Mencintai Adik Ibu Ku

Mencintai Adik Ibu Ku
Episode 47


__ADS_3

Kania tidak bisa menolak.


"Paman hentikan."


Vincent hampir saja hilang kesadaran nya.


"Aku mau Omah sama Opah jangan sampai tau tentang hubungan kita." ucap Kania.


"Cepat atau lambat mereka pasti tau."


"Aku tau, tapi tetap saja mereka pasti akan sangat terkejut mengetahui nya."


Vincent duduk dengan benar.


"Saya tau kamu melakukan ini untuk saya, namun saya tidak ingin kamu terlihat tertekan seperti ini," ucap Vincent.


"Paman mau sampai kapan kita menjalani hubungan seperti ini?"


Vincent menghela nafas panjang dia menatap wajah Kania.


"Kita baru satu Minggu menjalani hubungan ini, Paman harap kamu jangan terlalu memikirkan nya yah."


Vincent berusaha membuat Kania tidak terlalu pusing memikirkan itu.


"Ya ampun Kania kenapa harus bahas ini sih? Aku harus membantu sebenarnya bukan malah menambah beban fikiran pacar ku sendiri."


Kania memeluk Vincent.


"Baiklah sayang."


Vincent tersenyum dia langsung membalas pelukan Kania.


"Sekarang saya harus kembali ke kamar saya karena takut Omah masuk."


Kania mengangguk.


"Good night sayang." Vincent mencium kening Kania.


"Good night juga."


Vincent meninggal kan Kania antara rela dan tidak rela.


"Vincent apa yang kamu lakukan di kamar Keponakan kamu sendiri?" tanya Omah yang ternyata belum tidur.


Vincent sangat kaget.


"Enggak mah, aku hanya memastikan Kania sudah tidur apa belum, biasanya dia selalu bergadang."


"Benar kah? Selama tinggal dengan Omah dia sangat jarang bergadang."


"Ada apa di luar ribut? aku mau tidur Omah. Omah juga tidur lah, bukan nya omah bilang mau ikut aku besok?" ucap Kania dari dalam.


"Sebaiknya mamah tidur sekarang, ayo aku antar."


"Iyah-iyah, kamu galak banget sih sama Omah, ya udah kamu bobo yang nyenyak yah," ucap Omah kepada Kania dari balik pintu.


"Kania bilang kamu selalu iseng kepada dia, jangan-jangan Kania tidak bisa tidur karena kamu isengin karena kamu paman yang sangat mengesalkan kata Kania."


"Kania selalu saja berbicara seperti itu mah, asli nya dia sangat sayang kepada ku."


"Huff.. Pokok nya omah mau kamu menjaga Kania dengan baik."


"Iyah mah, aku sangat mencintai Kania, kurang bukti apa lagi aku kalau aku benar-benar menyanyangi Kania seperti keponakan kandung."


Omah nya tersenyum.


"Kamu tau kan kalau orang tua nya sudah tidak ada. Kamu harus menjaga nya dengan baik, Omah sama Opah menyerahkan dia kepada kamu."


Vincent tersenyum sambil mengangguk.

__ADS_1


"Omah aku mohon jangan sampai Kania tau kalau orang tua nya sudah tiada aku mohon."


"Baiklah," jawab Omah.


Setelah itu mereka pergi masuk ke kamar masing-masing.


Keesokan paginya..


"Selamat pagi sayang." ucap Vincent memeluk Kania dari belakang karena sedang meracik sesuatu di dapur.


"Paman! jangan seperti ini, bagaimana kalau ada yang lihat?" ucap Kania.


"Mereka belum bangun."


Kania berbalik dia menatap Vincent.


Kania mengelus mata Vincent yang kelihatan nya baru saja bangun namun langsung ke dapur.


"Kenapa kamu menatap saya seperti itu? apa wajah saya sangat jelek ketika bangun tidur."


Kania mengangguk, Vincent langsung memasang wajah cemberut.


Kania tertawa kecil.


"Aku bercanda saya, tetap saja paman tampan dalam hal apapun."


Vincent tersenyum.


"Saya akan mengantar kan kamu ke kampus pagi ini."


Kania menggeleng kan kepala nya.


"Tidak bisa kak, karena hari ini Omah sama Opah yang akan mengantar kan aku."


