Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 15


__ADS_3

"Siapa yang akan mengurus Paman? siapa yang akan masak sarapan Paman? Siapa yang akan menunggu paman setiap hari?" tanya Vincent.


Kania tersenyum. "Sesekali aku ingin pergi ketempat yang jauh lebih tenang paman. Aku minta maaf karena akhir-akhir ini sifat ku berubah."


"Aku juga ingin belajar hidup tanpa Paman walaupun beberapa hari agar lebih mudah menghilangkan rasa yang ada di hati ku." ucap Kania.


Kania pun pergi. Vincent tidak bisa menahan nya dia hanya bisa melihat Kania yang dari kecil bersama nya sekarang sudah bisa pergi sendiri.


Dia mengingat di saat Kania menangis karena tidak mau ke sekolah Sendiri, menangis kemana-mana harus di anterin dan di temani oleh nya.


"Sayang kamu kenapa sih dari tadi melamun Mulu?" tanya Minhui. Vincent tidak ingin ngapa-ngapain dan sangat kesepian itu sebab nya dia langsung ke rumah Minhui.


Namun sampai di sana dia tidak melakukan apapun selain melamun. Menyandar kan kepala nya ke tangan nya menatap kosong ke arah lain.


"Sayang ih!" ucap Minhui kesal karena di cuekin dari tadi.


"Iyah, Kenapa?" tanya Vincent.


"Kamu kenapa sih? kamu lagi ada masalah?" tanya Minhui. Vincent menggeleng kan kepala nya.


"Lalu kenapa kamu diam aja dari tadi?" tanya Minhui.


"Rasa nya sangat sepi." ucap Vincent.


"Aku sangat merindukan Kania."


"Ini baru saja jam dua siang, dia berangkat Baru dua jam kamu sudah merindukan dia lagi?" ucap Minhui. Vincent dengan manja dan mengangguk.


"Huff kamu seperti nya sangat mencintai Keponakan mu!" ucap Vincent.


Vincent mengangguk.


"Hanya satu bulan saja, itu tidak lama." ucap Minhui.


"Itu sangat lama Minhui." ucap Vincent.


"Humm bagaimana kalau kita jalan-jalan?" tanya Minhui.. Vincent menggeleng kan kepala nya.


"Aku ingin di rumah saja. Aku tidak ingin kemana-mana." ucap Vincent.


Minhui menghela nafas panjang. "Huff terserah kamu saja deh." ucap Minhui bingung.


"Sebaiknya aku pulang saja." ucap Vincent.


"Pulang! kenapa?" tanya Minhui.


Mood Vincent sangat kacau. Terlihat sekali karena tidak pernah sebelum nya seperti itu.


Keesokan harinya Kania baru saja bisa bertemu dengan Omah dan Opah nya.


"Ini benar-benar Kania?" tanya Omah nya.


Kania mengangguk.

__ADS_1


"Ya ampun.. kamu sangat cantik sekali sayang.." ucap Omah dan Opah nya.


Dia di sambut sangat baik. Bahkan Omah dan Opah nya memasak bersama untuk dia.


Kania melihat rumah Omah nya yang sangat besar dan mewah. Banyak pelayan juga membuat rumah terlihat sangat ramai.


"Ini pertama kali nya kamu ke sini. Jadi Omah sama Opah menyiapkan kamar seperti apa yang kamu mau." ucap mereka.


"Seriusan Omah?" tanya Kania sangat senang.


Dia sungguh di perlakukan dengan sangat baik sekali.


Tidak terasa sudah Tujuh hari Kania di sana.


"Sayang..." Omah nya datang ke kamar Kania.


"Iyah Omah." jawab Kania.


"Nanti malam kita dinner di luar yah? Opah kamu sudah memesan tempat nya." ucap Omah nya.


"Tapi aku sangat males keluar Omah."


"Huff kamu sudah satu Minggu di sini namun tidak mau jalan-jalan hanya di rumah saja." ucap Omah nya.


"Aku hanya ingin bertemu kalian. Lagian rumah Omah sangat luas dan banyak orang aku tidak akan bosan." ucap Kania.


Omah nya tersenyum. "Humm bagaimana kalau ikut Omah hari ini ke luar belanja?" tanya Omah nya.


