini semua karena pak Vincent yang membiarkan Nona Minhui bisa bebas di perusahaan ini."


"Sudah-sudah jangan ribut, percuma saja kalian ribut."

__ADS_1


Mereka sudah sangat lelah mau pulang.


__ADS_2