"Sebaiknya Paman fokus saja dengan pekerjaan paman, aku tidak ingin mengganggu waktu kerja paman dan aku ingin paman selalu menjaga kesehatan.


"Baiklah sayang."


Vincent mencium bibir Kania dengan singkat.


"Paman jangan seperti ini, bagaimana kalau Omah dan Opah tau?"


"Kania... Vincent..." Omah dan Opah nya memanggil dari atas.


Kania dan Vincent langsung menjaga jarak.


"Huff saya sangat ingin memeluk kamu sepanjang hari selagi masih di rumah." ucap Vincent.


"Huss jangan sampai dengar oleh Omah."


"Selamat pagi Kania..." sapa Omah.


"Pagi Omah.. Bagaimana tidur nya nyenyak?"


"Alhamdulillah.."


"Kamu ngapain di sini Vincent? Apa kamu tidak berangkat ke kantor?" tanya Opah nya.


"Iyah Pah, ini mau siap-siap ke kantor."


Mereka berdua menggeleng kan kepala melihat Vincent.


"Apa kamu tau sewaktu kecil paman mu sangat lah keras kepala dan tidak bisa di bilangin."


Kania tertawa mendengar nya.


"Mau masak apa? sini Omah bantuin."


"Gak apa-apa omah, aku bisa sendiri. Aku akan membuat minuman untuk Opah sama Omah."

__ADS_1


Tidak beberapa lama selesai sarapan Vincent berangkat terlebih dahulu dan juga Kania berangkat.


"Ulfa, kenalin ini adalah Omah dan Opah yang sering aku ceritakan."


Ulfa sangat senang sekali bertemu langsung dengan mereka.


"Sangat senang bisa bertemu dengan Omah dan Opah."


"Kami juga sangat senang bertemu dengan sahabat Cucu kami."


"Omah Opah kapan sampainya? Kok aku tidak tau?" Yuda baru saja datang kaget melihat Omah sama Opah Kania di sana.


Vincent sampai di kantor dia langsung mengirim pesan kepada Kania.


"Saya sudah sampai di kantor."


"Aku juga sudah sampai."


"Kalau begitu belajar yang rajin sayang."


Kania tersenyum membacanya membuat Ulfa Curiga.


"Dari Paman Vincent yah?" Kania mengangguk.


"Kamu terlihat sangat ceria sekali, aku sangat suka melihat nya."


Kania tersenyum.


"Tomi kenapa kamu telat hari ini?" tanya Vincent.


"Maaf Pak, saya harus mengurus beberapa data di luar terlebih dahulu setelah itu baru datang ke perusahaan."


Vincent menghela nafas panjang dia menyandarkan badan nya ke kursi nya.


"Apa sebaiknya kita berhenti saja Tomi? Saya rasa kita sudah sangat kewalahan."


Tomi menggeleng kan kepala nya.


"Jangan pak, apa bapak tidak tau resiko nya kalau bapak menyerah?"


"Oh iya malam ini Nona Minghui ada acara di salah satu gedung, bapak bisa bertemu dengan dia karena bapak juga di undang."


"Berita bagus, saya ingin bertemu dengan nya Secara langsung."


Tomi mengangguk.


Vincent mendapatkan kabar kalau orang tua nya akan datang ke perusahaan namun untuk sekarang dia melarang nya.


Dari pada pusing memikirkan itu sebaiknya Vincent fokus dengan pekerjaan nya yang saat ini terlebih dahulu.


"Kania ini dari siapa?" tanya Ulfa mengeluarkan boneka kecil dari tas Kania karena dia minjam pena.


"Oohh ini.." Kania melihat ke arah Yuda.


"Bagaimana ini? tidak mungkin aku bilang dari Yuda."


Yuda pagi tadi memberikan nya boneka kecil karena sangat cantik dan imut sekali.


"Aku membeli nya, aku lupa mengeluarkan nya dari tas ku.


"Sangat cantik, aku sangat suka boneka beruang kecil seperti ini."


"Kalau kamu mau ambil saja, kebetulan aku membeli dua."


"Kamu seriusan? tapi ini harganya pasti sangat mahal."


"Sudah ambil saja, kalau kamu suka, kesempatan tidak akan datang dua kali."


Jangan lupa like dan juga komen yah.

__ADS_1


__ADS_2