"Humm oke deh mah." ucap Kania.


Kania mau beranjak dari tempat tidur nya namun Handphone nya berbunyi.


Telpon dari paman nya. Namun Kania tidak menjawab nya.


Kania benar-benar tidak ada mengabari paman nya sama sekali. Dia ingin membalas kan dendam kepada paman nya itu.


"Selamat Siang Non." sapa para pelayan yang menggunakan bahasa Inggris.


Kania membalas nya dengan baik.


Kania melihat Omah nya menyetir sendiri membuat dia kagum karena sampai sekarang dia belum bisa menyetir sendiri.


"Humm kamu belum ada cerita tentang paman mu bagaimana di sana, hubungan kalian bagaimana?" ucap Omah nya.


Kania tersenyum saja.


"Humm tidak ada yang terlalu spesial Omah, aku sudah menceritakan semua nya."


"Yakin? Kamu belum menceritakan siapa pasangan Vincent dan juga siapa pria yang berhasil membuat seorang Kania jatuh hati kepada nya." ucap Omah nya.


"Rahasia Omah. Omah gak boleh tau." ucap Kania.


Omah nya tersenyum.

__ADS_1


Berjalan-jalan seharian di luar, menikmati Suasana yang jelas berbeda dari kota Kania.


Di sana Kania merasa lebih tenang dan juga senang.


"Umur Vincent sudah 30 tahun, sampai sekarang dia belum memperkenalkan pasangan nya kepada Omah. Omah berniat untuk menjodohkan nya. Apa kamu setuju?" tanya Omah nya.


Kania menatap omah nya. "Itu tergantung Paman." ucap Kania.


"Iyah juga sih, Omah pengen sebelum Omah dan Opah meninggal dia sudah menikah." ucap Omah.


Kania tersenyum saja.


"Oh iya Mamah sama Papah kamu bilang dia tidak bisa datang ke sini dalam jangka waktu yang dekat." ucap Omah nya membuat Kania semakin diam.


"Oohhhh gak apa-apa deh Omah, mereka memang selalu Sibuk." ucap Kania.


Omah nya sedikit merasa bersalah melihat Kania.


Selama Kania di rumah Omah nya dia di bawa ke tempat yang dia sukai nya.


Vincent di tempat lain hanya bisa mengetahui kabar Kania dari postingan Orang tua nya.


Vincent sangat senang melihat Kania bisa tertawa.


"Pak Vincent." ucap Tomi.


"Iyah kenapa?" tanya Vincent karena Tomi datang mengejutkan nya.


"Saya melihat kartu anda di gunakan oleh orang lain." ucap Tomi.


"Itu Minhui. Saya memberikan kartu saya kepada dia agar dia tidak menggangu saya." ucap Vincent.


"Tapi uang yang digunakan di luar dari batas wajar pak." ucap Tomi.


Vincent melihat data-data yang diberikan oleh Tomi.


"Urus saja, saya lagi tidak ingin di ganggu." ucap Vincent. Tomi tau harus melakukan apa dia keluar dan melakukan pekerjaan nya dengan baik.


"Tok!! tok!! tok!!" lagi-lagi pintu ruangan nya ada yang mengetuk.


"Huff!! berhenti mengganggu ku! saya membayar kamu mahal-mahal agar bisa di andalkan!" ucap Vincent berfikir bahwa itu adalah Tomi namun ternyata itu adalah staf perempuan.


"Maaf Pak, saya mengganggu bapak."


"Ada apa?" tanya Vincent.


"Di luar ada Pak Je." ucap Staf itu.


"Pria itu! Ada apa dia ke sini?" tanya Vincent.


"Saya tidak tau pak, namun beliau ingin bertemu dengan bapak."


"Saya tidak memiliki waktu. Katakan pada nya kalau saya sangat Sibuk." ucap Vincent.

__ADS_1


Staf tidak bisa mengatakan apapun selain menginyakan dan keluar dari sana.


"Saya tau dia datang hanya mencari masalah saja! setelah Ayah nya yang bangkrut karena melawan ku, sekarang seperti nya dia mau ikut-ikutan mengusik ku." ucap Vincent.


__ADS_2